JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti <div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia</li> <li><strong>Initials </strong>: jkti</li> <li><strong>Frequency </strong>: January, April, June, and September</li> <li><strong>Online ISSN </strong>: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230121380956732" target="_blank" rel="noopener">2986-6332</a></li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6026263/?view=iprs">Dr. Agus Supinganto, S.Kep.,Ns.,M.Kes</a></li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: 10.63265</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: PT. LARPA JAYA PUBLISHER</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia </strong>is a national online journal that publishes research results and community service outcomesrelated to the health sector including : Medicine, Midwifery, Nursing, Public Health, Biostatistics and epidemiology, Health administration and policy, Environmental health, Occupational health and safety, Health promotion, Maternal and child health - Reproductive health, Nutrition, Mental health nursing, Pharmacy dan Labor Health, Labor Health &amp; Pharmacy, Health Law, Medical Laboratory Technology. This journal is published 1 year 4 times (<strong>January, April, June, and September</strong>).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia </strong> has been accredited by Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi starting in 2023 with an <a href="https://drive.google.com/file/d/1pD5WJrv9l2ffcrrEqx2sMMFtM_Zc1ARK/view" target="_blank" rel="noopener" data-sider-select-id="e0d8b80f-0f6a-4bbf-82b5-e428a639fc2f">Accreditation Letter Number: 286/DST/C3/HM.01.00/2026</a> and indexed by Sinta 5</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Indexed By :</strong></p> <table> <tbody> <tr> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/sinta-logo.png" alt="" width="200" height="72" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154025.png" alt="" width="200" height="78" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154039.png" alt="" width="200" height="79" /></p> </td> </tr> <tr> <td width="200"><a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/30958"><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154049.png" alt="" width="200" height="78" /></a></td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154056.png" alt="" width="212" height="80" /></p> </td> <td width="200"> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"><strong>Journal Sponsors and Partners :</strong></p> <table> <tbody> <tr> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/apji-logo-1655715626.png" alt="" width="300" height="132" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/logo-017.jpg" alt="" width="300" height="113" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/doi-by-apji.jpg" alt="" width="300" height="112" /></p> </td> </tr> <tr> <td width="200"><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/logo-2.png" alt="" width="300" height="184" /></td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot---11-27-2020---3-35-14-pm-removebg-preview.png" alt="" width="147" height="159" /></p> </td> <td width="200"> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> en-US institutelarpa@gmail.com (Dyto Arisjulyanto) institutelarpa@gmail.com (Djauhar Ismail Arisjulyanto) Thu, 23 Jul 2026 19:52:11 +0800 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pedagang Dalam Pengelolaan Sampah Di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/429 <p>Pengelolaan sampah merupakan suatu kontrol terhadap timbunan sampah, perwadahan, pengumpulan, pengangkatan, dan proses pembuangan akhir sampah. Dari sudut pandang kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah dipandang baik jika sampah tersebut tidak menjadi media berkembang biaknya bibit penyakit serta sampah tersebut tidak menjadi medium perantara menyebarluasnya suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel mencapai 224 pedagang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan populasi. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan menguji adanya hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, sikap, tindakan, pendidikan, dan sarana/prasarana berhubungan dengan pengelolaan sampah di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari Tahun 2026 dengan nilai <em>p-value</em> masing-masing sebesar 0,000, 0,001, 0,000, 0,000, dan 0,000 (p &lt; 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan uji statistik <em>Chi Square</em> menunjukkan adanya hubungan variabel pengetahuan, sikap, tindakan, pendidikan, dan sarana/prasarana dengan pengelolaan sampah di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari Tahun 2026.</p> Wa Ode Monang, Yasnani, Rastika Dwiyanti Liaran Copyright (c) 2026 Wa Ode Monang, Yasnani, Rastika Dwiyanti Liaran https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/429 Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 +0800 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Gula Darah Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabawo Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/400 <p>Kadar gula darah merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kondisi metabolisme tubuh dan berperan dalam deteksi dini diabetes melitus. Peningkatan kadar gula darah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat dimodifikasi, seperti indeks massa tubuh (IMT), asupan makan, aktivitas fisik, dan stres. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kabawo Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian berjumlah 118 orang dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran IMT, penilaian asupan makan, aktivitas fisik, tingkat stres, serta pemeriksaan kadar gula darah menggunakan glukometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan kadar gula darah (p=0,001), asupan energi (p=0,002), dan asupan protein (p=0,005). Disimpulkan bahwa IMT, asupan energi dan asupan protein merupakan faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kabawo. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi, pengendalian berat badan, pengelolaan stres, serta skrining kadar gula darah secara berkala untuk mencegah terjadinya gangguan glikemik.</p> Rini Sulastri, Harleli Astika, Irma Yunawati Copyright (c) 2026 Rini Sulastri, Harleli Astika, Irma Yunawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/400 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Manajemen Logistik Obat Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/402 <p>Manajemen logistik obat merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan penghapusan obat untuk menjamin ketersediaan obat yang tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, dan bermutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen logistik obat di UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 berdasarkan aspek <strong>input, proses, dan output</strong>. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan berjumlah 5<strong> orang</strong>, terdiri atas 3 <strong>informan kunci</strong> dan 2 <strong>informan biasa</strong>, yang dipilih menggunakan teknik <strong>purposive sampling</strong>. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek <strong>input</strong>, UPTD Instalasi Farmasi memiliki <strong>27 orang</strong> sumber daya manusia yang dinilai mencukupi dengan pembagian tugas yang jelas, sedangkan sumber anggaran berasal dari <strong>Dana Alokasi Khusus (DAK) </strong><strong>APBN</strong> yang masih mengalami keterbatasan akibat efisiensi anggaran. Pada aspek <strong>proses</strong>, perencanaan kebutuhan obat menggunakan metode konsumsi dan morbiditas berbasis aplikasi E-Monev, pengadaan dilakukan melalui <strong>E-</strong><strong>Catalog</strong>, penyimpanan menerapkan prinsip <strong>FEFO</strong> dan <strong>FIFO</strong>, pendistribusian menggunakan sistem <strong>push</strong> dan <strong>pull distribution</strong>, serta penghapusan obat dilakukan melalui pihak ketiga sesuai prosedur. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan anggaran, sarana transportasi distribusi, dan kondisi geografis wilayah kepulauan. Pada aspek output, manajemen logistik obat secara umum telah berjalan dengan baik sehingga mampu mendukung ketersediaan obat sesuai Rencana Kebutuhan Obat (RKO) untuk memenuhi kebutuhan kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara</p> Muhammad Bagus Yahya, Jafriati, Lade Albar Kalza Copyright (c) 2026 Muhammad Bagus Yahya, Jafriati, Lade Albar Kalza https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/402 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Kadar Kolestrol Low Density Lipoprotein (LDL) Dan High Density Lipoprotein (HDL) Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Lansia Hipertensi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/405 <p> Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Profil lipid, khususnya kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL), diduga berperan dalam perubahan tekanan darah melalui proses aterosklerosis dan disfungsi endotel. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan kedua parameter tersebut dengan tekanan darah pada lansia hipertensi masih menunjukkan hasil yang beragam. Menganalisis hubungan kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL) dengan tekanan darah pada pasien lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien lansia hipertensi di Puskesmas Pakis. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen adalah kadar LDL dan HDL, sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah sistolik. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan karakteristik data, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 5%. Rata-rata kadar LDL responden sebesar 136,61 mg/dL, rata-rata kadar HDL sebesar 49,54 mg/dL, dan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 152,80 mmHg. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar LDL dengan tekanan darah sistolik (r=0,302; p=0,055). Demikian pula, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HDL dengan tekanan darah sistolik (r=-0,021; p=0,898). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol LDL maupun HDL dengan tekanan darah pada pasien lansia hipertensi di Puskesmas Pakis. Faktor lain seperti proses penuaan vaskular, terapi antihipertensi, gaya hidup, dan penyakit penyerta diduga memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap tekanan darah pada populasi lansia. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar serta mempertimbangkan faktor-faktor perancu lainnya.</p> Safira Putri Salsabilla, Angernani Trias W, Rosly Zunaedi Copyright (c) 2026 Safira Putri Salsabilla, Angernani Trias W, Rosly Zunaedi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/405 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Risiko Fraud Akibat Ketidaksesuaian Data Praktik Dokter pada Aplikasi Health Facilities Information System (HFIS) terhadap Pembayaran Kapitasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/406 <p>Validitas data tenaga kesehatan merupakan aspek penting dalam mendukung akurasi penilaian kapasitas pelayanan dan tata kelola pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidaksesuaian antara data dokter yang tercatat memiliki jadwal pelayanan pada <em>Health Facilities Information System</em> (HFIS) dengan realisasi pelayanan dapat menimbulkan risiko terhadap akurasi informasi dan pembayaran kapitasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi risiko <em>fraud</em> akibat ketidaksesuaian data praktik dokter pada HFIS terhadap pembayaran kapitasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan data <em>Business Intelligence</em> (BI) BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara periode 2023–2025. Analisis dilakukan terhadap dokter yang memiliki jadwal pelayanan pada HFIS tetapi tidak menunjukkan realisasi pelayanan selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah dokter tersebut menurun dari 575 pada 2023 menjadi 496 pada 2024 dan 362 pada 2025. Meskipun menunjukkan perbaikan, temuan ini menunjukkan bahwa ketidaksesuaian data masih terjadi dan berpotensi menjadi indikator risiko <em>fraud</em> berupa misrepresentasi kapasitas pelayanan. Penguatan validasi, pemutakhiran data, rekonsiliasi HFIS dengan data pelayanan, dan pemanfaatan BI sebagai sistem monitoring diperlukan untuk meningkatkan akurasi dan akuntabilitas pengelolaan pembayaran kapitasi.</p> Muhammad Zamzami, Damar Lia Susanti, Retno Jiwo Utami, Nur Qurotul Ayuni Copyright (c) 2026 Muhammad Zamzami, Damar Lia Susanti, Retno Jiwo Utami, Nur Qurotul Ayuni https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/406 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Beban Kerja Karyawan Dengan Keselamatan Pasien Di Klinik Islam Gotong Royong Babat https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/407 <p>Keselamatan pasien merupakan indikator penting dalam mutu pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya beban kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja karyawan dengan keselamatan pasien di Klinik Islam Gotong Royong Babat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 karyawan. Variabel independen adalah beban kerja karyawan dan variabel dependen adalah keselamatan pasien. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki beban kerja kategori sedang sebanyak 30 responden (85,7%), sebagian kecil kategori tinggi sebanyak 4 responden (11,4%), dan kategori rendah sebanyak 1 responden (2,9%). Sebagian besar responden menilai keselamatan pasien dalam kategori cukup sebanyak 24 responden (68,6%), hampir setengahnya menilai baik sebanyak 11 responden (31,4%), dan tidak ada responden yang menilai kurang (0%). Analisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation diperoleh nilai p=0,002 dengan koefisien korelasi r=0,511 yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang dan arah hubungan positif antara beban kerja karyawan dengan keselamatan pasien di Klinik Islam Gotong Royong Babat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen klinik dalam mengatur beban kerja secara optimal guna meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.&nbsp;</p> Mico Devi Ari Santo, Enny Mar’atus , Nahardian Vica Rahmawati Copyright (c) 2026 Mico Devi Ari Santo, Enny Mar’atus , Nahardian Vica Rahmawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/407 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat B3 Di Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Sumberrejo https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/408 <p>Limbah medis padat merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan dari aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berisiko bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola sesuai standar.&nbsp; Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 5 informan yaitu terdiri dari subbag rumah tangga, staf kesehatan lingkungan, perawat rawat inap, petugas pengangkutan limbah, dan petugas pihak ketiga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi, dan rekaman audio, Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat B3 pada tahap pemilahan, pewadahan, pengangkutan internal, penyimpanan sementara, dan pengolahan telah dilaksanakan cukup baik serta sebagian besar sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Namun, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, yaitu belum adanya jalur khusus pengangkutan limbah, lokasi TPS yang masih berdekatan dengan area umum, serta belum optimalnya upaya pengurangan limbah. Disimpulkan bahwa pengelolaan limbah medis padat B3 di RSIM Sumberrejo telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan perbaikan pada aspek pengurangan limbah, pengangkutan internal, dan penataan TPS guna meningkatkan keselamatan kerja, mencegah pencemaran lingkungan, dan mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan.</p> Rahma Setyaning Putri, Nahardian Vica Rahmawati, Fara Nurdiana Copyright (c) 2026 Rahma Setyaning Putri, Nahardian Vica Rahmawati, Fara Nurdiana https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/408 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Efektivitas Berbagai Modalitas Terapi Farmakologis dan Nonfarmakologis pada Skabies: Systematic Literatur Review https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/413 <p>Skabies merupakan infestasi kulit menular akibat <em>Sarcoptes scabiei</em> var. <em>hominis</em> yang keberhasilan terapinya dipengaruhi oleh jenis obat, ketepatan aplikasi, kepatuhan, pengobatan kontak, dan risiko reinfestasi. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti mengenai efektivitas modalitas farmakologis dan nonfarmakologis dalam pengobatan dan pengendalian skabies pada manusia. <em>Systematic review</em> disusun mengikuti PRISMA 2020 dengan penelusuran PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk publikasi 2021–2026. Dari 919 rekaman yang diidentifikasi, 643 menjalani skrining, 40 laporan dinilai berdasarkan <em>full text</em>, dan 9 studi primer dimasukkan dalam sintesis akhir. Karena terdapat heterogenitas desain, populasi, regimen, dan outcome, dilakukan sintesis naratif tanpa meta-analysis. Hasil menunjukkan permethrin 5% menghasilkan <em>clinical cure</em> lebih tinggi dibandingkan ivermectin oral pada trial besar terbaru (88,5% vs. 71,8%). Studi lain menunjukkan efektivitas serupa antara ivermectin dan permethrin serta benzyl benzoate dan ivermectin (87% vs. 86%). Kombinasi ivermectin dan permethrin pada <em>persistent scabies</em> menghasilkan <em>cure rate</em> 83,8% dan <em>recurrence</em> 7,1%. Strategi berbasis komunitas juga menurunkan prevalensi secara substansial. Disimpulkan bahwa tidak terdapat satu modalitas yang universal paling unggul karena keberhasilan terapi dipengaruhi regimen, kepatuhan, pengobatan kontak, dan pencegahan reinfestasi</p> Sri Naita Purba, Gebby Adningtias Nurmina Loi, Neva Patricia Sinaga, Ester Paulina Br Tambunan, Asta Yabesman Hia, Gloria Martha Margareth Sinaga Copyright (c) 2026 Sri Naita Purba, Gebby Adningtias Nurmina Loi, Neva Patricia Sinaga, Ester Paulina Br Tambunan, Asta Yabesman Hia, Gloria Martha Margareth Sinaga https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/413 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Pengaruh Stretching Exercise terhadap Penilaian Western Ontario dan Mcmaster University (Womac) pada Pasien Osteoarthritis Knee di RS Haji Medan https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/416 <p>Osteoarthritis knee merupakan gangguan sendi yang sering dijumpai dan dapat menyebabkan nyeri, kekakuan (stiffness), serta keterbatasan fungsi fisik. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah stretching exercise, yaitu latihan peregangan otot yang bertujuan meningkatkan fleksibilitas dan jangkauan gerak sendi sehingga dapat memperbaiki kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stretching exercise terhadap penilaian Western Ontario and McMaster University (WOMAC) pada pasien osteoarthritis knee. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan di Poli Rheumatologi RS Haji Medan dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penilaian dilakukan terhadap nyeri, stiffness, fungsi fisik, dan skor WOMAC sebelum dan setelah pemberian stretching exercise. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri berat sebanyak 64 orang (91,4%), stiffness berat sebanyak 70 orang (100%), dan fungsi fisik berat sebanyak 62 orang (88,6%). Setelah diberikan stretching exercise, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 65 orang (92,9%), stiffness sedang sebanyak 70 orang (100%), dan fungsi fisik sedang sebanyak 65 orang (92,9%). Rata-rata skor WOMAC menurun dari 69,70 pada pre-test menjadi 42,11 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi &lt;0,001, sedangkan uji Spearman menunjukkan koefisien korelasi -0,873 dengan nilai signifikansi &lt;0,001. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan dan hubungan yang sangat kuat antara stretching exercise dengan penurunan skor WOMAC pada pasien osteoarthritis knee di RS Haji Medan.</p> Syafrida Dwi Chairani, Mohammad Shahreza Copyright (c) 2026 Syafrida Dwi Chairani, Mohammad Shahreza https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/416 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care Berdasarkan Pengetahuan, Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan, Dan Keluhan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Wua-Wua Kota Kendari Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/419 <p>Pelayanan <em>Antenatal Care</em> (ANC) merupakan salah satu upaya penting dalam pemantauan kesehatan ibu dan janin serta deteksi dini faktor risiko dan komplikasi kehamilan. Pemanfaatan pelayanan ANC dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan Model Andersen, faktor tersebut meliputi faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan pelayanan ANC berdasarkan pengetahuan ibu hamil, aksesibilitas pelayanan kesehatan, dan keluhan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wua-Wua Kota Kendari Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juni 2026 di wilayah kerja Puskesmas Wua-Wua Kota Kendari. Populasi penelitian berjumlah 200 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan data kunjungan ANC pada Buku KIA, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai ANC K6, yaitu sebanyak 19 orang (63,3%), sedangkan 11 orang (36,7%) memiliki pengetahuan baik. Seluruh responden sebanyak 30 orang (100%) menyatakan aksesibilitas pelayanan kesehatan mudah dijangkau. Sebagian besar responden mengalami keluhan selama kehamilan, yaitu sebanyak 26 orang (86,7%), sedangkan 4 orang (13,3%) tidak mengalami keluhan. Pemanfaatan pelayanan ANC K6 sebagian besar berada pada kategori tidak lengkap, yaitu sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan hanya 5 orang (16,7%) yang melakukan kunjungan ANC secara lengkap sesuai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aksesibilitas pelayanan kesehatan telah tergolong mudah, pemanfaatan ANC K6 masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan promosi kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur serta pemenuhan standar minimal enam kali kunjungan ANC.</p> Qanita Luthfiyah Odesara, Devi Savitri Effendy, Hilda Harun Copyright (c) 2026 Qanita Luthfiyah Odesara https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/419 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Tingkat Kepatuhan terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Ruang HD RS Lavalette https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/420 <p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk melindungi tenaga kesehatan dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Beban kerja perawat yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan sehingga berpotensi menurunkan kepatuhan terhadap penerapan prosedur K3, terutama di Ruang Hemodialisa yang memiliki aktivitas pelayanan tinggi<strong>. </strong>Mengetahui hubungan antara beban kerja perawat dengan tingkat kepatuhan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Ruang Hemodialisa RS Lavalette Malang. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 30 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner Nursalam (2017) yang terdiri atas 13 item, sedangkan kepatuhan penerapan K3 diukur menggunakan kuesioner 15 item. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Sebagian besar responden memiliki beban kerja ringan (76,7%), beban kerja sedang (16,7%), dan beban kerja berat (6,7%). Tingkat kepatuhan terhadap penerapan K3 menunjukkan 86,7% responden berada pada kategori cukup patuh dan 13,3% tidak patuh. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai r = -0,537 da p = 0,002 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara beban kerja perawat dan kepatuhan terhadap penerapan K3. Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan tingkat kepatuhan terhadap penerapan K3 di Ruang Hemodialisa RS Lavalette Malang. Semakin tinggi beban kerja perawat, semakin rendah tingkat kepatuhan terhadap penerapan K3 sehingga diperlukan pengelolaan beban kerja dan penguatan budaya keselamatan kerja.</p> M Arif Tiara Putra, Frengki Apriyanto, Riza Nurhana Copyright (c) 2026 M Arif Tiara Putra, Frengki Apriyanto, Riza Nurhana https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/420 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Kelurahan Pasarwajo, Kabupaten Buton Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/422 <p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan pada balita di Indonesia. Data Kabupaten Buton mencatat ISPA dengan kasus tertinggi, yaitu 6.895 kasus pada tahun 2025. Di Kelurahan Pasarwajo tercatat sebanyak 130 kasus ISPA pada balita di tahun 2025, tertinggi dibandingkan kelurahan lainnya di wilayah kerja Puskesmas Pasarwajo. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, akses ke fasilitas kesehatan, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di Kelurahan Pasarwajo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 187 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (p=0,008), dukungan keluarga (p=0,003) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,022) berkaitan dengan perilaku pencegahan ISPA, sedangkan akses ke fasilitas kesehatan tidak menunjukkan keterkaitan (p=0,738). Hasil penelitian menggambarkan bahwa perilaku pencegahan ISPA pada balita dipengaruhi oleh kemampuan ibu dalam memahami informasi kesehatan serta diperkuat oleh dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan. Oleh karena itu, pencegahan ISPA perlu diarahkan pada penguatan edukasi ibu, keterlibatan keluarga, serta peningkatan peran petugas kesehatan melalui penyuluhan dan promosi kesehatan secara berkelanjutan.</p> Khalidah Izzatul Jannah, Ruslan Majid, Fikki Prasetya Copyright (c) 2026 Khalidah Izzatul Jannah, Ruslan Majid, Fikki Prasetya https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/422 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Batita (0-36 Bulan) Di BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/423 <p>Status gizi pada batita merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak. Permasalahan gizi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain asupan energi, asupan protein, pengetahuan ibu dan penyakit infeksi dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi, asupan protein, pengetahuan ibu dan penyakit infeksi dengan status gizi batita di BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Penelitian dilaksanakan di BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari dengan jumlah sampel sebanyak 83 ibu yang memiliki anak batita, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, formulir <em>food recall</em> 2×24 jam, serta pengukuran antropometri berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0,000), asupan protein (p=0,018), pengetahuan ibu (p=0,002). Sementara&nbsp; itu penyakit infeksi (p=0,941) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi batita . Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai pemberian makan bergizi seimbang, pemanfaatan sumber pangan lokal, serta pemantauan pertumbuhan anak melalui kegiatan Posyandu secara berkelanjutan agar status gizi batita dapat dipertahankan dan ditingkatkan.</p> Wa Ode Murni, Ruwiah, Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali Copyright (c) 2026 Wa Ode Murni, Ruwiah, Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/423 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Pengaruh Cognitive Behavioral Therapy (CBT ) Terhadap Tingkat Kecemasan Dan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Di Panti Werdha Pangesti Lawang https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/424 <p>Lansia dengan hipertensi dapat mengalami kecemasan yang memengaruhi kondisi kesehatan dan tekanan darah. Kecemasan dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah. <em>Cognitive Behavioral Therapy</em> (CBT) merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengelola kecemasan melalui perubahan pola pikir dan perilaku. Mengetahui pengaruh <em>Cognitive Behavioral Therapy</em> (CBT) terhadap tingkat kecemasan dan tekanan darah pada lansia hipertensi di Panti Werdha Pangesti Lawang. Penelitian ini menggunakan <em>quasi experiment</em> dengan pendekatan <em>nonequivalent control group pre-test post-test</em>. Tempat penelitian di Panti Werdha Pangesti Lawang. Teknik sampling menggunakan <em>purposive sampling</em> pada 30 responden yang terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan <em>Cognitive Behavioral Therapy</em> (CBT) sebanyak 4 sesi, sedangkan kelompok kontrol diberikan edukasi konvensional. Instrumen berupa kuesioner <em>Geriatric Anxiety Scale</em> (GAS) dan alat pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Analisa yang digunakan adalah <em>Paired Sample T-Test</em>, <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>, <em>Independent Sample T-Test</em>, dan <em>Mann-Whitney U Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kecemasan pada kelompok intervensi menurun dari 15,93 menjadi 5,87 dengan <em>p-value</em> 0,000. Tekanan darah sistolik menurun dari 141,93 mmHg menjadi 128,07 mmHg dengan <em>p-value </em>0,001, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 79,27 mmHg menjadi 77,00 mmHg dengan <em>p-value</em> 0,553. Hasil uji perbedaan perubahan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kecemasan dengan <em>p-value</em> 0,318 dan tekanan darah diastolik dengan <em>p-value</em> 0,952, sedangkan terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik dengan <em>p-value</em> 0,008. <em>Cognitive Behavioral Therapy</em> (CBT) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kecemasan dan tekanan darah diastolik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, tetapi menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap tekanan darah sistolik pada lansia hipertensi.</p> Florentina Ami Yipi, Abdul Qodir, Rosly Zunaedi Copyright (c) 2026 Florentina Ami Yipi, Abdul Qodir, Rosly Zunaedi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/424 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Pengelolaan Sampah, Sanitasi Lingkungan Dan Jenis Dagangan Dengan Angka Kepadatan Lalat Di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/427 <p>Lalat merupakan vektor mekanis berbagai penyakit yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi pengelolaan sampah, sanitasi lingkungan, dan karakteristik jenis dagangan di pasar tradisional. Pasar Basah Mandonga Kota Kendari merupakan salah satu pasar dengan aktivitas perdagangan yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kepadatan lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengelolaan sampah, sanitasi lingkungan, dan jenis dagangan dengan angka kepadatan lalat di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 457 pedagang, dengan sampel sebanyak 209 pedagang yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan menggunakan fly grill, sedangkan data pengelolaan sampah, sanitasi lingkungan, dan jenis dagangan diperoleh melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher Exact pada tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penyimpanan sampah, pengumpulan sampah, kondisi drainase/SPAL, dan jenis dagangan dengan angka kepadatan lalat. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara pengangkutan sampah dan kebersihan los pedagang dengan angka kepadatan lalat. Disimpulkan bahwa pengangkutan sampah dan kebersihan los merupakan faktor yang berhubungan dengan kepadatan lalat di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari. Oleh karena itu, pengelola pasar perlu meningkatkan ketepatan waktu pengangkutan sampah dan pengawasan kebersihan los untuk menekan populasi lalat dan mencegah risiko penyakit berbasis lingkungan.</p> Nur Ain, Siti Rabbani Karimuna, Siti Nurfadilah Copyright (c) 2026 Nur Ain, Siti Rabbani Karimuna, Siti Nurfadilah https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/427 Sun, 13 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Beban Kerja, Asupan Energi Dan Stres Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di RSUD Buton Utara Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/399 <p>Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami perawat akibat tingginya tuntutan pelayanan di rumah sakit. Faktor-faktor seperti beban kerja, asupan energi, dan stres kerja diduga berkontribusi terhadap terjadinya kelelahan kerja sehingga berpotensi menurunkan kualitas pelayanan serta meningkatkan risiko kesalahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja, asupan energi, dan stres kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di RSUD Buton Utara Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain observasional menggunakan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilaksanakan di RSUD Buton Utara pada bulan Mei–Juni 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 88 perawat yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur beban kerja, stres kerja, dan kelelahan kerja, sedangkan asupan energi diukur menggunakan metode <em>food recall</em> 24 jam yang dianalisis menggunakan aplikasi NutriSurvey. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kelelahan kerja ringan (59,1%), memiliki beban kerja rendah (62,5%), asupan energi lebih (44,3%), dan tingkat stres kerja sedang (51,1%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p=0,000), asupan energi dengan kelelahan kerja (p=0,000), serta stres kerja dengan kelelahan kerja (p=0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja, asupan energi, dan stres kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di RSUD Buton Utara Tahun 2026. Manajemen rumah sakit diharapkan melakukan evaluasi pembagian beban kerja, meningkatkan program manajemen stres, serta mendukung pemenuhan kebutuhan gizi perawat guna menurunkan tingkat kelelahan kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan.</p> Sitti Rahma Humairah, Fithria, Irma Yunawati Copyright (c) 2026 Sitti Rahma Humairah, Fithria, Irma Yunawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/399 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Penerapan Protokol Keselamatan Pasien Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Puskesmas Batu https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/430 <p>Keselamatan pasien merupakan indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berkontribusi terhadap kepercayaan dan kepuasan pasien. Studi pendahuluan di Puskesmas Batu menunjukkan adanya ketidakkonsistenan penerapan protokol keselamatan pasien serta kesenjangan antara harapan dan pengalaman pasien dalam menerima pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan protokol keselamatan pasien dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Batu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> dan dilaksanakan pada Mei 2026. Responden terdiri atas 50 tenaga kesehatan, meliputi perawat, bidan, dan dokter, serta 50 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penerapan protokol keselamatan pasien dan kuesioner kepuasan pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Somers’ d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan patuh dalam menerapkan protokol keselamatan pasien, yaitu 33 orang (66,0%), sedangkan 17 orang (34,0%) cukup patuh. Tidak ditemukan tenaga kesehatan dalam kategori tidak patuh. Sebagian besar pasien memiliki tingkat kepuasan baik, yaitu 45 orang (90,0%), sedangkan 5 orang (10,0%) memiliki tingkat kepuasan cukup. Hasil uji Somers’ d menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara penerapan protokol keselamatan pasien dan tingkat kepuasan pasien (koefisien korelasi = 0,294; <em>p</em> = 0,010). Kekuatan hubungan tergolong rendah, tetapi menunjukkan kecenderungan bahwa penerapan protokol keselamatan pasien yang lebih baik berkaitan dengan kepuasan pasien yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan protokol keselamatan pasien berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Batu. Konsistensi penerapan protokol perlu ditingkatkan melalui pelatihan berkelanjutan, supervisi, penguatan budaya keselamatan, serta peningkatan komunikasi dan ketanggapan tenaga kesehatan.</p> Erika Ayu Dwi Agustin, Frengki Apryanto, Wenny Rahmawati Copyright (c) 2026 Erika Ayu Dwi Agustin, Frengki Apryanto, Wenny Rahmawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/430 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Dukungan Orang Tua Terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Yang Mengalami Cyberbullying https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/433 <p><em>Cyberbullying</em> dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis remaja. Dukungan orang tua merupakan salah satu faktor yang dapat membantu remaja dalam menghadapi dampak tersebut melalui dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan orang tua dengan kesejahteraan psikologis remaja yang mengalami <em>cyberbullying</em>.<strong> Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan kesejahteraan psikologis remaja yang mengalami <em>cyberbullying</em> di SMA Widyagama Kota Malang. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah remaja yang mengalami <em>cyberbullying</em> di SMA Widyagama Malang. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan orang tua dan kuesioner kesejahteraan psikologis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Somers' d</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan orang tua dalam kategori sedang (51,1%), sedangkan kesejahteraan psikologis sebagian besar berada pada kategori tinggi. Hasil uji <em>Spearman Rank</em> menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara dukungan orang tua dengan kesejahteraan psikologis (r=0,724; p=0,000).<strong> Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara dukungan orang tua dengan kesejahteraan psikologis remaja yang mengalami <em>cyberbullying</em>.</p> Difa Kurnia Sari, Ari Damayanti Wahyuningrum, Yuniar Angelia Puspadewi Copyright (c) 2026 Difa Kurnia Sari, Ari Damayanti Wahyuningrum, Yuniar Angelia Puspadewi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/433 Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 +0800 Keselamatan Pasien melalui Lensa Lingkungan: Persepsi Mahasiswa Berdasarkan Teori Keperawatan Model Konservasi Myra Levine https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/437 <p>Keselamatan pasien masih menjadi tantangan global yang memerlukan dukungan lingkungan klinis optimal. Mahasiswa keperawatan berperan penting dalam pembentukan budaya keselamatan sejak masa pendidikan klinik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa keperawatan terhadap peran lingkungan dalam mendukung keselamatan pasien berdasarkan Model Konservasi Myra Levine. Studi kuantitatif deskriptif berdesain survei ini melibatkan 107 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur empat domain konservasi: energi, integritas struktural, integritas personal, dan integritas sosial dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan persepsi mahasiswa secara keseluruhan sangat positif. Domain Integritas Personal memperoleh skor rata-rata tertinggi (4,36 ± 0,31), diikuti Integritas Sosial (4,31 ± 0,33) dan Integritas Struktural (4,26 ± 0,34) dengan kategori sangat baik. Sebaliknya, Konservasi Energi mencatat skor terendah (4,19 ± 0,37) dengan kategori baik. Kesimpulannya, lingkungan praktik dinilai sangat baik dalam menghormati martabat pasien dan mendukung kerja sama tim, namun aspek kenyamanan fisik lingkungan perlu ditingkatkan guna mengoptimalkan pemulihan energi pasien. Pengintegrasian model teori keperawatan dalam kurikulum klinik serta audit fasilitas secara berkala direkomendasikan untuk meningkatkan keselamatan pasien.</p> Erwan Ahmad, Dwi Nopriyanto, Pratiwi Christa Simarmata, Bahtiar Bahtiar Copyright (c) 2026 Erwan Ahmad, Dwi Nopriyanto, Pratiwi Christa Simarmata, Bahtiar Bahtiar https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/437 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Waktu Tunggu Obat Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Farmasi Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/440 <p><strong>Belakang</strong> Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya waktu tunggu pelayanan obat yang belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kementerian Kesehatan, yaitu ?30 menit untuk obat non racikan dan ?60 menit untuk obat racikan. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara waktu tunggu obat dengan kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Populasi berjumlah 56.491 pasien rawat jalan, dengan sampel 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan SPSS 29. Uji normalitas menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,200 (&gt;0,05), sehingga data residual berdistribusi normal. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r sebesar 0,914 dengan signifikansi &lt;0,001 (p&lt;0,05), menunjukkan hubungan yang sangat kuat, positif, dan signifikan antara waktu tunggu obat dengan kepuasan pasien. Sebagian besar responden masih merasakan waktu tunggu pelayanan obat yang cukup lama, terutama pada resep racikan, sehingga turut berkontribusi pada tingkat kepuasan yang belum optimal, khususnya pada dimensi daya tanggap dan keandalan pelayanan. Semakin singkat waktu tunggu pelayanan obat, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi, sehingga waktu tunggu dapat dikatakan sebagai faktor dominan yang memengaruhi kepuasan pasien rawat jalan. Efisiensi waktu tunggu perlu terus ditingkatkan melalui digitalisasi sistem peresepan, penambahan tenaga kefarmasian, serta optimalisasi alur pelayanan agar mutu pelayanan farmasi dan kepuasan pasien tetap terjaga. Hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan obat merupakan aspek penting dalam membentuk kepuasan pasien rawat jalan.</p> Devia Nabilla Putri, Renny Afriany, Erna Elfrida Copyright (c) 2026 Devia Nabilla Putri, Renny Afriany, Erna Elfrida https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/440 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Dukungan Guru Terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Yang Mengalami Cyberbullying https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/445 <p>Cyberbullying salah satu bentuk perundungan melalui media digital dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis remaja, seperti menurunnya penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Salah satu faktor yang berperan dalam membantu remaja menghadapi dampak tersebut adalah dukungan guru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 responden dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Dukungan guru dalam kategori tinggi sebanyak 32 responden (74,4%) dan kesejahteraan psikologis kategori tinggi sebanyak 27 responden (62,8%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,744, menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara dukungan guru dengan kesejahteraan psikologis remaja yang mengalami cyberbullying. Semakin tinggi dukungan guru yang diterima, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis remaja. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan guru dengan kesejahteraan psikologis remaja yang mengalami cyberbullying.</p> Kevia Naswa Ainur Rohma, Ari Damayanti Wahyuningrum , Waifti Amalia Copyright (c) 2026 Kevia Naswa Ainur Rohma, Ari Damayanti Wahyuningrum , Waifti Amalia https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/445 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0800 Edukasi Kesehatan Tentang Anemia Pada Remaja Putri di Dusun Pengeot Desa Kelebuh https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/448 <p>Anemia pada remaja putri merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat memengaruhi kondisi fisik, konsentrasi belajar, dan produktivitas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai anemia serta upaya pencegahannya melalui edukasi kesehatan di Dusun Pengeot, Desa Kelebuh. Pelaksanaan menggunakan pendekatan studi kasus melalui tahapan asuhan kebidanan komunitas yang meliputi pengkajian, interpretasi data, identifikasi masalah, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Sasaran utama adalah Nn. N berusia 15 tahun dengan anemia sedang. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, pengukuran antropometri, tanda-tanda vital, dan pemeriksaan kadar hemoglobin. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan mudah lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan pusing, disertai konjungtiva pucat serta kadar hemoglobin 10,5 g/dL. Intervensi meliputi edukasi mengenai anemia, pemenuhan nutrisi terutama sumber zat besi dan vitamin C, pemberian serta edukasi konsumsi tablet tambah darah (TTD), pola istirahat, dan penguatan dukungan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa klien memahami materi yang diberikan, bersedia mengonsumsi TTD secara teratur, memperbaiki pola makan, menerapkan pola istirahat yang cukup, dan melakukan kunjungan ulang sesuai anjuran. Edukasi kesehatan berbasis keluarga dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pencegahan anemia.</p> Dina Mariana, Omiati Natalia, Meitia Herawati Copyright (c) 2026 Dina Mariana, Omiati Natalia, Meitia Herawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/448 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0800 Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Pada Masyarakat Pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo Kota Kendari 2025 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/449 <p>Permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan dan kesehatan masyarakat yang serius. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, Indonesia menghasilkan lebih dari 34 juta ton sampah per tahun, namun sekitar 40% sampah masih belum terkelola dengan baik.. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengelolaan sampah pada masyarakat pesisir Kelurahan Petoaha Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan rancangan <em>cross-sectional</em>. Populasi seluruh kepala keluarga di wilayah pesisir Kelurahan Petoaha sebanyak 585 KK, sampel 96 responden dengan teknik <em>proportional random sampling</em>. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistik <em>Chi-Square </em>dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pengelolaan sampah kurang 53,1%, pengetahuan kurang 66,7%, sikap negatif 51,0%, ketersediaan fasilitas tidak tersedia 63,5%, dan peran petugas kesehatan kurang 74,0%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p-value=0,005), sikap (p-value=0,008), ketersediaan fasilitas (p-value=0,030), dan peran petugas kesehatan (p-value=0,026) dengan perilaku pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dan peran petugas kesehatan berhubungan dengan perilaku pengelolaan sampah pada masyarakat pesisir Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo Kota Kendari Tahun 2026.</p> Andi Anindyah Artanty, Yusuf Sabilu , Yasnani Copyright (c) 2026 Andi Anindyah Artanty, Yusuf Sabilu , Yasnani https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/449 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0800 Strategi Pengembangan Berbasis Ekonomi Syariah untuk Moringa Oleifera sebagai Bahan Baku Farmasi Halal Unggulan https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/453 <p>. Pertumbuhan eksponensial pasar farmasi halal global dihadapkan pada tantangan krusial, yaitu kelangkaan bahan baku yang terjamin kehalalannya secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Penelitian ini menawarkan solusi inovatif dengan mengajukan model strategi pengembangan berbasis ekonomi syariah untuk Moringa oleifera, tanaman berkhasiat tinggi yang dikenal sebagai "pohon ajaib", guna memposisikannya sebagai bahan baku farmasi halal unggulan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merumuskan sebuah kerangka kerja strategis yang tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah di seluruh rantai nilai mulai dari budidaya, pascapanen, ekstraksi, hingga distribusi tetapi juga mengoptimalkan potensi farmasetik Moringa oleifera yang kaya akan antioksidan, anti-inflamasi, dan nutrisi esensial lainnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis konseptual, penelitian ini mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi syariah seperti keadilan transparansi dan kemaslahatan dalam model bisnis yang berkelanjutan. Hasil yang diharapkan adalah sebuah model pengembangan agribisnis farmasi yang tidak hanya menjamin integritas halal produk akhir, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan melalui pemberdayaan petani lokal dan peningkatan daya saing industri farmasi nasional. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan menjembatani potensi sumber daya alam lokal dengan kebutuhan pasar global melalui lensa ekonomi syariah, serta menawarkan cetak biru bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam penyediaan bahan baku farmasi halal dunia.</p> Dewi Natalia Sri Harmoni, Munawir, Mashur Copyright (c) 2026 munawir munawir, Dewi Natalia Sri Harmoni, munawir, Mashur https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/453 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Intervensi Oral Hygiene pada Pasien dengan Ventilator Mekanik untuk Menurunkan Risiko Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) di ICU/ICCU: Tinjauan Pustaka https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/454 <p>Background: Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) is one of the most common nosocomial infections in patients receiving mechanical ventilation in ICU/ICCU settings and contributes to increased mortality, length of stay, and healthcare costs. Oral hygiene is considered an important intervention for preventing VAP by reducing bacterial colonization in the oral cavity and respiratory tract. Aim: This study aimed to identify the effectiveness of various oral hygiene interventions in mechanically ventilated patients to reduce the risk of VAP in ICU/ICCU settings. Method: The method used was a literature review by searching articles from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases published between 2021–2026 using the PRISMA guideline. Result: The review results showed that various oral hygiene methods, including chlorhexidine use, toothbrushing, oral care bundles, suction sponge swabs, Professional Oral Hygiene Care (POHC), and propolis application, were effective in improving oral hygiene status, reducing bacterial colonization, and decreasing VAP incidence among mechanically ventilated patients. Chlorhexidine remains the most recommended oral care agent; however, propolis has shown potential as an effective natural alternative. Routine, standardized, and evidence-based oral hygiene implementation is essential to improve the quality of critical care management in ICU/ICCU patients</p> Robertus Rebon, Ratih Arum Vatmasari, Syahrun, R. Rexsi Chrisdinatha Putera, Lailaturohmah Kurniawati, Amalia Mastuty, Muhammad Ardianto Rodin Copyright (c) 2026 Robertus Rebon, Ratih Arum Vatmasari, Syahrun, R. Rexsi Chrisdinatha Putera, Lailaturohmah Kurniawati, Amalia Mastuty, Muhammad Ardianto Rodin https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/454 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Lingkungan Terhadap Perilaku Merokok Di Smp Negeri 12 Kota Jambi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/456 <p>Perilaku merokok pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan dan meningkatkan risiko ketergantungan nikotin. Perilaku merokok pada remaja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pengetahuan, sikap, teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, teman sebaya, lingkungan keluarga, dan guru di lingkungan sekolah terhadap perilaku merokok pada siswa SMP Negeri 12 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 12 Kota Jambi yang berjumlah 801 siswa pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian berjumlah 96 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>stratified random sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat untuk menggambarkan distribusi setiap variabel dan analisis bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan perilaku merokok. Hasil penelitian akan menggambarkan distribusi pengetahuan, sikap, pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan peran guru serta menganalisis hubungan masing-masing variabel tersebut dengan perilaku merokok pada siswa SMP Negeri 12 Kota Jambi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa SMP Negeri 12 Kota Jambi dan menjadi dasar bagi pihak sekolah serta pihak terkait dalam merancang upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja.</p> Fadhil Abdullah Basuki, Dwi Noerjoedianto, Herwansyah Copyright (c) 2026 Fadhil Abdullah Basuki, Dwi Noerjoedianto, Herwansyah https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/456 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Integrasi Pengukuran Lingkungan Kerja dan Parameter Fisiologis Berbasis Smartwatch untuk Mengidentifikasi Stres Kerja pada Pekerja Industri https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/459 <p>&nbsp;Stres kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja fisik dan faktor fisiologis pekerja. Pemanfaatan <em>smartwatch</em> memungkinkan pemantauan kondisi fisiologis pekerja secara <em>real-time</em> sebagai upaya mendukung program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lingkungan kerja fisik dan faktor fisiologis berbasis <em>smartwatch</em> dengan tingkat stres kerja pada pekerja di industri petrokimia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 107 pekerja. Variabel lingkungan kerja fisik meliputi suhu, kelembapan, dan kebisingan, sedangkan faktor fisiologis meliputi detak jantung, saturasi oksigen (SpO?), kalori terbakar, dan langkah kaki yang diukur menggunakan <em>smartwatch</em>. Tingkat stres kerja diukur menggunakan kuesioner berdasarkan Permenaker RI Nomor 5 Tahun 2018 dan dianalisis menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami stres kerja ringan (48,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kelembapan (<em>p-value</em> = 0,029), kebisingan (<em>p-value</em> = 0,001), masa kerja (<em>p-value</em> = 0,022), dan konsumsi obat (<em>p-value</em> = 0,016) dengan tingkat stres kerja. Sementara itu, suhu (<em>p-value</em> = 0,167), detak jantung (<em>p-value</em> = 0,807), saturasi oksigen (<em>p-value</em> = 0,080), kalori terbakar (<em>p-value</em> = 0,956), dan langkah kaki (<em>p-value</em> = 0,864) tidak berhubungan dengan tingkat stres kerja. Disimpulkan bahwa kelembapan, kebisingan, masa kerja, dan konsumsi obat merupakan faktor yang berhubungan dengan tingkat stres kerja pada pekerja di industri petrokimia. Disarankan agar perusahaan meningkatkan pengendalian lingkungan kerja serta melakukan pemantauan kesehatan pekerja secara berkala untuk mencegah terjadinya stres kerja.</p> <p>&nbsp;</p> Rifdah Kamilia, Arie Anggara, Samat NR, Imron Copyright (c) 2026 Rifdah Kamilia, Arie Anggara, Samat NR, Imron https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/459 Wed, 07 Oct 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Struktur, Proses Dan Hasil Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien BPJS Di Puskesmas Rumbia Kabupaten Bombana Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/460 <p>Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, terutama pada pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas. Meningkatnya cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menuntut fasilitas pelayanan kesehatan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan struktur (structure), proses (process), dan hasil (outcome) pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Rumbia Kabupaten Bombana Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien BPJS yang memperoleh pelayanan kesehatan di Puskesmas Rumbia sebanyak 655 pasien, dengan sampel sebanyak 84 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berdasarkan model Donabedian yang mengukur dimensi struktur, proses, hasil pelayanan, serta kepuasan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0,05). menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara struktur pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS (p=0,000), terdapat hubungan yang bermakna antara proses pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS (p=0,003), dan terdapat hubungan yang bermakna antara hasil pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS (p=0,002). Ketiga hubungan tersebut menunjukkan kecenderungan positif, yaitu semakin baik struktur, proses, dan hasil pelayanan kesehatan yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien BPJS. bahwa dimensi struktur, proses, dan hasil pelayanan kesehatan berhubungan secara signifikan dengan kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Rumbia Kabupaten Bombana. Oleh karena itu, Puskesmas diharapkan terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, kompetensi tenaga kesehatan, mutu proses pelayanan, serta evaluasi hasil pelayanan secara berkelanjutan guna meningkatkan kepuasan pasien</p> Sely Marselina, Fikki Prasetya, Hilda Harun Copyright (c) 2026 Sely Marselina, Fikki Prasetya, Hilda Harun https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/460 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Implementasi Kebijakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bagi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/461 <p>Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu intervensi gizi spesifik yang dilaksanakan pemerintah untuk mengatasi masalah gizi pada balita. Keberhasilan implementasi program dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari, pelaksanaan PMT masih menghadapi beberapa kendala, terutama pada aspek operasional, sehingga perlu dilakukan analisis implementasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas pengelola program gizi, tenaga kesehatan, kader, dan pihak terkait dalam pelaksanaan PMT. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model analisis interaktif, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek komunikasi telah berjalan dengan baik melalui kegiatan sosialisasi, koordinasi, dan penyampaian informasi kepada pelaksana maupun sasaran sesuai Petunjuk Teknis PMT Lokal Tahun 2025. Aspek disposisi pelaksana menunjukkan komitmen yang baik dalam menjalankan program, sedangkan struktur birokrasi telah didukung oleh standar operasional prosedur dan pembagian tugas yang jelas. Namun demikian, aspek sumber daya belum sepenuhnya memadai, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana pengolahan PMT sehingga sebagian kader masih menggunakan peralatan pribadi dalam pelaksanaan program. Implementasi kebijakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari pada aspek komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi telah sesuai dengan Petunjuk Teknis PMT Lokal Tahun 2025. Namun, aspek sumber daya masih memerlukan penguatan, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung agar pelaksanaan program dapat berlangsung lebih optimal.</p> Rahma Fauziyah, Fithria, Agnes Mersatika Hartoyo Copyright (c) 2026 Rahma Fauziyah, Fithria, Agnes Mersatika Hartoyo https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/461 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Pengetahuan, Paparan Media Sosial, Peran Teman Sebaya, dan Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja di Kawasan Wisata Batu Layar https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/464 <p> Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit infeksi yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. IMS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Dunia dan Indonesia. Infeksi menular seksual perlu untuk mendapat perhatian semua pihak mengingat dampaknya di masyarakat terutama bagi remaja. Remaja rentan terhadap penyakit menular seksual karena pada masa remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, pengetahuan kurang, perilaku selama masa remaja, faktor sosial, dan lingkungan. Perilaku seksual menentukan awal terjadinya permasalahan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, paparan media sosial, peran teman sebaya, dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja di kawasan wisata Batu Layar. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan rancangan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian ini adalah remaja SMK Negeri 1 Batu Layar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>proportionate </em><em>stratified random sampling</em>. Data yang diperoleh, dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan <em>Chi Square</em>. <strong> </strong>Hasil penelitian ini menunjukkan responden yang memiliki pengetahuan kurang 71 orang (74,7%), paparan media sosial kurang 54 orang (56.8%), Peran teman sebaya kurang 54 orang (56.8%), dan perilaku pencegahan IMS kurang 66 orang (69.5%). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan IMS (p-<em>value</em> =0,000), paparan media sosial dengan perilaku pencegahan IMS. Berdasarkan nilai (p-<em>value</em> =0,014), peran teman sebaya dengan perilaku pencegahan IMS (p-<em>value</em> = 0,007). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, paparan media sosial, dan peran teman sebaya dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja di kawasan wisata Batu Layar.</p> Muhammad Akhlakul Karim, Dewi Utary, Abdillah Adipatria Budi Azhar, I Putu Artana Copyright (c) 2026 Muhammad Akhlakul Karim, Dewi Utary, Abdillah Adipatria Budi Azhar, I Putu Artana https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/464 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0800 Efektivitas Penerapan Aplikasi Mobile Jkn Dalam Meminimalisir Tingkat Antrian Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/359 <p>Perkembangan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan mendorong penggunaan aplikasi Mobile JKN untuk meningkatkan efisiensi layanan dan mengurangi antrian. Namun, pemanfaatannya di Puskesmas Simpang Kawat masih belum optimal karena rendahnya pemahaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan aplikasi Moble JKN dalam meminimalisir antrian pasien rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Jumlah populasi sebanyak 4.185 dengan sampel berjumlah 98 responden dipilih secara<em> purposive sampling</em>, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dalam rentang waktu 29 januari hingga 9 februari dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Mobile JKN berada pada kategori sangat efektif dengan nilai persentase efektivitas sebesar 88%, yang diperoleh dari skor riil sebesar 8.185 dan skor harapan sebesar 9.310. Menunjukkan bahwa penggunaan Mobile JKN mampu mengurangi antrian pasien pada pelayanan kesehatan. Dengan demikian, penerapan aplikasi Mobile JKN mampu meningkatkan efisiensi pelayanan dan membantu mengurangi antrian pasien, namun masih diperlukan peningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatannya lebih optimal.</p> Ramalia Wahyudi, Listautin, Samsinar Copyright (c) 2026 Ramalia Wahyudi, Listautin, Samsinar https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/359 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Peningkatan Berat Badan Dan Kualitas Fungsi Seksual Dengan Lama Penggunaan KB Suntik Progestin https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/290 <p>Penggunaan suntikan progestin sebagai alat kontrasepsi adalah salah satu cara perlindungan keluarga yang popular, Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan penambahan berat badan, namun efek samping lain yaitu gangguan fungsi seksual menjadi perhatian penting. Menganalisis hubungan antara peningkatan berat badan dan kualitas fungsi seksual dengan lama penggunaan KB suntik progestin di TPMB Dyah Febriani Kabupaten Sleman. Studi ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan yang bersifat observasional serta rancangan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 33 orang pengguna KB suntik progestin. Mayoritas responden tergolong dalam kelompok usia yang aman (20–35 tahun) dan berstatus multipara. Mayoritas mengalami penambahan berat badan dalam kategori tidak normal (69,7%), dan 20 orang (60,6%) yang tidak mengalami gangguan fungsi seksual. Adanya hubungan yang bermakna antara lama penggunaan KB suntik progestin dengan peningkatan berat badan (p = 0,01) dan kualitas fungsi seksual (p = 0,047). Makin panjang durasi pemakaian KB suntik progestin, makin besar risiko terjadinya penambahan berat badan dan penurunan kualitas fungsi seksual</p> Halmawati, Ester Ratnaningsih Copyright (c) 2026 Halmawati, Ester Ratnaningsih https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/290 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Stres dan Hubungan dengan Ketidakaturan Siklus Menstuasi: Narrative Literature Review https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/308 <p>Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang banyak dialami perempuan usia reproduktif dan berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, khususnya keteraturan siklus menstruasi. Paparan stres yang berkepanjangan dapat mengganggu regulasi hormonal melalui mekanisme neuroendokrin sehingga memicu gangguan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres dan ketidakteraturan siklus menstruasi pada perempuan usia reproduktif berdasarkan hasil penelitian ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> terhadap artikel ilmiah periode 2020–2026 yang diperoleh melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci <em>stress, menstrual irregularity, HPA axis, cortisol,</em> dan <em>reproductive health</em>. Sebanyak 100 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan hubungan signifikan antara tingkat stres dan gangguan siklus menstruasi. Stres dapat mengaktifkan sumbu Hipotalamus–Pituitari–Adrenal (HPA) yang meningkatkan kadar kortisol sehingga mengganggu keseimbangan hormon reproduksi seperti GnRH, FSH, LH, estrogen, dan progesteron. Kesimpulannya, stres berperan penting terhadap ketidakteraturan menstruasi, sehingga pengelolaan stres diperlukan untuk menjaga kesehatan reproduksi perempuan.</p> Endah Khamelia, Dewi Purnamawati Copyright (c) 2026 Endah Khamelia, Dewi Purnamawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/308 Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0800 Determinan Gangguan Kesehatan Kronis Akibat Paparan Pestisida pada Petani Indonesia: Systematic Literature Review https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/321 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Paparan pestisida kronis pada petani Indonesia merupakan masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko berbagai penyakit kronis akibat akumulasi pajanan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik paparan spesifikasi, menganalisis determinan gangguan kesehatan kronis, serta mengusulkan efektivitas pencegahannya. Penelitian menggunakan metode </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Systematic Literature Review</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran artikel dilakukan berdasarkan data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dinilai menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan disintesis secara tematik. Sebanyak 18 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa spesies organofosfat merupakan jenis yang paling banyak digunakan dan secara konsisten berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan endokrin, metabolik, respirasi, kardiovaskular, dan neurobehavioral. Risiko tersebut dipengaruhi oleh masa kerja yang panjang, durasi penyemprotan yang tinggi, praktik pencampuran pestisida, rendahnya kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, serta higiene personal yang kurang baik. Sebaliknya, intervensi pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja terbukti meningkatkan perilaku kerja aman petani. Paparan kontaminasi kronis merupakan determinan multifaktorial gangguan kesehatan kronis pada petani Indonesia sehingga diperlukan penguatan program keselamatan dan kesehatan kerja melalui skrining kesehatan berkala, edukasi berkelanjutan, dan peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri.</span></span></p> Muhammad Miftah Farid, Dewi Purnamawati Copyright (c) 2026 Muhammad Miftah Farid, Dewi Purnamawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/321 Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0800 Identifikasi Bakteri Dengan Menggunakan Reaksi Uji Koefisien Venol https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/322 <p>Identifikasi bakteri merupakan salah satu tahapan penting dalam bidang mikrobiologi untuk mengetahui karakteristik dan sensitivitas bakteri terhadap zat antimikroba. Salah satu metode yang digunakan adalah reaksi uji koefisien fenol, yaitu metode yang bertujuan untuk membandingkan efektivitas daya bunuh suatu desinfektan terhadap bakteri dengan fenol sebagai standar. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi respons bakteri melalui pengamatan pertumbuhan bakteri setelah diberikan perlakuan desinfektan pada konsentrasi dan waktu tertentu. Metode penelitian meliputi persiapan media, inokulasi bakteri, pemberian larutan fenol dan desinfektan uji, serta pengamatan pertumbuhan bakteri setelah inkubasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai koefisien fenol dapat digunakan sebagai indikator kemampuan desinfektan dalam menghambat atau membunuh bakteri. Semakin tinggi nilai koefisien fenol, maka semakin efektif daya antibakteri desinfektan tersebut dibandingkan fenol. Reaksi uji koefisien fenol dapat digunakan sebagai metode identifikasi dan evaluasi efektivitas desinfektan terhadap pertumbuhan bakteri.</p> Suharyanisa, Widya Fitri, Julia Susanti, Yanti Musyawarah, Betharina br Tarigan, Nuranti Rumela, Yessica Naya Celia Manalu, Siti Dinda Mahfira, Nadya Rahmayana, Gressia Purnama Copyright (c) 2026 Suharyanisa, Widya Fitri, Julia Susanti, Yanti Musyawarah, Betharina br Tarigan, Nuranti Rumela, Yessica Naya Celia Manalu, Siti Dinda Mahfira, Nadya Rahmayana, Gressia Purnama https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/322 Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0800 Sustainable In Silico Discovery of Antihypertensive Agents from Papuan Red Fruit Compounds https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/324 <p><em>Hypertension remains a leading cause of cardiovascular morbidity and mortality worldwide, while the long-term use of angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEIs) is often associated with adverse effects, drug resistance, and high treatment costs, highlighting the need for safe and affordable natural alternatives. Pandanus conoideus (red fruit), an endemic Papuan plant rich in carotenoids, tocopherols, unsaturated fatty acids, and phenolic compounds, has demonstrated antioxidant and vasoprotective properties that may inhibit ACE activity. This study aimed to evaluate the ACE inhibitory potential of major carotenoids from P. conoideus using an in silico approach. Molecular docking and pharmacokinetic analyses were performed using BIOVIA Discovery Studio, AutoDockTools, and AutoDock Vina to prepare molecular structures, simulate ligand–receptor interactions, and visualize binding conformations. The results showed that ?-carotene, lutein, and capsanthin exhibited stronger binding affinities toward ACE (?8.4 to ?8.7 kcal/mol) than the reference drug captopril (?5.7 kcal/mol). Whereas captopril primarily formed hydrogen bonds with Arg522, carotenoids were stabilized mainly through hydrophobic and van der Waals interactions within the ACE catalytic pocket. Capsanthin demonstrated the most favorable binding configuration by forming additional hydrogen bonds with Phe102 and Gln120, suggesting greater binding stability. These findings indicate that carotenoids from Pandanus conoideus, particularly capsanthin, have promising potential as natural ACE inhibitors and warrant further in vitro and in vivo investigations to validate their antihypertensive efficacy and safety</em></p> Mitsla Chusnica Aulia As’ar, Siti Syahral Ain, Wisnu Gandhi Triwibowo, Nabil Athoillah Copyright (c) 2026 Mitsla Chusnica Aulia As’ar, Siti Syahral Ain, Wisnu Gandhi Triwibowo, Nabil Athoillah https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/324 Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0800 Korelasi Antara Tingkat Stres Kerja Perawat Dengan Penerapan Keselamatan Pasien Di Puskesmas Kota Batu https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/339 <p>Beban kerja yang tinggi, tekanan waktu, dan keterbatasan sumber daya berpotensi menurunkan konsentrasi serta kepatuhan perawat terhadap prosedur keselamatan pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres kerja perawat dengan penerapan keselamatan pasien di Puskesmas Kota Batu.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Kota Batu sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres kerja dan kuesioner penerapan keselamatan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami tingkat stres kerja tinggi sebanyak 19 orang (63,3%), sedangkan penerapan keselamatan pasien sebagian besar berada pada kategori patuh sebanyak 20 orang (66,7%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres kerja perawat dengan penerapan keselamatan pasien di Puskesmas Kota Batu (p = 0,048; r = 0,364), yang menunjukkan kekuatan hubungan positif pada kategori rendah hingga sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres kerja perawat dengan penerapan keselamatan pasien di Puskesmas Kota Batu. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya upaya pengelolaan stres kerja melalui pengaturan beban kerja, peningkatan dukungan organisasi, serta penguatan budaya keselamatan pasien untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.</p> Alfonsina Ijie, Frengky Apryanto, Petamah Copyright (c) 2026 Alfonsina Ijie, Frengky Apryanto, Petamah https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/339 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keracunan Makanan Pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Di SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/340 <p>Keracunan makanan merupakan masalah kesehatan yang serius dan perlu segera ditangani untuk mencegah penyebaran lebih lanjut serta menghindari kejadian serupa di masa depan. Gejala penyakit akibat makanan dapat berkisar dari ringan, seperti mual, muntah, nyeri perut, sakit kepala, diare, dehidrasi, dan rasa lemas, hingga kondisi yang lebih parah dan berisiko mengancam nyawa. Penelitian ini bertujuan <strong>&nbsp;</strong>untuk mengetahui&nbsp; faktor yang berhubungan dengan kejadian keracunan makanan pada program makanan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik&nbsp; dengan desain <em>cross sectional. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025 berjumlah 279 orang dengan jumlah sampel 100 responden yang ditentukan dengan rumus slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Stratified Random Sampling</em>. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner , kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-Square menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dan <em>Fisher Exact Test </em>menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan (<em>p value </em>0,024) dan jenis makanan (<em>p value </em>&nbsp;0,011) dengan kejadian keracunan makanan. Dan hasil uji <em>Fisher Exact Test </em>menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan mencuci tangan (<em>p value </em>1,000) dengan kejadian keracunan makanan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa faktor Pengetahuan dan jenis makanan berhubungan dengan kejadian keracunan makanan pada siswa SMA Negeri 7 Baubau tahun 2025.</p> Suci Putriana, Hariati Lestari, Nurhijrianti Akib Copyright (c) 2026 Suci Putriana, Hariati Lestari, Nurhijrianti Akib https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/340 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0800 Faktor Risiko Host, Lingkungan, dan Perilaku terhadap Kejadian Malaria pada Anak di Wilayah Tropis: A Systematic review https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/352 <p>Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama pada anak di wilayah tropis. Tinjauan sistematis ini bertujuan mensintesis faktor host, lingkungan, dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian malaria pada anak. Penelitian mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2021–2026. Dari 375 rekaman yang diidentifikasi, 31 duplikat dihapus, 344 rekaman disaring, 28 artikel dinilai secara <em>full text</em>, dan delapan studi memenuhi kriteria inklusi. Studi yang disertakan terdiri atas enam studi potong lintang, satu kohort dengan <em>nested case-control</em>, dan satu <em>case-control</em>, melibatkan 34.480 anak dari delapan negara di Afrika dengan prevalensi malaria 3,3%–65,9%. Faktor host yang paling konsisten meliputi usia anak yang lebih tua, riwayat malaria, etnis, pendidikan ibu yang rendah, dan kemiskinan. Faktor lingkungan meliputi tempat tinggal pedesaan, kedekatan dengan habitat vektor, kondisi rumah yang terbuka, dan tidak adanya kasa jendela. Faktor perilaku meliputi tidak menggunakan kelambu berinsektisida, tidak menerima<em> indoor residual spraying</em>, pencarian pengobatan tradisional, dan kurangnya informasi malaria. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi terpadu yang mencakup perlindungan personal, perbaikan rumah dan lingkungan, edukasi pengasuh, serta penargetan wilayah berisiko diperlukan untuk menurunkan beban malaria pada anak</p> Maria Christin Maryanto, Helena Rugun Nainggolan, Wanda Lucia Samosir, Teofillus Martin Telaumbanua, Reinhard Bungaran Lumban Raja, Windos Marbun Copyright (c) 2026 Maria Christin Maryanto, Helena Rugun Nainggolan, Wanda Lucia Samosir, Teofillus Martin Telaumbanua, Reinhard Bungaran Lumban Raja, Windos Marbun https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/352 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Kecamatan Klojen Kota Malang Tahun 2020 - 2024 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/353 <p>Banjir merupakan permasalahan perkotaan yang tingkat kerawanannya dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sosial ekonomi, dan teknis. Kerawanan banjir menunjukkan kondisi suatu wilayah berdasarkan potensi terdampak akibat kombinasi berbagai faktor penyebab banjir. Kecamatan Klojen, Kota Malang, mengalami 182 kejadian banjir selama tahun 2020 - 2024 sehingga diperlukan analisis tingkat kerawanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Klojen, Kota Malang, tahun 2020 - 2024 serta mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis spasial dengan metode <em>Multi-Criteria Decision Making</em> (MCDM) meliputi <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP) untuk pembobotan aspek dan parameter yaitu fisik lingkungan (curah hujan, hujan maksimum, dan elevasi), sosial ekonomi (kepadatan penduduk dan kepadatan bangunan), dan lingkungan teknis (kondisi saluran drainase, penggunaan lahan, dan ketersediaan RTH) serta <em>weighted overlay</em> untuk mengintegrasikan hasil pembobotan menjadi indeks kerawanan. Penelitian dilakukan pada 5 kelurahan dengan kejadian banjir tertinggi pada periode 2020 - 2024 di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Hasil menunjukkan tingkat kerawanan banjir didominasi oleh aspek sosial ekonomi dan lingkungan teknis, dengan bobot global masing-masing 0,471. Parameter dominan adalah kepadatan bangunan (0,392) dan penggunaan lahan (0,314). Kelima kelurahan berada pada tingkat kerawanan sedang dengan indeks 0,41 - 0,47. Kauman dan Bareng memiliki prioritas kerawanan tertinggi dengan jumlah kejadian banjir masing-masing sebanyak 10 kejadian dan 77 kejadian selama tahun 2020 - 2024.</p> Abdillah Ramadhani, Beni Hari Susanto, Yusup Saktiawan Copyright (c) 2026 Abdillah Ramadhani, Beni Hari Susanto, Yusup Saktiawan https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/353 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Perbedaan Pemberian Esktrak Pisang Kepok Mengkal (Musa Paradasiaca L.) Dan Sagu (Metroxylon Sp.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit BALB/c https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/354 <p>Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu upaya pengendalian kadar glukosa darah dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal yang mengandung pati resisten dan serat, seperti pisang kepok mengkal <em>(Musa paradisiaca L.)</em> dan sagu <em>(Metroxylon sp.).</em> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh pemberian ekstrak pisang kepok mengkal dan ekstrak sagu terhadap kadar glukosa darah pada mencit BALB/c. Penelitian ini merupakan <em>true experimental</em> dengan rancangan <em>control group design</em> menggunakan 28 ekor mencit BALB/c jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kelompok ekstrak pisang kepok mengkal, dan kelompok ekstrak sagu. Analisis data menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan Post-Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok (p&lt;0,05). Pemberian ekstrak pisang kepok mengkal menurunkan kadar glukosa darah sebesar 141,7 mg/dL, sedangkan ekstrak sagu menurunkan kadar glukosa darah sebesar 187,7 mg/dL. Hasil uji Post-Hoc LSD menunjukkan ekstrak sagu memberikan penurunan kadar glukosa darah yang lebih besar dibandingkan ekstrak pisang kepok mengkal. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh pemberian ekstrak pisang kepok mengkal dan ekstrak sagu terhadap kadar glukosa darah pada mencit BALB/c.</p> Chusnul Fharadilla Gaha, Lisnawaty, Paridah Copyright (c) 2026 Chusnul Fharadilla Gaha, Lisnawaty, Paridah https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/354 Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0800 Pengaruh Perencanaan Pengadaan Obat Terhadap Ketersediaan Stok Obat Di Puskesmas Talang Banjar https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/355 <p>Perencanaan pengadaan obat merupakan tahap strategis dalam pengelolaan obat di puskesmas karena menjadi dasar bagi seluruh proses pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian. Data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) Puskesmas Talang Banjar Kota Jambi tahun 2025 menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan antara jumlah pengadaan dan pemakaian obat antarperiode, yang mengindikasikan adanya ketidakstabilan stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perencanaan pengadaan obat terhadap ketersediaan stok obat di Puskesmas Talang Banjar, baik secara parsial, simultan, maupun besarnya pengaruh yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan ex post facto dan sifat analitik korelasional. Data yang digunakan merupakan data sekunder LPLPO bulanan periode Januari–Desember 2025, dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 12 titik data pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,049 (&lt;0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Nilai koefisien regresi sebesar 0,419 menunjukkan bahwa perencanaan pengadaan obat berpengaruh positif terhadap ketersediaan stok obat. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,335 menunjukkan bahwa variabel perencanaan pengadaan obat mampu menjelaskan 33,5% variasi ketersediaan stok obat, sedangkan 66,5% sisanya dipengaruhi faktor lain. Disimpulkan bahwa perencanaan pengadaan obat berperan penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan stok obat di Puskesmas Talang Banjar.</p> Puti Adinda Fitriani, Reny Pordaningsih, Erna Elfrida Simanjuntak Copyright (c) 2026 Puti Adinda Fitriani, Reny Pordaningsih, Erna Elfrida Simanjuntak https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/355 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Ketepatan Waktu Pengembalian Rekam Medis Di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/356 <p>Ketepatan waktu pengembalian rekam medis merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit. namun, keterlambatan pengembalian rekam medis masih menjadi permasalahan yang dapat menghambat proses pengelolaan rekam medis dan memengaruhi mutu pelayanan kesehatan. salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan ketepatan waktu pengembalian rekam medis adalah motivasi kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perawat dengan ketepatan waktu pengembalian rekam medis di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi<strong>. </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh perawat ruang rawat inap RSUD Raden Mattaher Kota Jambi yang berjumlah 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>total sampling</em>, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 86 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki motivasi kerja kategori tinggi, yaitu sebanyak 81 responden (94,2%), sedangkan 67 responden (77,9%) mengembalikan rekam medis tepat waktu. Hasil uji <em>Spearman Rank</em> menunjukkan nilai <strong>p-value = 0,000 (p &lt; 0,05)</strong> dengan koefisien korelasi <strong>(r) = 0,448</strong>, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja perawat, semakin besar kecenderungan pengembalian rekam medis dilakukan secara tepat waktu di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi.</p> Putri Damai Yanti, Listautin, Rosdawati Copyright (c) 2026 Putri Damai Yanti, Listautin, Rosdawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/356 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Pengaruh Penerapan SIMRS Terhadap Efisiensi Pelayanan Administrasi Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Provinsi Jambi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/357 <p>Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sistem informasi terintegrasi yang berperan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan administrasi di rumah sakit. Penerapan SIMRS diharapkan mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan akurasi data, serta mengurangi kesalahan pencatatan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala, seperti gangguan sistem yang dapat memperlambat pelayanan administrasi. Urgensi penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah kunjungan pasien di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi sekitar 100 pasien per hari sehingga rumah sakit dituntut memberikan pelayanan administrasi yang cepat, tepat, dan efisien melalui pemanfaatan SIMRS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan SIMRS terhadap efisiensi pelayanan administrasi pasien di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>explanatory research</em>. Populasi penelitian adalah seluruh petugas administrasi yang menggunakan SIMRS sebanyak 104 orang, dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMRS sebagian besar berada pada kategori baik (74%), sedangkan efisiensi pelayanan administrasi juga berada pada kategori sangat baik (88%). Namun, hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan SIMRS terhadap efisiensi pelayanan administrasi pasien (<em>p-value</em> = 0,709 &gt; 0,05). Disimpulkan bahwa efisiensi pelayanan administrasi tidak hanya dipengaruhi oleh penerapan SIMRS, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kompetensi sumber daya manusia, kualitas jaringan, sarana dan prasarana, beban kerja, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur.</p> Stevany Marta Uli, Listautin, Samsinar Copyright (c) 2026 Stevany Marta Uli, Listautin, Samsinar https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/357 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Pengaruh Program Promosi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/358 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama karena dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Program promosi kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien hipertensi agar patuh menjalani pengobatan sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program promosi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Putri Ayu. Penelitian ini menggunakan metode <em>kuantitatif</em> dengan desain <em>cross sectional</em> dan bersifat <em>deskriptif analitik</em>. Populasi penelitian berjumlah 978 pasien hipertensi dengan sampel sebanyak 91 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala <em>Likert</em>, sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program promosi kesehatan berada pada kategori baik sebanyak 84 responden (92,3%), sedangkan kepatuhan pengobatan berada pada kategori patuh sebanyak 88 responden (96,7%). Hasil uji <em>Spearman Rank</em> diperoleh nilai <em>p-value</em> sebesar 0,597 (&gt;0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,056 yang menunjukkan hubungan positif dengan tingkat keeratan sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara program promosi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Putri Ayu.</p> Putri Natali Simalango, Listautin, Fransiska Sitepu Copyright (c) 2026 Putri Natali Simalango, Listautin, Fransiska Sitepu https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/358 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Ketidaksesuaian Job Description Dengan Kualitas Kerja Tenaga Kesehatan Di BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/277 <p>Ketidaksesuaian job description berpotensi menurunkan efisiensi kerja, meningkatkan risiko kesalahan pelayanan, serta memengaruhi capaian program kesehatan. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ketidaksesuaian deskripsi kerja dapat berdampak pada efektivitas pelayanan, produktivitas, dan kualitas kinerja tenaga kesehatan.Penelitian ini <em>bertujuan</em> Untuk mengetahui Hubungan Ketidaksesuaian <em>Job Description</em> dengan Kualitas Kerja Tenaga Kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross sectional,. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di BLUD UPTD Puskesmas Mekar sebanyak 84 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi masing-masing variabel dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil: Dari 84 responden, sebanyak 70,2% memiliki kualitas kerja tinggi. Uji Fisher’s Exact menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja berlebih atau kurang, kesenjangan keterampilan dan kompetensi, serta tumpang tindih tugas dan tanggung jawab kerja dengan kualitas kerja tenaga kesehatan di Puskesmas Mekar Kota Kendari (?=0,000; p&lt;0,05). kesesuaian pembagian tugas, kompetensi yang memadai, dan pengelolaan beban kerja yang proporsional merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas kerja tenaga kesehatan</p> Bunga Julvana Lumele, Siti Rabbani Karimuna, Rahman Copyright (c) 2026 Bunga Julvana Lumele, Siti Rabbani Karimuna, Rahman https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/277 Fri, 25 Sep 2026 00:00:00 +0800 Studi Kualitatif Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Pengelolaan Obat Di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/360 <p>Pengelolaan obat yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin ketersediaan, mutu, dan keamanan obat di fasilitas kesehatan. Kepatuhan petugas dalam melaksanakan pengelolaan obat sesuai standar operasional prosedur sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki. Namun, berbagai faktor internal dan eksternal dapat memengaruhi pengetahuan serta kepatuhan petugas dalam pengelolaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan terhadap kepatuhan pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petugas yang terlibat dalam pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, member check, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petugas mengenai perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pencatatan, dan pendistribusian obat tergolong baik sehingga mendukung pelaksanaan pengelolaan obat sesuai ketentuan yang berlaku. Faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan dan kepatuhan meliputi latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan, motivasi, ketersediaan anggaran, serta sarana dan prasarana pendukung. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan anggaran dan fasilitas penyimpanan yang belum sepenuhnya memenuhi standar. Meskipun demikian, petugas tetap berupaya menjaga kepatuhan melalui koordinasi, pencatatan yang baik, dan pemanfaatan sistem pelaporan yang tersedia. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik berkontribusi terhadap meningkatnya kepatuhan pengelolaan obat, namun perlu didukung oleh peningkatan sarana, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan manajemen untuk mengoptimalkan pelaksanaan pengelolaan obat.</p> Nazwa Edsa Saprilia, Yeyen Gustina Irawan, Listautin Copyright (c) 2026 Nazwa Edsa Saprilia, Yeyen Gustina Irawan, Listautin https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/360 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Efektivitas Aromaterapi Peppermint Sebagai Terapi Non Farmakologis Untuk Mengurangi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Tongkuno Kabupaten Muna https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/362 <p>Emesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah yang berlebihan pada masa kehamilan, yang dapat menyebabkan dehidrasi, kekurangan nutrisi,penurunan berat badan dan menggaggu aktivitas harian. Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun, ketika emesis gravidarum terjadi, asupan&nbsp; nutrisi ibu dapat menurun sehingga berpotensi menghambat perkembangan janin dan membahayakan kesehatannya. &nbsp;Tujuan Penelitian ini untuk Mengetahui efektifitas aromaterapi peppermint dengan penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja puskesmas tongkuno kabupaten muna. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-exsperimental dan menggunakan rancanngan one-grup pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah di Puskesmas Tongkuno sebanyak 41 ibu.&nbsp; Total sampling dalam penelitian ini sebanyak 41 ibu, hamil dimana seluruh populasi di jadikan sebagai sampel. Metode analisis menggunakan uji statistik uji paried sampel t-test yakni membandingkan data sebelum dan sesudah seduhan peppermint, dan di peroleh mean perbedaan pretest dan postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebelum diberikan aromaterapi peppermint, sebagian besar ibu hamil trimester I mengalami emesis gravidarum dengan tingkat keparahan sedang hingga berat berdasarkan hasil pengukuran menggunakan kuisioner PUQE-24. Setelah diberikan aromaterapi peppermint selama masa intervensi, terjadi penurunan tingkat keparahan emesis gravidarum, dimana sebagian besar responden mengalami penurunan ferekunsi dan intensitas mual muntah dibandingkan sebelum intervensi. Hasi uji stastistik paired sampel t-test menunjukan nilai p value =0,000 [p&lt;0,05], sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint.</p> Yulli Fety, Wa Ode Astika, Apriyanti Copyright (c) 2026 Yulli Fety, Wa Ode Astika, Apriyanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/362 Sun, 20 Sep 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Bauran Pemasaran 7P Dengan Loyalitas Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Babat https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/363 <p>Loyalitas pasien merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungan dan daya saing rumah sakit. Loyalitas pasien tidak hanya tercermin dari keinginan untuk kembali menggunakan layanan rumah sakit, tetapi juga dari kesediaan pasien untuk merekomendasikan layanan kepada orang lain. Data kunjungan pasien rawat jalan di RSU Muhammadiyah Babat menunjukkan adanya fluktuasi jumlah kunjungan pasien lama dari bulan ke bulan, yang mengindikasikan adanya permasalahan dalam mempertahankan loyalitas pasien. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi loyalitas pasien adalah bauran pemasaran 7P yang meliputi produk <em>(product),</em> harga <em>(price),</em> tempat <em>(place), </em>promosi <em>(promotion),</em> orang <em>(people),</em> proses <em>(process),</em> dan bukti fisik <em>(physical evidence)</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran 7P dengan loyalitas pasien di RSU Muhammadiyah Babat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah pasien lama rawat jalan di RSU Muhammadiyah Babat, dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis univariat serta bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori loyal, yaitu sebanyak 89 responden (95,7%), sedangkan 4 responden (4,3%) termasuk kategori tidak loyal. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square (Fisher's Exact Test). Hasil penelitian menunjukkan p-value &lt;0,05, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bauran pemasaran 7P dengan loyalitas pasien di RSU Muhammadiyah Babat. Oleh karena itu, rumah sakit perlu mempertahankan serta meningkatkan penerapan bauran pemasaran 7P, terutama pada aspek <em>promotion, process,</em> dan <em>price</em>, guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien.</p> Firda Yuliana, Dadang Kusbiantoro, Fara Nurdiana Copyright (c) 2026 Firda Yuliana, Dadang Kusbiantoro, Fara Nurdiana https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/363 Fri, 14 Aug 2026 00:00:00 +0800 Uji Efektivitas Ekstrak Batang Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) Pada Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Sebagai Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2025 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/364 <p>Demam Berdarah <em>Dengue</em> (DBD) terjadi karena virus <em>Dengue</em> yang dibawa oleh vektor nyamuk <em>Aedes aegypti.</em> Tanaman sereh wangi digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak atsiri. Minyak atsiri dapat digunakan sebagai Kandungan efektif membunuh jentik nyamuk <em>Aedes aegypti</em> yang mengandung senyawa aktif seperti sitronelal dan geraniol. Data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2023 menunjukan bahwa terdapat sedikitnya 219 kasus DBD di wilayah tersebut dengan 4 orang diantaranya mengalami kematian.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Efektifitas Ekstrak Batang Sereh Wangi <em>(Cymbopogon nardus)</em> pada Jentik Nyamuk <em>Aedes aegypti</em> sebagai Pengendalian Vektor Penyakit Deman Berdarah <em>Dengue</em> (DBD) Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 300 ekor jentik nyamuk yang diambil mengunakan teknik random sapling. Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat menggunakan metode probit, untuk menentukan nilai LC50 serta uji <em>One Way</em> ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang sereh wangi memiliki kemampuan membunuh jentik <em>Aedes aegypt </em>dengan Rata-rata mortalitas jentik setelah 24 jam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 25% masing-masing sebesar 45%, 65%, dan 90%, sedangkan kontrol positif mencapai 98% dan kontrol negatif tidak menunjukkan kematian jentik.Kesimpulan pada penelitian ini bahwa ekstrak batang sereh wangi (<em>Cymbopogon nardus</em>) efektif sebagai jentiksida alami terhadap jentik nyamuk <em>Aedes aegypti</em>, dengan konsentrasi 25% .</p> Clariza Garda Sakti, Yasnani, Nurmaladewi Copyright (c) 2026 Clariza Garda Sakti, Yasnani, Nurmaladewi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/364 Fri, 14 Aug 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Terhadap Loyalitas Pasien Rawat Jalan Di Klinik Islam Gotong Royong Babat https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/365 <p>Loyalitas pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan fasilitas yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan dan fasilitas terhadap loyalitas pasien rawat jalan di Klinik Islam Gotong Royong Babat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah rata-rata pasien rawat jalan Klinik Islam Gotong Royong Babat sebanyak 1.117 pasien dengan besar sampel 89 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi logistik sederhana dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berada pada kategori baik (50,6%), fasilitas berada pada kategori cukup (56,2%), dan loyalitas pasien berada pada kategori loyal (84,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas pasien (p=0,001) dan fasilitas dengan loyalitas pasien (p&lt;0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kualitas pelayanan (p=0,001; Exp(B)=2,065; 95% CI=1,330–3,208) dan fasilitas (p=0,006; Exp(B)=1,727; 95% CI=1,172–2,543) berpengaruh terhadap loyalitas pasien, dengan kualitas pelayanan sebagai variabel yang paling dominan. Disimpulkan bahwa kualitas pelayanan dan fasilitas berpengaruh terhadap loyalitas pasien rawat jalan di Klinik Islam Gotong Royong Babat. Oleh karena itu, klinik perlu mempertahankan kualitas pelayanan dan meningkatkan fasilitas secara berkelanjutan guna meningkatkan loyalitas pasien.</p> Sinta Amelia Rahmawati, Muhamad Ganda Saputra, Nuryati Copyright (c) 2026 Sinta Amelia Rahmawati, Muhamad Ganda Saputra, Nuryati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/365 Fri, 14 Aug 2026 00:00:00 +0800 Hubungan Patient Experience Terhadap Loyalitas Pasien Rawat Jalan Di Klinik Islam Gotong Royong Babat https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/366 <p>Loyalitas pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh <em>patient experience</em> (pengalaman pasien) selama menerima pelayanan. Pengalaman pasien yang positif dapat meningkatkan kepuasan, kepercayaan, serta mendorong pasien untuk kembali menggunakan layanan kesehatan dan merekomendasikannya kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan <em>patient experience</em> dengan loyalitas pasien di Klinik Islam Gotong Royong Babat. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner <em>patient experience</em> dan loyalitas pasien, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Fisher's Exact Test</em> dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki <em>patient experience</em> baik sebanyak 78 responden (87,6%), dan sebagian besar responden termasuk kategori loyal sebanyak 87 responden (97,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,014 (p&lt;0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara <em>patient experience</em> dengan loyalitas pasien di Klinik Islam Gotong Royong Babat. Oleh karena itu, klinik perlu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada pengalaman pasien guna meningkatkan loyalitas pasien.</p> <p>&nbsp;</p> Lathifatun Nadhiroh, Enny Mar’atus, Muhamad Ganda Saputra Copyright (c) 2026 Lathifatun Nadhiroh, Enny Mar’atus, Muhamad Ganda Saputra https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/366 Fri, 14 Aug 2026 00:00:00 +0800 Analisis Bahaya Dan Risiko Pada Penambangan Batubara Area Coal Hauling Menggunakan Metode Hirarc Di PT Golden Great Borneo Kabupaten Lahat https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/369 <p>Kegiatan <em>coal hauling</em> pada area <em>stockpile</em> merupakan salah satu aktivitas penambangan batubara yang memiliki potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menyusun perlakuan risiko pada aktivitas <em>coal hauling</em> di PT Golden Great Borneo, Kabupaten Lahat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko dilakukan menggunakan metode <em>Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control</em> (HIRARC), sedangkan perlakuan risiko mengacu pada SNI ISO 31000:2018. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 potensi bahaya pada 9 aktivitas kerja yang didominasi oleh bahaya fisik, meliputi jalan <em>hauling</em> bergelombang, jalan berlumpur dan berdebu, area <em>dumping</em> yang sempit, paparan panas matahari, serta kelelahan (<em>fatigue</em>) pada operator. Potensi bahaya tersebut berisiko menyebabkan unit rebah, tabrakan, tertimpa material, serta gangguan kesehatan akibat paparan debu dan panas. Hasil penilaian risiko pada area operasional menunjukkan kategori <em>Low</em> sebesar 25%, <em>Medium</em> sebesar 55%, dan <em>High</em> sebesar 20%, sedangkan pada area dampak K3 diperoleh kategori <em>Low</em> sebesar 25%, <em>Medium</em> sebesar 15%, dan <em>High</em> sebesar 60%. Perlakuan risiko direkomendasikan melalui perbaikan dan perawatan jalan <em>hauling</em>, penyiraman jalan, pemasangan rambu keselamatan, penerapan SOP, <em>safety talk</em>, pelatihan operator, inspeksi rutin, Pemeriksaan dan Perawatan Harian (P2H), serta penggunaan APD untuk menurunkan kemungkinan dan dampak kecelakaan kerja.</p> Rahmat Hidayat, Denny Firmansyah, Ari Sugiarto Copyright (c) 2026 Rahmat Hidayat, Denny Firmansyah, Ari Sugiarto https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/369 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0800 Evaluasi Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Di RSUD Ngimbang Lamongan https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/391 <p>Perilaku merokok di lingkungan rumah sakit masih ditemukan meskipun Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) telah diterapkan, termasuk di RSUD Ngimbang Lamongan, sehingga implementasinya perlu dievaluasi menggunakan teori George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan populasi seluruh petugas yang terlibat dalam pelaksanaan KTR di RSUD Ngimbang Lamongan. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas ketua Komite K3, anggota kesehatan kerja, anggota keselamatan kerja, anggota kebakaran dan kewaspadaan bencana, anggota penyehatan lingkungan, anggota PKRS, petugas keamanan, dan pengunjung rumah sakit. Data dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi dan telah dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi KTR telah berjalan melalui rapat, pelatihan, dan media informasi, tetapi sosialisasi langsung kepada pengunjung belum rutin, sumber daya dan fasilitas KTR tersedia namun persebaran tanda larangan merokok belum merata, disposisi pelaksana cukup baik meski pelaporan pelanggaran masih insidental, serta struktur birokrasi telah didukung SOP, tetapi penegakan sanksi masih terbatas pada teguran. Rumah sakit disarankan meningkatkan sosialisasi rutin, memeratakan media informasi larangan merokok, menyempurnakan SOP terkait sanksi, serta memperkuat monitoring dan koordinasi antar unit guna mengoptimalkan implementasi KTR.</p> Dinah Shofiyyah Labibah, Muhamad Ganda Saputra, Nuryati Copyright (c) 2026 Dinah Shofiyyah Labibah, Muhamad Ganda Saputra, Nuryati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/391 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Kota Kendari https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/392 <p>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian stunting antara lain riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), riwayat pemberian ASI eksklusif, dan pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan riwayat BBLR, riwayat ASI eksklusif, dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mata Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Mata sebanyak 65 balita, dengan sampel sebanyak 56 responden yang diperoleh menggunakan teknik <em>proportional cluster sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson <em>Chi-Square</em> pada tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 28 responden (50,0%) mengalami stunting dan 28 responden (50,0%) tidak mengalami stunting. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting (p = 0,051), terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p &lt; 0,001), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,193). Penelitian ini menyimpulkan bahwa riwayat BBLR dan pengetahuan ibu tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mata Kota Kendari. Sebaliknya, riwayat pemberian ASI eksklusif berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting, sehingga pemberian ASI eksklusif perlu terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting, disertai pemantauan pertumbuhan balita dan edukasi gizi kepada ibu.</p> Salni Putri, Dedi Krismiadi, Sitti Masriwati Copyright (c) 2026 Salni Putri, Dedi Krismiadi, Sitti Masriwati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/392 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Perbedaan Pendaftaran Online Dan Onsite Digital Berdasarkan Durasi Pelayanan Pasien Rawat Jalan Di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/393 <p>Pendaftaran digital merupakan salah satu inovasi pelayanan rumah sakit yang bertujuan mempermudah proses administrasi pasien serta meningkatkan efektivitas pelayanan. Namun, perbedaan alur pelayanan antara pendaftaran online dan onsite digital masih berpotensi menimbulkan perbedaan durasi pelayanan yang diterima pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan durasi pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan antara pendaftaran online dan onsite digital di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional cross-sectional. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data utama diperoleh melalui observasi durasi pelayanan pendaftaran, sedangkan data pendukung diperoleh menggunakan kuesioner berdasarkan indikator input teori Gibson yang meliputi kemudahan penggunaan, kejelasan informasi, keandalan sistem, dan kemudahan verifikasi pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata durasi pelayanan pendaftaran online sebesar 20,33 menit, sedangkan pendaftaran onsite digital sebesar 86,82 menit. Hasil kuesioner memperoleh skor 786 dari skor maksimal 800 (98,25%) yang menunjukkan bahwa kondisi input pendaftaran digital berada pada kategori sangat efektif. Meskipun demikian, durasi pelayanan pada pendaftaran onsite digital masih lebih lama dibandingkan pendaftaran online. Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan pemanfaatan pendaftaran online serta mengoptimalkan pengelolaan antrean pada pendaftaran onsite digital untuk meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi rawat jalan.</p> Aprilifania Silvina Wahyudi, M. Ganda Saputra, Enny Mar'atus Copyright (c) 2026 Aprilifania Silvina Wahyudi, M. Ganda Saputra, Enny Mar'atus https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/393 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0800 Pengaruh Kombinasi Kompres Bawang Merah Dan Minyak Telon Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Bayi Pasca Imunisasi DPT HB https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/395 <p>Demam merupakan salah satu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sering terjadi setelah pemberian imunisasi DPT-HB-Hib pada bayi. Penanganan demam dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Kombinasi kompres bawang merah dan minyak telon merupakan terapi tradisional yang dipercaya mampu membantu menurunkan suhu tubuh melalui efek vasodilatasi, antiinflamasi, serta meningkatkan pelepasan panas tubuh. Mengetahui pengaruh kombinasi kompres bawang merah dan minyak telon terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca imunisasi DPT-HB-Hib. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode pra-eksperimental one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Klinik Bidan Endang Minaharsi dengan melibatkan 45 bayi usia 2–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital sebelum intervensi, 30 menit setelah pemberian kombinasi kompres bawang merah dan minyak telon, serta dilakukan pemantauan lanjutan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu tubuh bayi mengalami penurunan setelah pemberian kombinasi kompres bawang merah dan minyak telon. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p &lt; 0,05, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi kompres bawang merah dan minyak telon efektif membantu menurunkan suhu tubuh bayi pasca imunisasi DPT-HB-Hib. Kombinasi kompres bawang merah dan minyak telon berpengaruh signifikan terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca imunisasi DPT-HB-Hib. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang aman, sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan maupun orang tua dalam penanganan demam ringan pasca imunisasi.</p> Dian Hari Setyowati, Qomariyah, Kristina Maharani, Nella Vallen I.P Copyright (c) 2026 Dian Hari Setyowati, Qomariyah, Kristina Maharani, Nella Vallen I.P https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/395 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Gambaran Kandungan Mikroplastik Pada Garam Dapur Di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/396 <p>Mikroplastik adalah partikel plastik yang sangat kecil, dengan ukuran kurang dari 5 mikrometer. Partikel ini muncul dari penguraian produk plastik yang lebih besar atau dibuat langsung dalam ukuran mikroskopis. Keberadaan mikroplastik menjadi sorotan internasional karena kemampuannya mengangkut senyawa kimia berbahaya, seperti logam berat dan senyawa organik yang sulit terurai, yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia serta ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kandungan mikroplastik pada garam dapur di Pasar Basah Mandonga Kota Kendari. penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan penelitian observasional yaitu metode dengan mengamati dan mencatat perilaku, karakteristik, atau fenomena sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah garam dapur berjumlah 5 sampel. Analisis datanya menggunakan analisis statistik deskriptif dengan melihat karakteristik mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan mikroplastik pada garam terdapat pada merek garam GM dengan persentase mencapai 51 % (28 partikel/gram), merek garam BB yang berkisaran 18 % (10 partikel/gram), merek garam NB5 dan merek garam N5 yang berkisar 11 % (6 partikel/gram) serta merek garam GMS yang berkisar 9 % (5 partikel/gram). dengan berbentuk fragmen dan line berwarna hitam, coklat, biru, hijau, dan ungu. Sedangkan jenis polimer yang terkandung dalam tipe garam yang beredar adalah jenis polimer polyethylene terephthalate (PET) dengan hasil FTIR.</p> Rusmawan, Asnia Zainuddin, La Ode Ahmad Saktiansyah Copyright (c) 2026 Rusmawan, Asnia Zainuddin, La Ode Ahmad Saktiansyah https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/396 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0800 Pengaruh Pijat Refleksi Meridian Terhadap Penurunan Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/397 <p>Mual dan muntah (emesis gravidarum) merupakan keluhan yang umum dialami ibu hamil trimester I akibat perubahan hormonal selama kehamilan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan apabila tidak ditangani berpotensi menimbulkan komplikasi pada ibu maupun janin. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah pijat refleksi meridian pada titik Pericardium 6 (PC6) yang diyakini mampu menurunkan intensitas mual dan muntah. Mengetahui pengaruh pijat refleksi meridian terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 45 ibu hamil trimester I yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Purwoyoso. Tingkat mual dan muntah diukur menggunakan kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE<strong>)</strong>. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami mual muntah kategori sedang sebanyak 35 responden (77,8%) dan kategori berat sebanyak 10 responden (22,2%). Setelah diberikan pijat refleksi meridian, sebagian besar responden mengalami mual muntah kategori ringan sebanyak 36 responden (80,0%) dan kategori sedang sebanyak 9 responden (20,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p &lt; 0,05<strong>)</strong>, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan pijat refleksi meridian terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Pijat refleksi meridian efektif menurunkan intensitas mual dan muntah pada ibu hamil trimester I sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu terapi komplementer yang aman dan mudah diterapkan dalam pelayanan kebidanan.</p> Dewi Supandari, Qomariyah, Kristina Maharani, Nella Vallen I.P Copyright (c) 2026 Dewi Supandari, Qomariyah, Kristina Maharani, Nella Vallen I.P https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/397 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Penggunaan Plastik Sekali Pakai Oleh Pengunjung Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Masjid Al – Alam Kota Kendari Tahun 2026 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/398 <p>Penggunaan plastik sekali pakai masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan di kawasan Masjid Al-Alam Kota Kendari karena berpotensi meningkatkan penumpukan sampah yang berdampak pada kebersihan dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan plastik sekali pakai oleh pengunjung, pemahaman dan persepsi pengunjung mengenai dampaknya terhadap lingkungan, serta dampak penggunaan plastik sekali pakai di kawasan Masjid Al-Alam Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas tiga informan kunci (pengelola, petugas kebersihan, dan pedagang) serta dua informan biasa (pengunjung). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan plastik sekali pakai dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan ketersediaan fasilitas. Meskipun informan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik, penggunaan plastik masih tinggi karena dianggap praktis. Fasilitas pengelolaan sampah dinilai cukup memadai, namun masih memerlukan pengembangan berupa tempat sampah terpilah, media edukasi, dan program pengurangan plastik. Penggunaan plastik sekali pakai berdampak pada meningkatnya timbulan sampah, penyebaran sampah hingga kawasan perairan, serta menurunnya kebersihan, kenyamanan, dan kondisi lingkungan kawasan.</p> Intan Tiara, Nani Yuniar, Ramadhan Tosepu Copyright (c) 2026 Intan Tiara, Nani Yuniar, Ramadhan Tosepu https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/398 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0800