JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia </strong>is a national online journal that publishes research results related to the health sector including : Biostatistics and epidemiology, Health Administration and Policy, Environmental health, Occupational Health and Safety, Health Promotion, Reproductive Health, Maternal and Child Health, and Public Health, Nutrition, Mental Health, Nursing, Labor Health, and Obstetric Care. This journal is published 1 year 4 times (<strong>January, April, June, and September</strong>).</p> en-US institutelarpa@gmail.com (Dyto Arisjulyanto) institutelarpa@gmail.com (Dedy Arisjulyanto) Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0800 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Epidemiological Study of Wasting Among Children Under Five in Coastal Areas: An Analysis of Food Security and Dietary Quality https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/175 <p>Coastal regions are typically associated with abundant access to animal protein; however, empirical data reveal a high prevalence of wasting in these areas, presenting a coastal nutritional paradox. Despite being the urban center of West Nusa Tenggara, Mataram City faces a significant burden of wasting, particularly within its coastal communities. This study aimed to analyze the association between household food security, dietary patterns, and the incidence of wasting. A cross-sectional study was conducted in Mataram City from February to September 2024, involving 155 children aged 12–59 months selected via total sampling. Food security was assessed using the Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS), while dietary patterns were evaluated using a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Nutritional status was determined via anthropometric measurements (weight-for-height). The results indicated an alarming prevalence of wasting (49.7%) and severe wasting (20.0%). Although 52.3% of households experienced moderate food insecurity, statistical analysis revealed no significant association between household food security and wasting (p=0.659). Conversely, dietary patterns were significantly associated with wasting (p=0.003). This study highlights a paradox wherein household food access does not guarantee optimal child nutritional status. The primary driver of wasting in this coastal population appears to be poor dietary quality and insufficient protein intake rather than mere food availability. Future interventions must shift from generalized food aid to targeted nutritional education focusing on dietary diversity.</p> Imam Syahputra Yamin, Santi Deliani Rahmawati Copyright (c) 2026 Imam Syahputra Yamin, Santi Deliani Rahmawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/175 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0800 The Differential Effect of Community-Based Supplementary Feeding on Wasting and Stunting: Epidemiological Evidence from an Endemic Region in West Nusa Tenggara https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/178 <p>Stunting remains a persistent public health challenge in Indonesia, particularly within high-prevalence enclaves. Although local food-based Supplementary Feeding Programs (SFP) are widely implemented, their specific epidemiological impact on anthropometric indices specifically the divergence between weight and height recovery requires rigorous evaluation in high-burden settings. This study aimed to analyze the effectiveness of a 90-day local food-based SFP intervention on anthropometric Z-score shifts among stunted toddlers in Setungkep Lingsar Village, East Lombok. A quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted on a total population of 59 stunted toddlers (aged 6–59 months). Anthropometric measurements (Weight, Height) and WHO standard indices (Weight-for-Age [WAZ], Height-for-Age [HAZ], and Weight-for-Height [WHZ]) were assessed pre- and post-intervention. Data were analyzed using the Paired Sample t-test with statistical significance set at p&lt;0.05. The intervention yielded statistically significant improvements across all growth parameters (p=0.0001). The most rapid response was observed in acute nutritional indicators; the prevalence of normal nutritional status based on Weight-for-Height (WHZ) increased substantially from 10.2% to 46.9%, with a mean weight gain of 0.45 kg. Conversely, although Height-for-Age (HAZ) showed statistical improvement, the clinical shift from stunted to normal status remained minimal (2.0%), confirming a physiological lag in linear growth recovery compared to ponderal (weight) recovery. Local food-based SFP is highly effective for the rapid correction of acute malnutrition (wasting) but requires a sustained maintenance phase to achieve significant catch-up growth for stunting. Policy strategies in high-burden regions must extend monitoring beyond the acute recovery phase to ensure long-term linear growth rehabilitation.</p> Imam Syahputra Yamin, Santi Deliani Rahmawati, Baiq Repika Nurul Furqan Copyright (c) 2026 Imam Syahputra Yamin, Santi Deliani Rahmawati, Baiq Repika Nurul Furqan https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/178 Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 +0800 Daya Terima dan Analisis Zat Gizi Sosis Hati Ayam-Wortel sebagai Alternatif Jajanan Pencegahan Anemia https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/181 <p>Prevalensi anemia remaja putri di Indonesia masih tinggi yaitu sebesar 18%. Anemia dapat disebabkan oleh keadaan stres, haid, terlambat makan atau kekurangan konsumsi makanan sumber zat besi dan vitamin A. Olahan sosis berbahan dasar hati ayam dan wortel dapat menjadi produk pangan yang dikonsumsi untuk meningkatkan asupan zat besi dan vitamin A sebagai upaya pencegahan anemia remaja putri. Pemilihan daya terima terbaik produk sosis berdasarkan uji organoleptik dan analisis kandungan zat gizi besi serta vitamin A sosis hati ayam wortel pada formulasi terbaik. Penelitian menggunakan studi eksperimental dengan 3 taraf perlakuan yaitu perbandingan hati ayam dan wortel F1 80:20, F2 65:35, dan F3 50:50 tanpa pengulangan. Uji organoleptik menggunakan uji hedonik dengan panelis tidak terlatih. Kandungan zat besi dan vitamin A dianalisis menggunakan metode AOAC 985.35 (50.1.14.2011) dan MU/INST/5 (HPLC). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata terhadap parameter tekstur (p?0,001), dan rasa (p = 0,003) namun tidak terdapat perbedaan nyata pada parameter warna (p = 0,74), dan aroma (p = 0,566). Formulasi terbaik adalah F1 dengan kandungan zat besi 4,13 mg/100 g dan Vitamin A 162,4 RE/100 g. F1 merupakan formulasi terbaik karena memiliki hasil uji organoleptik yang tertinggi dibanding F2 dan F3. Sosis dengan perbandingan hati ayam dan wortel 80 : 20 (F1) memenuhi syarat sebagai pangan sumber zat besi dan vitamin A.</p> Nursyaf Endri Mulyana, Muhana Rafika, Novia Rahmah Maulani Sahab Copyright (c) 2026 Nursyaf Endri Mulyana, Muhana Rafika, Novia Rahmah Maulani Sahab https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/181 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0800 Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Penggunaan Kelambu Berinsektisida Di UPTD Puskesmas Nabarua https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/182 <p>Malaria selama kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemik dan berisiko menimbulkan dampak serius bagi ibu maupun janin. Penggunaan kelambu berinsektisida merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif, namun kepatuhan ibu hamil dalam penggunaannya masih rendah. Pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku pencegahan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam penggunaan kelambu berinsektisida. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pretest–posttest pada satu kelompok. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Nabarua pada bulan September hingga Desember 2025 dengan sampel sebanyak 33 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan selama 30–45 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon sesuai dengan distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil yang bermakna secara statistik setelah diberikan pendidikan kesehatan (p &lt; 0,05). Kesimpulannya, pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dan perlu diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan antenatal care di daerah endemik malaria<strong>.</strong></p> Christina Tien Popang, Anisa Nanang Sulistiyowati, Dyan Puji Lestari Copyright (c) 2026 Christina Tien Popang, Anisa Nanang Sulistiyowati, Dyan Puji Lestari https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/182 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Kebuaran Jasmani Sisiwa Di SMA Negeri 8 Maros https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/185 <p>Kebugaran jasmani berperan penting dalam menunjang prestasi belajar siswa dan dipengaruhi oleh aktivitas fisik serta status gizi. Aktivitas fisik yang kurang dapat menurunkan daya tahan tubuh, sedangkan gizi kurang maupun gizi lebih dapat memengaruhi tingkat kebugaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani pada siswa SMA Negeri 8 Maros. Penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional </em>ini melibatkan 80 siswa yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire), status gizi dinilai berdasarkan Indeks Massa Tubuh/U (IMT/U), dan kebugaran jasmani dengan menggunakan <em>beep test</em>. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan kebugaran jasmani (p = 0,013; r = 0,277) dengan arah positif lemah. Selain itu, status gizi juga berhubungan signifikan dengan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = -0,405) dengan arah negatif sedang. Aktivitas fisik dan status gizi berhubungan dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Negeri 8 Maros.</p> Yahya, Andi Rahmaniar MB, Musdalifah Syamsul, Syafruddin Copyright (c) 2026 Yahya, Andi Rahmaniar MB, Musdalifah Syamsul, Syafruddin https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/185 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0800 Effectiveness of Digital Reproductive Health Education Interventions for Adolescent Girls: A Literature Review https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/186 <p><em>Reproductive health education is a critical need for adolescent girls who face various sexual and reproductive health risks, while access to comprehensive education remains limited. Advances in digital technology offer new opportunities through digital-based educational interventions that are more flexible and accessible. This study aims to evaluate the effectiveness of digital reproductive health education interventions for adolescent girls and to identify factors influencing their effectiveness. The method used was a literature review of studies employing randomized controlled trial designs that assessed various digital interventions, including mobile applications, text messaging, educational games, and entertainment-based videos. The findings indicate that digital interventions consistently improve adolescent girls’ knowledge and attitudes toward reproductive health and enhance their confidence in accessing health services. However, changes in risky sexual behaviors and long-term contraceptive use remain limited. The implications of this study suggest that digital interventions should be integrated with supportive approaches, such as family involvement and continuous follow-up, to achieve more effective and sustainable behavioral change.</em></p> Nurlathifah N. Yusuf, Eka Mustika Yanti, Joice Deby Nafi Copyright (c) 2026 Nurlathifah N. Yusuf, Eka Mustika Yanti, Joice Deby Nafi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/186 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0800