https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/issue/feed JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA 2026-07-14T06:32:22+08:00 Dyto Arisjulyanto institutelarpa@gmail.com Open Journal Systems <div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia</li> <li><strong>Initials </strong>: jkti</li> <li><strong>Frequency </strong>: January, April, June, and September</li> <li><strong>Online ISSN </strong>: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230121380956732" target="_blank" rel="noopener">2986-6332</a></li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6026263/?view=iprs">Dr. Agus Supinganto, S.Kep.,Ns.,M.Kes</a></li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: 10.63265</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: PT. LARPA JAYA PUBLISHER</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia </strong>is a national online journal that publishes research results and community service outcomesrelated to the health sector including : Medicine, Midwifery, Nursing, Public Health, Biostatistics and epidemiology, Health administration and policy, Environmental health, Occupational health and safety, Health promotion, Maternal and child health - Reproductive health, Nutrition, Mental health nursing, Pharmacy dan Labor Health, Labor Health &amp; Pharmacy, Health Law, Medical Laboratory Technology. This journal is published 1 year 4 times (<strong>January, April, June, and September</strong>).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia </strong> has been accredited by Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi starting in 2023 with an <a href="https://drive.google.com/file/d/1pD5WJrv9l2ffcrrEqx2sMMFtM_Zc1ARK/view" target="_blank" rel="noopener" data-sider-select-id="e0d8b80f-0f6a-4bbf-82b5-e428a639fc2f">Accreditation Letter Number: 286/DST/C3/HM.01.00/2026</a> and indexed by Sinta 5</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Indexed By :</strong></p> <table> <tbody> <tr> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/sinta-logo.png" alt="" width="200" height="72" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154025.png" alt="" width="200" height="78" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154039.png" alt="" width="200" height="79" /></p> </td> </tr> <tr> <td width="200"><a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/30958"><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154049.png" alt="" width="200" height="78" /></a></td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154056.png" alt="" width="212" height="80" /></p> </td> <td width="200"> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"><strong>Journal Sponsors and Partners :</strong></p> <table> <tbody> <tr> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/apji-logo-1655715626.png" alt="" width="300" height="132" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/logo-017.jpg" alt="" width="300" height="113" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/doi-by-apji.jpg" alt="" width="300" height="112" /></p> </td> </tr> <tr> <td width="200"><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/logo-2.png" alt="" width="300" height="184" /></td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot---11-27-2020---3-35-14-pm-removebg-preview.png" alt="" width="147" height="159" /></p> </td> <td width="200"> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/282 Gambaran Penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Pada Kontak Serumah Pasien TB Dengan Pendekatan Teori Health Belief Model (HBM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2025 2026-06-21T15:06:00+08:00 Susi Indasari idahsarisusi@gmail.com Hariati Lestari hartati@Gmail.com Jusniar Rusliafa rusliafa@gmail.com <p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini tersebar luas dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan salah satu strategi penting dalam upaya penanggulangan TB, khususnya pada kelompok berisiko seperti kontak serumah pasien TB, pelaksanaan program TPT di Kota Kendari masih belum optimal dan tergolong rendah dan Puskesmas Poasia merupakan puskesmas dengan jumlah kasus TB tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TB dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada Maret 2026. Jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menerima TPT yaitu sebanyak 71 responden (88,8%), sedangkan yang menerima hanya 9 responden (11,2%). Mayoritas responden memiliki persepsi kerentanan dan keseriusan yang rendah, persepsi hambatan yang tinggi, serta efikasi diri yang rendah, sedangkan persepsi manfaat menunjukkan hasil yang cukup berimbang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dalam Health Belief Model berperan dalam memengaruhi penerimaan TPT. Diperlukan peningkatan edukasi dan dukungan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran serta penerimaan TPT.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Susi Indasari, Hariati Lestari, Jusniar Rusliafa https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/295 Hubungan Persepsi Ibu Dengan Pengetahuan Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita Di Puskesmas Mojolangu Kota Malang 2026-06-23T22:18:37+08:00 Imelda Dhone imelda@gmail.com Miftakhul Ulfa miftakhu@gmail.com Ervin Rufaindah ervin@gmail.com <p>Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi, kehamilan, hingga anak berusia dua tahun. Pengetahuan ibu mengenai gizi, stunting, dan praktik kesehatan anak menjadi dasar dalam menentukan pola asuh yang tepat . Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Hubungan Persepsi Dengan pengetahuan ibu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Di Puskesmas Mojolangu Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0–59 bulan yang berkunjung ke Poli KIA Puskesmas Mojolangu sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling .Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian&nbsp; menunjukkan nilai <em>p-value</em> = 0,000 (&lt; 0,05), sehingga H? ditolak dan H? diterima yaitu terdapat adanya&nbsp; hubungan yang signifikan antara persepsi ibu dan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada balita. Nilai koefisien korelasi sebesar (r=0,817). semakin positif persepsi ibu mengenai stunting maka semakin baik pula pengetahuannya tentang pencegahan stunting</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Imelda Dhone, Miftakhul Ulfa, Ervin Rufaindah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/294 Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Petugas Kesehatan Dengan Upaya Pengelolaan Limbah Medis Di Rumah Sakit Aliyah II Kota Kendari Tahun 2026 2026-06-23T22:17:19+08:00 Intan Wahid Ingrat intanwahid@gmail.com Nani Yuniar yuniar@Gmail.com Syefira Salsabila salsabila@gmail.com <p>Pengelolaan limbah medis merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan lingkungan rumah sakit serta mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan penularan penyakit. Limbah medis yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi petugas kesehatan, pasien, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar. Keberhasilan pengelolaan limbah medis dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, sikap, dan tindakan petugas kesehatan sebagai pelaksana utama dalam proses pengelolaan limbah medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan petugas kesehatan dengan upaya pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Aliyah II Kota Kendari Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 81 petugas kesehatan yang seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 62 responden (76,5%), sikap negatif sebanyak 72 responden (88,9%), tindakan kurang baik sebanyak 68 responden (84,0%), dan upaya pengelolaan limbah medis kurang baik sebanyak 42 responden (51,9%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan upaya pengelolaan limbah medis (p=0,002) dan tindakan dengan upaya pengelolaan limbah medis (p=0,004). Sementara itu, sikap petugas kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan upaya pengelolaan limbah medis (p=0,059).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan tindakan petugas kesehatan berhubungan dengan upaya pengelolaan limbah medis, sedangkan sikap petugas kesehatan tidak berhubungan dengan upaya pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Aliyah II Kota Kendari Tahun 2026.</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Intan Wahid Ingrat, Nani Yuniar, Syefira Salsabila https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/293 Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Poster Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Remaja Tentang Bahaya Merokok Di Smp Negeri 2 Parigi 2026-06-23T22:16:28+08:00 Wa Ode Suriyani waode@gmail.com Ruslan Majid ruslan@gmail.com Jafrianti jafrianti@gmail.com Nazaruddin nazarudin@gmail.com <p>Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama rendahnya pengetahuan dan sikap terhadap bahaya merokok,prevalensi merokok pada remaja di Indonesia maupun Sulawesi Tenggara masih menunjukkan peningkatan dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, perkembangan, serta perilaku remaja. mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Poster Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Remaja Tentang Bahaya Merokok Di SMP Negeri 2 Parigi. &nbsp;Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, untuk menilai pengaruh edukasi kesehatan melalui media poster terhadap pengetahuan dan perilaku merokok remaja menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, dengan analisis data meliputi uji normalitas Kolmogorov-Smirnov serta uji Paired Sample t-Test atau Wilcoxon pada tingkat signifikansi ? = 0,05. &nbsp;hasil uji <em>Wilcoxon Signed-Rank Test </em>menunjukkan bahwa diperoleh <em>sig </em>(<em>2-tailed</em>) 0,000 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor <em>pre test </em>dan <em>post test</em> perilaku merokok sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan melalui media poster. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 2 Parigi, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan melalui media poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok serta mendorong perubahan perilaku merokok ke arah yang lebih positif.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Wa Ode Elsa Suriyani, Ruslan Majid, Jafrianti, Nazaruddin https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/292 Hubungan Faktor Predisposisi Dan Faktor Reinforcing Dalam Pelaksanaan Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode Iva Test Pada Wanita Usia Subur Di Desa Tembeng Putik 2026-06-23T19:58:12+08:00 Fibrianti febryhusni07@gmail.com Husniyati Sajalia juujuu@gmail.com R Supini rsupini@gmail.com <p>Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan di masyarakat. Penyakit ini banyak di derita oleh para perempuan di negara berkembang, Kanker serviks berawal dari adanya infeksi virus HPV yang terjadi karena pola perilaku hidup yang salah, penyebabnya adalah infeksi dari <em>Human Vapiloma Virus</em> (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual dan ditemukan pada 95% kasus Kanker serviks. untuk mengetahui Hubungan Faktor Predisposisi dan Fakor Reinforcing dalam pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks Dengan metode IVA Test Pada Wanita Usia Subur di Desa Tembeng Putik wilayah kerja Puskesmas Wanasaba. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan <em>Cross Sectional. </em>Populasinya wanita usia subur, jumlah sampel 38 orang dengan teknik pengambilan <em>simple random sampling</em>. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, dan analisis menggunakan uji <em>Chi Square</em>. Hasil uji statistik menunjukkan Faktor Predisposisi (tingkat pendidikan) didapatkan nilai <em>p-value </em>= 0,234 (&gt;?=0,05), factor reinforcing (dukungan suami,)didapatkan nilai <em>p-value </em>= 0,004 (&lt;?=0,05), Tidak Ada hubungan antara Faktor Predisposisi (tingkat pendidikan) dengan pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks metode IVA Test. Ada Hubungan antara factor reinforcing (dukungan suami,) dengan pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks metode IVA Test.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Fibrianti, Husniyati Sajalia, R Supini https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/291 Gambaran Kadar Hemoglobin Dan Indeks Eritrosit Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Di Rumah Sakit Bersalin Sentosa 2026-06-23T19:50:45+08:00 Wahyudi wyd68273@gmail.com Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah muawahan@gmail.com Suryanto suryanto@gmail.com <p>Anemia during pregnancy remains a common health problem and may lead to adverse outcomes for both mother and fetus. Hemoglobin and erythrocyte indices examination are important to identify anemia and describe erythrocyte morphology in pregnant women. This study aimed to describe hemoglobin levels and erythrocyte indices among anemic pregnant women at Sentosa Maternity Hospital. This research used a descriptive design with secondary data obtained from hematological examination results of pregnant women who underwent laboratory testing at Sentosa Maternity Hospital from January to December 2023. Data were analyzed descriptively and presented in frequency distribution tables. The results showed that out of 58 pregnant women undergoing hematological examination, 28 women (48%) were anemic with a mean hemoglobin level of 10.2 g/dL, while 30 women (52%) had normal hemoglobin levels with a mean of 12.8 g/dL. Based on erythrocyte indices, most anemic pregnant women had microcytic hypochromic anemia, accounting for 19 women (67%) with mean MCV of 72.3 fL, MCH of 29.8 pg, and MCHC of 33.9 g/dL, whereas 9 women (33%) had normocytic normochromic anemia with mean MCV of 83.4 fL, MCH of 29.6 pg, and MCHC of 33.4 g/dL. It can be concluded that nearly half of the examined pregnant women experienced anemia, with microcytic hypochromic anemia being the most dominant type.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Wahyudi, Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah, Suryanto https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/289 Analisis Implementasi Medical Check-Up (MCU) Dalam Program K3RS Berdasarkan Permenkes No. 66 Tahun 2016 Di RSU Muhammadiyah Babat 2026-06-22T14:13:39+08:00 Mila Lutfiyatun An’nisa mila@gmail.com Enny Mar’atus Sholihah sholiha@gmail.com Fara Nurdiana fara@gmail.com <p>Pelaksanaan <em>Medical Check-Up </em>(MCU) merupakan bagian penting dalam program K3RS untuk mencegah penyakit akibat kerja dan memantau kesehatan tenaga kerja. Namun, pelaksanaan MCU di RSU Muhammadiyah Babat belum sepenuhnya sesuai dengan Permenkes Nomor 66 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi MCU dalam program K3RS berdasarkan Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 di RSU Muhammadiyah Babat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan MCU telah tersedia dan mengacu pada regulasi, pedoman K3, SOP, serta program kerja rumah sakit. Perencanaan MCU mencakup jadwal, sasaran, anggaran, dan jenis pemeriksaan berbasis risiko, namun belum terlaksana secara konsisten. MCU pra-kerja dan khusus telah dilaksanakan, sedangkan MCU berkala dan pasca kerja belum optimal. Implementasi MCU masih menghadapi kendala manajerial, administratif, SDM, dan individu. Pelaksanaan MCU belum sepenuhnya sesuai dengan Permenkes Nomor 66 Tahun 2016, terutama pada MCU berkala dan pasca kerja yang belum mencakup seluruh tenaga kerja, sehingga diperlukan peningkatan cakupan pemeriksaan, konsistensi pelaksanaan program, serta optimalisasi fitur notifikasi jadwal dan daftar peserta MCU pada aplikasi portal karyawan.</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Mila Lutfiyatun An’nisa, Enny Mar’atus Sholihah, Fara Nurdiana https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/287 Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan Menggunakan Media Flipbook Terhadap Pengetahuan Pencegahan Stunting Kepada Ibu Balita Di Puskesmas Kragan II 2026-06-22T14:14:11+08:00 Joni Baktiyar JONIBAKTIYAR@GMAIL.COM Eva Silviana Rahmawati rahmawati@gmail.com <p>Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian stunting. Penggunaan media <em>flipbook</em> sebagai media promosi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu secara efektif. Mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media <em>flipbook</em> terhadap pengetahuan pencegahan stunting pada ibu balita di Puskesmas Kragan II. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 1.126 ibu balita yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Kragan II dan diperoleh sampel sebanyak 295 responden menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian promosi kesehatan menggunakan media <em>flipbook</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 182 responden (61,7%). Setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan media <em>flipbook</em>, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 257 responden (87,1%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan menggunakan media <em>flipbook</em> terhadap pengetahuan pencegahan stunting pada ibu balita. Promosi kesehatan menggunakan media <em>flipbook</em> terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kragan II.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Joni Baktiyar, Eva Silviana Rahmawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/286 Hubungan Perilaku Pencegahan terhadap Risiko Kejadian Malaria pada Masyarakat di Kabupaten Asahan 2026-06-21T21:02:25+08:00 Miftahurrahmah El Hayatli elhayati@gmail.com Sarah Haq Azzahrah azzahrahsarah93@gmail.com Diva Nazwa Harahap diva@gmail.com Fadilah Annisa fadilah@gmail.com Rezki Alya Mawaddah Sitorus rezkialyamawddah@gmail.com <p>Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap angka kesakitan, kematian, dan produktivitas masyarakat. Perilaku pencegahan menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pencegahan terhadap risiko kejadian malaria pada masyarakat di Kabupaten Asahan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup penggunaan kelambu, penggunaan anti nyamuk, penggunaan pakaian pelindung, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, kebersihan lingkungan, dan perilaku pencarian pengobatan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan yang baik (62,0%) dan risiko kejadian malaria yang rendah (66,0%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan dengan risiko kejadian malaria (p=0,003). Responden dengan perilaku pencegahan kurang memiliki peluang 6,88 kali lebih besar mengalami risiko malaria tinggi (OR=6,88; 95% CI=1,84–25,68). Disimpulkan bahwa perilaku pencegahan berhubungan signifikan dengan risiko kejadian malaria di Kabupaten Asahan.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Miftahurrahmah El Hayatli, Sarah Haq Azzahrah, Diva Nazwa Harahap, Fadilah Annisa, Rezki Alya Mawaddah Sitorus https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/285 Minuman Manis dan Hipertensi dalam Perspektif Epidemiologi: Sintesis Bukti Ilmiah 2026-06-21T15:07:02+08:00 Febry Istyanto febryistyanto@gmail.com Liza Virgianti liviavivian4@gmail.com Ika Wijayanti ika.midwifery@gmail.com Sophian Aswar sophian.aswar@gmail.com <p><strong><em>Background:</em></strong><em> The rising global burden of hypertension presents a massive public health challenge, with its mitigation heavily tied to modifiable dietary factors. Among these, the escalating intake of sugar-sweetened beverages (SSBs) has emerged as a significant dietary risk. <strong>Objectives:</strong> This study aims to synthesize recent epidemiological evidence regarding the association between various types of sweetened beverages and the risk of hypertension. <strong>Methods:</strong> A narrative-analytical review was conducted by retrieving observational studies and meta-analyses published between 2023 and 2026 from the Scopus database using explicit keyword combinations targeting SSBs, prospective cohorts, and blood pressure outcomes. <strong>Findings:</strong> Synthesized data reveals that high consumption of traditional SSBs significantly increases hypertension risk by 13% (RR: 1.13) and elevates systolic blood pressure in children, primarily driven by excess liquid calories. Artificially sweetened beverages (ASBs) show a 14% risk increase in observational data, potentially confounded by reverse causation, whereas acute pure fructose ingestion triggers rapid transient blood pressure elevation. Energy drinks induce rapid 24-hour blood pressure spikes due to high caffeine content. Conversely, 100% pure fruit juice exerts a protective effect (RR: 0.74) via endothelial-improving polyphenols, while honey demonstrates a neutral effect. <strong>Implications:</strong> Public health policies must implement aggressive regulatory interventions, such as taxation on SSBs and energy drinks, alongside targeted dietary counseling that differentiates between harmful liquid sugars and protective natural fruit juices.</em></p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Febry Istyanto, Liza Virgianti, Ika Wijayanti, Sophian Aswar https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/296 Pengaruh Akses Informasi, Kualitas Pelayanan, Dan Peran Tenaga Kesehatan Terhadap Efektivitas Sistem Penerimaan Rujukan Pasien BPJS Di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari Tahun 2025 2026-06-23T22:20:24+08:00 Elin Sulasmin elinsulasmi@gmail.com Suhadi suhadi@gmail.com Jafrianti jafrianti@gmail.com <p>Sistem rujukan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan responsif sangat krusial dalam mendukung keberhasilan <em>Universal Health Coverage</em> (UHC). Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan berbagai kendala seperti lamanya waktu tunggu, ketidakjelasan informasi, serta permasalahan administratif yang menghambat efektivitas pelayanan pasien BPJS. Penelitian ini <em>bertujuan</em> untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh akses informasi, kualitas pelayanan, dan peran tenaga kesehatan baik secara parsial maupun simultan terhadap efektivitas sistem penerimaan rujukan pasien BPJS di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien rujukan BPJS dengan jumlah sampel sebanyak 240 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji asumsi klasik serta analisis regresi linear berganda berbantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,00 (p &lt; 0,05) pada ketiga variabel bebas, yang mengonfirmasi adanya hubungan yang sangat signifikan secara statistik dengan efektivitas sistem penerimaan rujukan. Selanjutnya, hasil uji F membuktikan bahwa akses informasi (F = 380,762$), kualitas pelayanan (F = 394,506$), dan peran tenaga kesehatan (F = 394,506$) secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap efektivitas sistem penerimaan rujukan pasien BPJS dengan tingkat signifikansi 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa akses informasi, kualitas pelayanan, dan peran tenaga kesehatan merupakan faktor determinan utama yang secara nyata memengaruhi keberhasilan dan kinerja efektivitas sistem rujukan di rumah sakit tersebut. Rumah sakit disarankan untuk terus mengoptimalkan integrasi teknologi informasi, meningkatkan daya tanggap petugas, serta memperkuat fungsi koordinasi tenaga kesehatan guna menekan kesalahan administrasi dan mempersingkat waktu tunggu pasien.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Elin Sulasmin, Suhadi, Jafrianti https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/281 Pemberian ASI Ekslusif Dan ASI Lanjutan Sampai Usia 2 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari : Qualitative study 2026-06-21T15:07:42+08:00 Resqy Nongri Anesta resqynongrianesta@gmail.com Devi Savitri Effendy efendy@gmail.com Hartati Bahar hartati@Gmail.com <p>ASI eksklusif merupakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) tanpa tambahan makanan maupun minuman lain sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Setelah usia 6 bulan, pemberian ASI dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MP-ASI) hingga usia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemberian ASI eksklusif dan ASI lanjutan sampai usia 2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari 6 ibu menyusui berusia 6-24 bulan, 1 bidan,1 kader dan 3 suami yang dipilih menggunakan <em>teknik snowball sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Antecedent</em>, ibu memiliki pengetahuan mengenai ASI eksklusif dan ASI lanjutan hingga usia 2 tahun. Faktor pekerjaan memengaruhi praktik pemberian ASI, terutama pada ibu bekerja yang harus memerah dan menyimpan ASI. Dukungan keluarga, khususnya suami menjadi faktor penting dalam memberikan bantuan selama proses menyusui. Selain itu, dukungan petugas kesehatan melalui edukasi mengenai pemberian ASI ekslusif dan ASI lanjutan. <em>Behavior,</em> ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkan ASI bersama MP-ASI. Proses menyusui dilakukan sesuai kebutuhan bayi dengan frekuensi sekitar 8–10 kali per hari dan durasi sekitar 10–15 menit setiap sesi. Namun, beberapa ibu mengalami produksi ASI yang tidak keluar sehingga beralih menggunakan susu formula. <em>Consequence,</em> pemberian ASI memberikan dampak positif peningkatan daya tahan tubuh bayi, serta menghemat ekonomi keluarga. Namun, ibu juga mengalami dampak negatif seperti kelelahan, puting lecet dan payudara bengkak.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Resqy Nongri Anesta, Devi Savitri Effendy, Hartati Bahar https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/279 Peranan Edukasi Dalam Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa Universitas Halu Oleo 2026-06-21T15:04:32+08:00 Rahman rahman@gmail.com Agnes Mersatika H Mersatika H agnes@gmail.com Windi Wulandari windidn@gmail.com Zahra Sa’ada Fatiyyah Tanzil zahra@Gmail.com Yunita Dewi Damayanti dewi@gmail.com Wa Dianti dianti@gmail.com <p>Kesehatan mental mahasiswa merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup secara keseluruhan. Tingginya tekanan akademis yang dialami mahasiswa berpotensi menambah tingkat stres serta berbagai masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, sangat penting untuk melaksanakan upaya pencegahan dan promosi melalui pendidikan mengenai kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek pendidikan kesehatan mental dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa di Universitas Halu Oleo, Kendari, tentang kesehatan mental dan stres yang berkaitan dengan akademik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain <em>pre-eksperimental</em> yang melibatkan pendekatan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> dalam satu kelompok dengan partisipasi sebanyak 76 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui aplikasi <em>Quizizz,</em> baik sebelum maupun setelah sesi edukasi kesehatan mental yang dilakukan secara <em>online </em>melalui <em>Zoom Meeting</em>, dengan dukungan materi dari PowerPoint dan diskusi interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan, dari 6,83 pada <em>pre-test</em> menjadi 8,71 pada <em>post-test</em>. Analisis menggunakan uji t berpasangan mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara skor yang diperoleh sebelum dan sesudah intervensi (p&lt;0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pembelajaran kesehatan mental melalui platform daring efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kesehatan mental serta tekanan akademik. Pembelajaran kesehatan mental bisa berfungsi sebagai salah satu pendekatan pendorong dan pencegahan yang mendukung pengembangan literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa, dan dapat diperluas sebagai program yang berkelanjutan dalam konteks perguruan tinggi.</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Rahman, Agnes Mersatika H Mersatika H, Windi Wulandari, Zahra Sa’ada Fatiyyah Tanzil, Yunita Dewi Damayanti, Wa Dianti https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/278 Analisis Deskriptif Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Instalasi Radiologi di Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal 2026-06-17T19:23:30+08:00 Faza Khilwan Amna fazakhilwan@gmail.com Yulius Virlando Sandu yuliani@gmail.com Setyani Mayang setyani@gmail.com <p>Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan radiologi yang berperan dalam menunjang diagnosis dan keputusan klinis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kepuasan pasien terhadap pelayanan Instalasi Radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan data sekunder survei kepuasan pasien Bulan Januari – Maret 2026. Sampel penelitian adalah 202 responden yang menerima pelayanan radiologi. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, persentase, rerata skor dan indeks kepuasan terkonversi. Hasil penelitian menunjukkan rerata kepuasan keseluruhan sebesar 3,53 dari skala 4,00 atau indeks 88,17. Nilai tertinggi terdapat pada perilaku petugas yang ramah, sopan, salam, senyum, dan empati (rerata 3,65; indeks 91,21), diikuti kompetensi tenaga kesehatan (rerata 3,57; indeks 89,23). Nilai terendah terdapat pada kewajaran biaya pelayanan (rerata 3,41; indeks 85,27), namun tetap berada pada persepsi positif. Pelayanan radiologi dipersepsikan baik oleh pasien, terutama pada aspek interpersonal dan kompetensi profesional. Perbaikan berkelanjutan perlu difokuskan pada budaya pelayanan Islami, waktu tunggu, penanganan keluhan, dan komunikasi biaya.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Faza Khilwan Amna, Yulius Virlando Sandu, Setyani Mayang https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/275 Analisis Pengaruh Video Edukasi Safety Farming terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik K3 pada Petani Komunitas Adat Terpencil di Desa Bukit Suban 2026-06-17T01:28:24+08:00 Irvan Afianto irvan123@gmail.com Asparian asparian@gmail.com Budi Aswin budiaswin@gmail.com Willia Novita Eka Rini willianovita@gmail.com <p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor pertanian masih sering diabaikan, khususnya oleh Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Anak Dalam (SAD) yang memiliki keterbatasan literasi dan akses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi video edukasi <em>Safety Farming</em> terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik K3 pada petani Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif <em>pre-experimental</em> dengan desain <em>One-Group Pretest-Posttest</em>. Sampel penelitian berjumlah 45 responden petani laki-laki yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner wawancara terpimpin dan lembar observasi. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji non-parametrik <em>Wilcoxon Signed-Rank Test</em> (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada rata-rata skor pengetahuan responden dari 4,93 menjadi 8,82 (p=0,000). Rata-rata skor sikap mengalami peningkatan dari 37,78 menjadi 47,80 (p=0,000), serta rata-rata skor praktik meningkat tajam dari 5,02 menjadi 9,27 (p=0,000) pasca-intervensi.Video edukasi <em>Safety Farming</em> terbukti sangat efektif secara statistik sebagai media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan kognitif, sikap kehati-hatian, dan praktik K3 secara nyata pada petani KAT Suku Anak Dalam yang memiliki tingkat literasi rendah.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Irvan Afianto, Asparian, Budi Aswin, Willia Novita Eka Rini https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/273 Hubungan Caring Perawat Terhadap Keselamatan Pasien Di Puskesmas Batu 2026-06-17T01:30:11+08:00 Travia Resa Mehang travia@gmail.com Frengki Apryanto frengki@gmail.com Ahmad Guntur Alfianto guntur@gmail.com <p>&nbsp;</p> <p><strong>Latar Belakang :</strong> Pelaksanaan keselamatan pasien sering mengalami hambatan karena perawat belum sepenuhnya menerapkan perilaku <em>caring</em> secara optimal. Hubungan interpersonal yang kurang baik antara perawat dan pasien dapat menyebabkan munculnya kesalahpahaman selama proses perawatan. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku <em>caring</em> perawat terhadap keselamatan pasien di Puskesmas Batu . <strong>Metode :</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Batu sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>total</em> <strong>sampling</strong><strong>.</strong>Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji <strong>Spearman Rank</strong> dengan tingkat signifikansi 95% (<em>?</em> = 0,05) <strong>Hasil :</strong> Hasil uji statistik di atas menunjukkan bahwa nilai <em>P</em> (value) = 0.000(&lt; 0.05) dan memiliki nilai r (korelasi) sebesar 1.000 dari total sampel penelitian (n) sebanyak 30 orang responden yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku <em>caring</em> perawat dengan keselamatan pasien. Perilaku <em>caring</em> perawat dengan keselamatan pasien memiliki nilai korelasi sebesar 1.000 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan sangat kuat.. <strong>Kesimpulan</strong> sebagian besar perawat di Puskesmas Batu memiliki perilaku caring dan penerapan keselamatan pasien (patient safety) pada kategori cukup, meskipun sebagian lainnya telah berada pada kategori baik.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Travia Resa Mehang, Frengki Apryanto, Ahmad Guntur Alfianto https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/272 Hubungan Kadar Interleukin 6 Terhadap Konversi Sputum Pada Pengobatan Tuberkulosis Paru 2026-06-17T01:31:12+08:00 Dicky Wahyudi dicky.wahyudi@gmail.com Irawaty Djaharuddin Djaharuddin@gmail.com Nur Ahmad Tabri nurahmadtabri@gmail.com <p><em>Health Organization </em>(WHO) melaporkan secara global pada tahun 2020, diperkirakan terdapat 10 juta kasus TB dengan Indonesia berada pada peringkat kedua penyumbang kasus TB terbanyak (8,5%) setelah India (26%). Pemeriksaan bakteriologis merupakan salah satu evaluasi pengobatan dalam menilai keberhasilan terapi TB, salah satunya dengan evaluasi pemeriksaan mikroskopis. Meskipun dengan berbagai kekurangan, penilaian dalam perubahan status sputum Basil Tahan Asam (BTA) setelah 2 bulan terapi masih digunakan sebagai marker respons terapi dan kesembuhan, hingga dinilai perlu dikembangkan pemeriksaan penunjang lain untuk memberikan informasi prognostik keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar IL-6 terhadap waktu konversi sputum BTA pada pengobatan TB paru. Penelitian dilaksanakan di RSUD Labuang Baji Makassar dengan jenis penelitian yang digunakan kuantitatif menggunakan desain observasional dan pendekatan kohort retroprospektif. Data analisis dengan menggunakan Uji regresi logistik digunakan untuk melihat hubungan antara kadar Interleukin-6 (Il-6) terhadap waktu konversi sputum pada pengobatan TB paru. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 51 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, didapatkan hasil sebagai berikut : kadar Il-6 pada penelitian ini memiliki ambang batas 16,21 pg/ml dengan tingkat sensitivitas 92,31 % dan spesifisitas 89,47 % serta terdapat hubungan antara kadar Il-6 yang tinggi dengan tingkat kepositifan sputum BTA dan lama nya konversi sputum BTA pada pengobatan TB paru</p> 2026-06-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Dicky Wahyudi, Irawaty Djaharuddin , Nur Ahmad Tabri https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/271 Hubungan Intensitas Dan Durasi Penggunaan Komputer Dengan Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Pekerja Kantoran Bank Sultra Tahun 2025 2026-06-17T01:32:15+08:00 Rahma Ramadani rahmaramadhani@Gmail.com Devi Savitri Effendy efendy@gmail.com Siti Nurfadillah sitinur@gmail.com <p><em>Computer Vision Syndrome </em>(CVS) merupakan sekumpulan gangguan pada mata dan penglihatan yang terjadi akibat penggunaan komputer atau perangkat digital dalam waktu yang lama. Pekerja yang menggunakan komputer sebagai sarana utama dalam bekerja memiliki risiko tinggi mengalami CVS. Penelitian ini bertujuan <em>untuk</em> mengetahui hubungan intensitas penggunaan komputer, durasi penggunaan komputer, dan waktu istirahat dengan kejadian <em>Computer Vision Syndrome </em>(CVS) pada pekerja kantoran Bank Sultra Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra yang menggunakan komputer sebagai alat utama dalam bekerja sebanyak 52 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 responden (84,6%) mengalami <em>Computer Vision Syndrome </em>(CVS). Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan komputer kategori rendah (63,5%), durasi penggunaan komputer kategori tinggi (67,3%), dan waktu istirahat kategori kurang baik (75,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara intensitas penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,694) dan tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,248). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara waktu istirahat dengan kejadian CVS (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa waktu istirahat berhubungan dengan kejadian <em>Computer Vision Syndrome </em>(CVS), sedangkan intensitas dan durasi penggunaan komputer tidak berhubungan dengan kejadian CVS pada pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra. Penerapan waktu istirahat yang cukup selama bekerja perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan CVS.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Rahma Ramadani, Devi Savitri Effendy, Siti Nurfadillah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/270 Faktor Yang Berhubungan Dengan Personal Hygiene Selama Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Kabangka Tahun 2026 2026-06-17T01:34:09+08:00 Ade Sri Wahyuni adesriwahyuni1212@gmail.com Yasnani yasnani@Gmail.com Fithria fitrhi@gmail.com <p><em>Personal hygiene</em> saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada organ kewanitaan saat menstruasi. Perawatan pada saat menstruasi diperlukan karena pada saat menstruasi pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. Kebersihan harus selalu dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan akan menyebabkan penyakit pada organ reproduksi. Menurut <em>World Health Organization</em> (WHO) mengatakan bahwa sekitar 90% perempuan di Indonesia mengalami keputihan, dan 60% kasus tersebut terjadi pada kelompok remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan &nbsp;<em>personal hygiene</em> selama menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel mencapai 102 siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan <em>total sampling </em>yaitu jumlah sampel sama dengan populasi. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan menguji adanya hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap dan sumber informasi berhubungan dengan tindakan <em>personal hygiene </em>saat menstruasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,004 dan 0,000 (p &lt; 0,05). Variabel pengetahuan, fasilitas sanitasi, dan petugas kesehatan tidak memiliki hubungan dengan tindakan&nbsp; <em>personal hygiene</em> saat menstruasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,25, 0,746, dan 0,467 (p &gt; 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan uji statistik <em>Chi Square</em> menunjukkan adanya hubungan variabel sikap dan sumber informasi dengan tindakan <em>personal hygiene </em>saat menstruasi serta tidak adanya hubungan antara variabel pengetahuan, fasilitas sanitasi, dan petugas kesehatan dengan tindakan <em>personal hygiene </em>saat menstruasi.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Ade Sri Wahyuni, Yasnani, Fithria https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/309 Faktor yang Memengaruhi Implementasi Rekonsiliasi Obat di Indonesia Tahun 2021-2025: Systematic Literature Review 2026-07-02T13:25:28+08:00 Vina Anasthasia Sagita vinanasthasia@gmail.com Cici Feronika cici@gmail.com <p>Rekonsiliasi obat adalah salah satu standar pelayanan farmasi klinik di rumah sakit yang mengumpulkan informasi obat sebelum masuk rumah sakit, kemudian diselaraskan dengan resep obat saat masuk rumah sakit. Rekonsiliasi obat dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam pengobatan (<em>medication error</em>). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi rekonsiliasi obat terhadap keberhasilan pengobatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain <em>Systematic literature review</em> mengacu pada PRISMA 2020 dengan metode pencarian PICO Framework. Artikel diperoleh melalui Google Scholar dengan kriteria penelitian di Indonesia, terbit tahun 2021–2025, tersedia <em>full-text</em>, dan terkait implementasi rekonsiliasi obat. Dari artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Rekonsiliasi obat terbukti menurunkan <em>medication discrepancy</em> dan <em>medication error</em>. Faktor yang memengaruhi implementasi meliputi keterlibatan apoteker klinik, kepatuhan staf terhadap standar operasional, komunikasi antarprofesi, dokumentasi yang lengkap, dukungan sistem informasi rumah sakit, serta karakteristik pasien dan karakteristik obat. Temuan ini sejalan dengan rekomendasi WHO melalui <em>Medication Without Harm</em> dan standar <em>The Joint Commission</em>. Rekonsiliasi obat merupakan strategi efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan keberhasilan pengobatan. Penguatan kompetensi apoteker, kolaborasi interprofesi, sistem informasi, dan keterlibatan pasien diperlukan untuk mengoptimalkan implementasinya di Indonesia.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Vina Anasthasia Sagita, Cici Feronika https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/327 Efektivitas Ekstrak Serai Dapur (Cymbopogon Citratus) Pada Mortalitas Larva Aedes Aegypti : Studi Eksperimental Di Kota Kendari Tahun 2026 2026-07-14T06:32:22+08:00 Liberthy Mendila Tappo leieneb@gmail.com Asnia Zainuddin asnia@Gmail.com Yasnani yasnani@Gmail.com <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Data nasional Kementerian Kesehatan RI tahun 2024 mencatat 257.271 kasus dengan 1.461 kematian, sedangkan hingga 23 Juni 2025 dilaporkan 78.646 kasus dan 346 kematian. Penggunaan larvasida sintetis dapat menimbulkan resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. diperlukan alternatif larvasida yang berasal dari bahan alami, contohnya serai dapur (<em>Cymbopogon citratus</em>) yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, geraniol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai dapur (<em>Cymbopogon citratus</em>) terhadap mortalitas larva <em>Aedes aegypti</em>. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan <em>post-test only control group design</em>. Larva <em>Aedes aegypti </em>instar III–IV dibagi menjadi lima perlakuan yaitu ekstrak serai dapur konsentrasi 10%, 20% dan 30%, kontrol positif (Abate), serta kontrol negatif. Setiap kelompok terdiri atas empat kali pengulangan dengan 25 larva setiap pengulangan. Pengamatan mortalitas larva dilakukan pada 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 24 jam setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan lamanya waktu paparan. Pada pengamatan 24 jam, seluruh konsentrasi ekstrak menunjukkan mortalitas sebesar 100%, sedangkan kontrol negatif sebesar 2%. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada mortalitas larva <em>Aedes aegypti </em>antar kelompok perlakuan (p&lt;0,05). Berdasarkan Hasil Penelitian, dapat disimpulkan ekstrak serai dapur (<em>Cymbopogon citratus</em>) efektif terhadap mortalitas larva <em>Aedes aegypti </em>sebagai larvasida nabati dalam pengendalian vektor DBD.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Liberthy Mendila Tappo, Asnia Zainuddin, Yasnani https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/326 Hubungan Bauran Pemasaran Dengan Keputusan Memilih Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit X Kota Jambi Tahun 2025 2026-07-14T06:01:45+08:00 Ester Laura esterlaura@gmail.com Adila Solida adila@gmail.com Usi Lanita usi@gmail.com Arnild Augina Mekarisce Mekarisce@gmail.com <p>Tingginya pertumbuhan jumlah rumah sakit di Indonesia memicu persaingan yang ketat dalam industri kesehatan, termasuk di Provinsi Jambi. RS X Jambi menjadi salah satu RS dengan indikator pelayanan rendah, mencatat BOR 33,3% dan BTO 34,1 kali dan berada di bawah standar Kementrian kesehatan. Fenomena ini menegaskan perlunya penerapan strategi bauran pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan bauran pemasaran dengan keputusan memilih pelayanan rawat inap di RS X Kota Jambi tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 108 pasien rawat inap yang diambil secara <em>accidental sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat (<em>chi-square</em>)<strong>. </strong>Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan pada variabel <em>product</em> (0,001), <em>price</em> (0,001), <em>place</em> (0,001), <em>people</em> (0,001), dan <em>process</em> (0,001). Variabel yang tidak signifikan adalah <em>promotion</em> (0,687) dan <em>Physical Evidence</em> (0,069). Terdapat hubungan <em>product, price, place, people, process</em> dengan keputusan memilih pada rawat inap di rumah sakit X sedangkan <em>promotion</em> dan <em>physical evidence</em> tidak terdapat hubungan.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Ester Laura, Adila Solida, Usi Lanita, Arnild Augina Mekarisce https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/323 Hubungan Paparan Iklan Media Sosial, Kebiasaan Membaca Label Pangan, Dan Teman Sebaya Dengan Konsumsi Ultra Processed Food Pada Mahasiswa Gizi 2026-07-12T17:15:32+08:00 Syeika N. F. Fatarum syeikanffatarum@gmail.com Ruwiah ruwiah@gmail.com Renni Meliahsari reni@gmail.com <p>Konsumsi UPF dalam jumlah besar yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu panjang dapat berdampak pada peningkatan risiko obesitas dan berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan iklan media sosial, kebiasaan membaca label pangan, dan teman sebaya dengan konsumsi UPF pada mahasiswa gizi Universitas Halu Oleo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain <em>cross sectional. </em>Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi gizi Universitas Halu Oleo. Sampel penelitian ini terdiri dari 165 mahasiswa gizi yang diambil menggunakan teknik <em>stratified random sampling</em>. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square. </em>Hasil penelitian menunjukkan 62,4% responden terpapar iklan media sosial, 69,7% responden memiiki kebiasaan membaca label pangan baik, 57% responden terpengaruh teman sebaya, dan 52,1% responden sering mengonsumsi produk UPF. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara paparan iklan media sosial (p=0,024) dan teman sebaya (p=0,013) dengan konsumsi UPF. Tidak terdapat hubungan kebiasaan membaca label pangan dengan konsumsi UPF (p=0,3397). Paparan iklan media sosial dan teman sebaya memiliki hubungan signifikan dengan konsumsi UPF. Kebiasaan membaca label pangan tidak ada hubungan dengan konsumsi UPF.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Syeika N. F. Fatarum, Ruwiah, Renni Meliahsari https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/316 Implementasi Manajemen Kebidanan Komunitas pada Ibu Hamil dengan Anemia Ringan di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah 2026-07-05T15:22:10+08:00 Mustika Ayu Lestari mustikaayulestari10@gmail.com Zulniati zulniati@gmail.com Meitia Herawati meitia@gmail.com <p>Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi pada ibu maupun janin. Penanganan anemia memerlukan asuhan kebidanan yang komprehensif melalui pendekatan keluarga dan komunitas untuk meningkatkan pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, serta perbaikan pola makan ibu hamil. &nbsp;Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan kasus anemia ringan pada ibu hamil di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah melalui penerapan manajemen kebidanan sehingga masalah kesehatan dapat diidentifikasi, ditangani, dan dievaluasi secara komprehensif. Laporan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan komunitas. Proses asuhan meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, identifikasi masalah, penetapan diagnosis, penyusunan rencana asuhan, pelaksanaan intervensi berupa edukasi gizi, anjuran konsumsi tablet tambah darah, pemantauan kondisi ibu, serta evaluasi hasil asuhan. Asuhan kebidanan komunitas menunjukkan bahwa ibu hamil dengan anemia ringan memerlukan edukasi berkelanjutan mengenai pemenuhan nutrisi kaya zat besi, kepatuhan mengonsumsi tablet Fe, serta dukungan keluarga dalam penerapan perilaku hidup sehat. Pendekatan berbasis keluarga dan komunitas membantu meningkatkan pemahaman ibu dan keluarga mengenai pencegahan komplikasi anemia selama kehamilan serta mendukung keberhasilan asuhan kebidanan. Penerapan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan anemia ringan pada ibu hamil dapat dilaksanakan secara sistematis melalui manajemen kebidanan. Pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan kolaboratif berperan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil, mencegah komplikasi kehamilan, serta mewujudkan keluarga yang lebih mandiri dalam menjaga kesehatan</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Mustika Ayu Lestari, Zulniati Herawati, Meitia Herawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/315 Penerapan Edukasi Perawatan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu di Desa Batunyala 2026-07-05T15:22:48+08:00 Mustika Ayu Lestari mustikaayulestari10@gmail.com Rosita rosita@gmail.com Meitia Herawati meitia@gmail.com <p>Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah infeksi pada bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang benar dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, omfalitis, bahkan tetanus neonatorum. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komunitas berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui edukasi dan pendampingan secara langsung. Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan fokus pada perawatan tali pusat bayi usia 2 hari untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mencegah terjadinya infeksi tali pusat. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, interpretasi data, diagnosis potensial, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi pada keluarga Tn. S di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah. Hasil pengkajian menunjukkan bayi laki-laki usia 2 hari dalam keadaan umum baik dengan tanda vital normal, namun tali pusat masih basah sehingga berisiko mengalami infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai tujuan dan manfaat perawatan tali pusat, tanda-tanda infeksi, demonstrasi cara perawatan tali pusat yang benar menggunakan prinsip bersih dan kering, anjuran pemberian ASI eksklusif, serta kunjungan ulang. Pada evaluasi dan kunjungan lanjutan, ibu telah memahami cara perawatan tali pusat, mampu mengenali tanda bahaya, dan tali pusat bayi telah puput tanpa tanda infeksi. Asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi dan pendampingan mengenai perawatan tali pusat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat tali pusat bayi baru lahir sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Edukasi berkelanjutan dan kunjungan neonatal perlu terus dilakukan untuk mempertahankan praktik perawatan tali pusat yang sesuai standar</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Mustika Ayu Lestari, Rosita, Meitia Herawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/314 Implementasi Pijat Bayi/Balita Sehat Berbasis Keluarga untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita: Studi Kasus di Desa Batunyala 2026-07-05T15:20:41+08:00 Mustika Ayu Lestari mustikaayulestari10@gmail.com Nurul Hidayati nuruh@gmail.com Meitia Herawati meitia@gmail.com <p>Masa balita merupakan periode emas (golden period) yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya stimulasi yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang, meningkatkan kualitas tidur, nafsu makan, serta membantu peningkatan berat badan balita adalah pemberian pijat bayi/balita sehat. Asuhan kebidanan komunitas berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memberikan stimulasi yang tepat kepada balita. Mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. T, khususnya An. R usia 2 tahun, melalui pemberian pijat bayi/balita sehat sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan balita. Artikel ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, identifikasi masalah, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi selama pelaksanaan praktik kebidanan komunitas di Desa Batunyala. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pemberian edukasi dan praktik pijat bayi/balita sehat dapat meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai manfaat pijat balita serta kemampuan keluarga dalam melakukan stimulasi secara mandiri. Balita tampak lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan orang tua memahami pentingnya stimulasi rutin sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pencegahan gangguan gizi dan stunting. Asuhan kebidanan komunitas melalui pemberian pijat bayi/balita sehat merupakan intervensi komplementer yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dan mendukung optimalisasi tumbuh kembang balita. Keterlibatan aktif keluarga dalam melakukan pijat secara rutin di rumah menjadi salah satu strategi promotif dan preventif yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan balita.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Mustika Ayu Lestari, Nurul Hidayati , Meitia Herawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/312 The Relationship between Social Cognitive Theory in Enchancing Physical Activity in The Elderly: A Systematic Review 2026-07-05T12:11:19+08:00 Elisabeth Gultom elisabetgulrom@gmail.com Fitri Dia Muspitha fitridia03@gmail.com Sethiana Dewi Ruben setianaruben@gmail.com Yoel Halitopo yoelhalitopo@gmail.com <p>The high number of elderly people has led to various health problems that must be faced. However, there are still elderly people who are reluctant to carry out regular physical activity, so the health status and quality of life of the elderly also decline. Aims: This systematic review aims to identify the relationship between social cognitive theory (SCT) on physical activity in the elderly. Methods: This systematic review method approach is based on PRISMA. This systematic review examines several research articles from journal databases, namely PubMed and ScienceDirect, and obtained 13 articles in 2019-2024. The keywords used in the search are “Social Cognitive Theory”, “SCT”, “Physical Activity”, “PA”, and “Elderly”. The articles reviewed met the inclusion criteria, namely relevant article topics, original research articles in English, and publications in the last five years. The eligibility criteria were then assessed separately using the JBI Critical Appraisal Checklist tool.&nbsp; Results: From a total of 13 articles reviewed, it can be concluded that the majority of articles explain how important the social cognitive patterns that elderly people must have in relation to the physical activity of the elderly, such as predicting the physical activity of the elderly, increasing the exercise behavior of the elderly, influencing the level of physical activity for people with chronic diseases, and adjusting physical activity with the abilities of the elderly. The higher an elderly person's social cognition, self-efficacy, encouragement, and social support to be able and willing to carry out physical activities in accordance with the elderly's abilities and physical condition. Conclusion: The social cognition of the elderly places more emphasis on the ability of the elderly to learn things around them, so that the elderly have self-efficacy, encouragement, and social support to do things in according to their goals and beliefs. Health workers in provide health services to the community, social cognitive theory can be used for alternative to increase the physical activity of the elderly. A personalized smartphone-based intervention based on SCT is highly effective for promoting physical activity in older adults.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Elisabeth Gultom, Fitri Dia Muspitha, Sethiana Dewi Ruben, Yoel Halitopo https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/311 Peningkatan Pengetahuan Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah Dan Vitamin B Kompleks Pada Masyarakat Gintungan Desa Gogik Ungaran Barat 2026-07-03T19:31:27+08:00 Bambang Rinanto Adi Saputro babanga@gmail.com Dian Novitasari nofitasari@gmail.com Riska Febriana febrianariska446@gmail.com Anasthasia Pujiastuti anaas@gmail.com <p>Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan wanita usia subur. Rendahnya pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui media leaflet yang dilaksanakan pada masyarakat Gintungan RT 06/RW 02, Desa Gogik, Ungaran Barat. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, faktor risiko, manfaat tablet tambah darah dan vitamin B kompleks, aturan konsumsi, efek samping, faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi, serta pola makan bergizi untuk mencegah anemia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,1% setelah penyuluhan. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat suplemen, cara konsumsi yang benar, dan upaya pencegahan anemia. Penyuluhan menggunakan media leaflet efektif sebagai sarana edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Bambang Rinanto Adi Saputro, Dian Novitasari, Riska Febriana, Anasthasia Pujiastuti https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/269 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Mata (Astenopia) Pada Pekerja Di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 2026-06-17T01:34:46+08:00 Lutfia Andi Astuti lutfiaandi2403@gmail.com Asnia Zainuddin zainudin@gmail.com Arum Dian Pratiwi arumdian@gmail.com <p>Kelelahan mata (astenopia) merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh pekerja yang menggunakan komputer dalam waktu yang lama. Penggunaan komputer secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti mata perih, mata kering, mata berair, penglihatan kabur, dan sakit kepala yang dapat memengaruhi kenyamanan serta produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata (astenopia) pada pekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 yang meliputi usia, jarak monitor, masa kerja, lama paparan komputer, dan istirahat mata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2026. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah sampel sebanyak 188 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji <em>Spearman Rank Correlation.</em> Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (<em>p-value</em> = 0,000) dan masa kerja (<em>p-value</em> = 0,000) dengan kelelahan mata (astenopia), sedangkan jarak monitor (<em>p-value</em> = 0,051), lama paparan komputer <em>(p-value</em> = 0,056), dan istirahat mata (<em>p-value</em> = 0,452) tidak menunjukkan adanya hubungan dengan kelelahan mata (astenopia). &nbsp;Kesimpulan: Usia dan masa kerja berhubungan dengan kelelahan mata (astenopia) pada pekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, sedangkan jarak monitor, lama paparan komputer, dan istirahat mata tidak berhubungan dengan kelelahan mata.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Lutfia Andi Astuti, Asnia Zainuddin , Arum Dian Pratiwi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/306 Hubungan Asupan Protein dengan Status Pertumbuhan Anak Usia 24–59 Bulan 2026-06-30T00:50:56+08:00 Beauty Octavia Mahardany octavia.beauty21@gmail.com Rizky Febriyanti Supriadi rizkyfebriyanti.s@gmail.com Erna Amin midwife_erna@yahoo.com <p>Pertumbuhan anak usia 24–59 bulan merupakan periode penting yang dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi, salah satunya protein. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan linier berupa stunting yang berdampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dengan status pertumbuhan anak usia 24–59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em> yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bambu Kabupaten Mamuju. Sampel penelitian berjumlah 30 anak usia 24–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data asupan protein diperoleh melalui <em>food record</em>, sedangkan status pertumbuhan diukur menggunakan indikator antropometri berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho dan Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% anak mengalami stunting berdasarkan indikator TB/U, terdiri dari kategori stunted sebesar 50% dan severely stunted sebesar 20%. Terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/U (p=0,05; r=0,593) dan TB/U (p=0,000; r=0,601), sedangkan tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/TB (p=1,000; r=0,023). Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein berhubungan dengan status pertumbuhan anak terutama pada indikator TB/U. Pemenuhan protein yang cukup dan berkualitas, terutama protein hewani, perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung pertumbuhan dan mencegah gangguan pertumbuhan pada balita</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Beauty Octavia Mahardany, Rizky Febriyanti Supriadi, Erna Amin https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/305 Hubungan Persepsi Pasien Tentang Ketepatan Waktu Pelayanan Dengan Waktu Tunggu Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah Lamongan 2026-06-29T19:32:03+08:00 Alfin Sufi Ruhyani ruhyanialfin8@email.com Nahardian Vica Rahmawati naharadin@gmail.com Nuryati nuryati@gmail.com <p>Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit yang dapat memengaruhi persepsi pasien terhadap ketepatan waktu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi pasien tentang ketepatan waktu pelayanan dengan waktu tunggu pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling pada 98 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi ketepatan waktu pelayanan kategori cukup baik sebanyak 57 responden (58,2%). Rata-rata waktu tunggu pasien rawat jalan sebesar 59,86 menit dengan rentang 13–168 menit. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara persepsi pasien tentang ketepatan waktu pelayanan dengan waktu tunggu pasien rawat jalan (r = -0,760; p = 0,000). Semakin baik persepsi pasien terhadap ketepatan waktu pelayanan, maka waktu tunggu pasien cenderung semakin singkat. Diharapkan rumah sakit meningkatkan ketepatan waktu pelayanan untuk mendukung waktu tunggu yang sesuai standar dan meningkatkan mutu pelayanan.</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Alfin Sufi Ruhyani, Nahardian Vica Rahmawati, Nuryati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/303 Efektivitas Inovasi Senam Ergonomik Berbasis Budaya Terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang 2026-06-29T20:10:28+08:00 Dwi Suswianti dwisuswianti@gmail.com Mizam Ari Kurniyanti mizan@gmail.com Frengky Apryanto frengky@gmail.com <p>Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah, yaitu &gt;7,0 mg/dL pada laki-laki dan &gt;6,0 mg/dL pada perempuan. Kondisi ini sering dialami lansia akibat penumpukan kristal urat yang dapat menimbulkan nyeri dan gangguan mobilitas. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah senam ergonomik berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inovasi senam ergonomik berbasis budaya terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan two-group pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (10 responden) dan kelompok kontrol (10 responden). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan hasil antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,046; p&lt;0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,317; p&gt;0,05). Perbandingan kadar asam urat pascaintervensi antara kedua kelompok juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001; p&lt;0,05). Dengan demikian, inovasi senam ergonomik berbasis budaya yang dilakukan sebanyak empat kali selama dua minggu terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Dwi Suswianti, Mizam Ari Kurniyanti, FFrengky A pryanto https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/302 Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Widyagama Malang 2026-06-27T12:53:34+08:00 Agnes Aulia Salsabillah agnezauliya@gmail.com Rosly Zunaedi rosly@gmail.com Yuliyanik yuliyanik@gmail.com <p>Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta produktivitas. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah pola makan. Mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Widyagama Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 24 siswi. Pengumpulan data pola makan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang telah dimodifikasi, sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Easy Touch. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Sebagian besar responden memiliki pola makan sehat sebanyak 13 responden (54,2%), pola makan kurang sehat sebanyak 9 responden (37,5%), dan pola makan tidak sehat sebanyak 2 responden (8,3%). Sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 20 responden (83,3%), sedangkan 4 responden (16,7%) memiliki kadar hemoglobin tinggi. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,051 dengan nilai p-value sebesar 0,812 (p&gt;0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Widyagama Malang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Widyagama Malang.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Agnes Aulia Salsabillah, Rosly Zunaedi, Yuliyanik https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/301 Pengaruh Permainan Kolase Tematik Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah Di TK Islam Gita Nanda Kecamatan Lowokwaru Kota Malang 2026-06-27T12:52:27+08:00 Jumita Dos Santos Gomes jumitadossantosgomes@gmail.com Ika Arum Dewi Satiti stiti@gmail.com Rosly Zunaedi zunaedy@gmail.com <p>Gangguan motorik halus pada anak usia prasekolah masih cukup tinggi, sehingga pada stimulasi untuk melatih kemampuan motorik halus anak, dalam melalui permainan edukatif seperti permainan kolase. Mengetahui pengaruh permainan kolase tematik terhadap kemampuan motorik halus anak usia prasekolah di TK Islam Gita Nanda Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi experimental</em> dengan rancangan <em>two group pretest-posttest design</em>. Sampel penelitian berjumlah 41 responden yang terdiri dari kelompok kontrol sebanyak 21 anak dan kelompok intervensi sebanyak 20 anak. Intervensi permainan kolase tematik dilakukan selama 25 menit sebanyak 6 kali pertemuan. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemampuan motorik halus. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengan taraf signifikansi ? = 0,05. Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) pada kelompok intervensi berada pada kategori Belum Berkembang (BB). Setelah diberikan intervensi permainan kolase tematik, kemampuan motorik halus meningkat menjadi kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) pada seluruh responden (100%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (&lt;0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan dengan nilai p-value = 0,157 (&gt;0,05). Permainan kolase tematik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia prasekolah di TK Islam Gita Nanda Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Permainan kolase tematik dapat digunakan sebagai salah satu metode stimulasi perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jumita Dos Santos Gomes, Ika Arum Dewi Satiti , Rosly Zunaedi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/300 Hubungan Kualitas Tidur Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Dewasa Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang 2026-06-27T12:51:03+08:00 Aditiyani Nugraha Pertiwi aditiyaninugrahap@gmail.com Irawansyah irawansyahabbas90@gmail.com Uswatun Hasanah uswatun.nersuh@gmail.com <p>Hipertensi atau silent killer menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Faktor yang berperan dalam peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis dan gangguan regulasi tekanan darah sehingga berkontribusi terhadap peningkatan derajat hipertensi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada pasien dewasa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang. Metode Penelitian yakni desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien dewasa yang terdiagnosis hipertensi. Teknik pengammbilan sampel menggunakan purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner <em>Pitssburgh Sleep Quality Index </em>(PSQI). Derajat Hipertensi ditentukan berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah sesuai klasifikasi hipertensi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan dderajat hipertensi pada penderita hipertensi. Implikasi pada penelitian ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan peningkatan kualitas tidur sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi. Edukasi mengenai pola tidur yang baik dapat menjadi salah satu strategi untuk membantu menurunkan risiko peningkatan derajat hipertensi pada pasien dewasa.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Aditiyani Nugraha Pertiwi, Irawansyah, Uswatun Hasanah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/298 Hubungan Hasil Skrining Diabetes Mellitus dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Usia Produktif 2026-06-25T21:14:36+08:00 Rantiningsih Sumarni Rantiningsihsumarni@gmail.com Atik Aryani aryani@Gmail.com Etty Eriyanti ettyerri@gmail.com Anik Suwarni anik@gmail.com <p>Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia produktif. Deteksi dini melalui skrining glukosa darah sewaktu menjadi salah satu strategi penting dalam mengidentifikasi individu berisiko sehingga dapat dilakukan pemeriksaan konfirmasi dan penatalaksanaan lebih awal. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara hasil skrining glukosa darah sewaktu dengan kejadian Diabetes Mellitus pada kelompok usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sebanyak 30 responden usia 18–59 tahun yang mengikuti kegiatan Posbindu PTM di Desa Mandong dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan <em>Fisher's Exact Test</em> dan <em>Odds Ratio</em> (OR) dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0,05). Hasil: Sebanyak 21 responden (70,0%) tidak mengalami DM dan 9 responden (30,0%) mengalami DM. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara hasil skrining glukosa darah sewaktu dengan kejadian DM (p = 0,013). Responden dengan hasil skrining tidak normal memiliki kecenderungan peluang lebih tinggi mengalami DM (OR = 17,35; 95% CI: 0,90–336,24). Kesimpulan: Hasil skrining glukosa darah sewaktu berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus pada usia produktif sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai metode skrining awal untuk mendukung deteksi dini di pelayanan kesehatan primer, yang selanjutnya perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan diagnostik standar.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Rantiningsih Sumarni, Atik Aryani, Etty Eriyanti, Anik Suwarni https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/297 Evaluation of Lip Tint Formulation and Antioxidant Activity Assay of Watermelon Fruit Extract (Citrullus lanatus) 2026-06-24T11:41:44+08:00 Amanah Fauziah amanahfzah@gmail.com Wahyuni Watora wahyuniwatora@unimudasorong.ac.id Angga Bayu Budiyanto anggabayubudiyanto@unimudasorong.ac.id <p style="font-weight: 400;"><em>Watermelon (Citrullus lanatus) contains vitamins and carotenoids, especially lycopene which functions as a natural red dye so it has the potential to be used as an active ingredient in lip tint. This study aims to formulate watermelon extract as a natural dye and a source of antioxidants in lip tint preparations and to evaluate the quality of the preparations to meet good requirements. This study was conducted experimentally with extract concentrations of 10%, 20%, and 30%. Then the physical properties of the preparations and antioxidant activity were tested. The results showed that all formulas met good physical characteristics, including a homogeneous preparation, a pH of around 5, a spreadability of 2-3 times, and a spreadability at F1 (6.49), F2 (6.57), F3 (6.09), and had maintained stability without changes in color, aroma, or shape, during storage. Antioxidant activity test shows that formula 1 (10%) has antioxidant activity in the very strong category (20.45 ppm), formula 2 (20%) is in the strong category (54.57 ppm), formula 3 (30%) is in the weak category (252.8 ppm). Overall, watermelon extract can be formulated into a good lip tint, but formula 3 (30%) shows lower activity which is thought to be due to the high extract concentration which triggers antagonistic interactions between compounds.</em></p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Amanah Fauziah, Wahyuni Watora, Angga Bayu Budiyanto https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/231 Analisis Faktor Lingkungan Pada Balita Stunting Dengan Riwayat Malaria Di Puskesmas Kimi 2026-05-26T21:06:56+08:00 Josi Petrosina Tetelepta Petrosinajosi381@gmail.com Mulyanti mulyanti@gmail.com Ester ester@gmail.com <p>Stunting dan malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada wilayah endemis, termasuk Kabupaten Nabire, Papua. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang memadai diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko infeksi malaria dan gangguan pertumbuhan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian stunting pada balita yang memiliki riwayat malaria di wilayah kerja Puskesmas Kimi. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>case-control</em>. Kelompok kasus terdiri atas balita stunting yang memiliki riwayat malaria dalam satu tahun terakhir, sedangkan kelompok kontrol merupakan balita dengan status gizi normal dan tanpa riwayat malaria. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kondisi lingkungan rumah, serta penelusuran data kesehatan. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa karakteristik lingkungan fisik rumah berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita yang memiliki riwayat malaria (p&lt;0,05). Faktor yang terbukti berasosiasi meliputi tipe bangunan rumah, jenis lantai, penggunaan kawat kasa pada ventilasi, kondisi lingkungan di dalam rumah, serta kondisi lingkungan sekitar rumah yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan tempat tinggal memiliki peran penting dalam meningkatkan paparan terhadap malaria yang selanjutnya dapat memengaruhi status kesehatan dan pertumbuhan anak. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan berpotensi meningkatkan risiko stunting melalui peningkatan kejadian malaria dan penyakit infeksi lainnya. Oleh karena itu, upaya penanggulangan stunting di daerah endemis malaria perlu diintegrasikan dengan perbaikan kualitas perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, pengendalian vektor, serta edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.</p> 2026-06-23T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Josi Petrosina Tetelepta, Mulyanti, Ester https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/247 Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Mahasiswi Stikes Widyagama Husada Malang 2026-06-01T20:43:32+08:00 Erniyanti Kaka erniyantikaka3@gmail.com Dwi Soelistiyoningsih dwi@gmail.com Ervin Rufaindah rufaindah@gmail.com <p>Gangguan menstruasi teridentifikasi sebagai salah satu permasalahan kesehatan utama yang dihadapi oleh populasi remaja di Indonesia. Pada skala global, <em>Organisasi Kesehatan Dunia</em> (WHO) mencatat bahwa 75% remaja putri mengalami gangguan menstruasi, dengan sekitar 80% di antaranya mengalami ketidakteraturan siklus haid pada tahun pertama pasca menarche. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan siklus mentruasi pada mahasiswi STIKES Widyagama Husada Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional melalui pendekatan cross sectional .Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Rule of Thumb menurut Suharsimi Arikunto dengan pengambilan 15% dari populasi sehingga diperoleh sebanyak 41 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square (?²) dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai Chi-Square dengan nilai signifikansi (p-value) = 0,001 &lt; 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada mahasiswi STIKES Widyagama Husada Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi dengan status gizi tidak normal, baik gizi kurang maupun gizi lebih, cenderung mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dibandingkan dengan mahasiswi yang memiliki status gizi normal. Sebagian besar mahasiswi STIKES Widyagama Husada Malang memiliki status gizi normal, namun masih ditemukan mahasiswi dengan status gizi kurang dan lebih yang cenderung mengalami gangguan siklus menstruasi, terutama oligomenore</p> 2026-06-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Erniyanti Kaka, Dwi Soelistiyoningsih, Ervin Rufaindah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/245 Perilaku Konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) Pada Siswa Sekolah Dasar 2026-06-01T20:46:41+08:00 Hasmil Arifqi hasmilrifki@gmail.com usi Lanita usilanita@gmail.com Kasyani kasyani@gmail.com Puspita Sari puspitasari@gmail.com <p>Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak sekolah dasar melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku konsumsi siswa. Perilaku konsumsi makanan pada anak sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan gizi, pengaruh teman sebaya, peran guru, rasa makanan, dan kebiasaan makan di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada siswa Sekolah Dasar Negeri 66 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV dan V SDN 66 Kota Jambi sebanyak 231 siswa. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi yang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,868) dan pengaruh teman sebaya (p=0,229) dengan perilaku konsumsi MBG. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru (p=0,005), rasa makanan (p=0,045), dan kebiasaan makan di rumah (p=0,005) dengan perilaku konsumsi MBG. Faktor yang paling memengaruhi perilaku konsumsi siswa adalah rasa makanan dan dukungan lingkungan sekitar</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Hasmil Arifqi, usi Lanita, Kasyani, Puspita Sari https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/244 Determinan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri 2026-06-01T20:46:02+08:00 Al’ Fajri alfajri@gmail.com Fajrina Hidayati fajrina@gmail.com Helmi Suryani Nasutio helmi@gmail.com Oka Lesmana okalesaman@gmail.com <p>Rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) menunjukkan tingginya potensi penyebaran nyamuk dan risiko kejadian DBD. Berdasarkan observasi awal di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri ditemukan adanya jentik nyamuk pada sebagian besar rumah yang diperiksa serta adanya kasus positif DBD di wilayah tersebut.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan pendekatan kuantitatif.Populasi penelitian sebanyak 7.723 rumah tangga, dengan sampel 121 rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran lingkungan, dan wawancara terstruktur menggunakan lembar observasi.. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05), serta besar hubungan dinilai menggunakan Prevalence Ratio (PR). hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa hanya variabel warna TPA yang memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p=0,00; PR=3,31; 95%CI=1,40–2,47), sedangkan variabel lain seperti letak TPA (p=0,80; PR=1,01), sumber air (p=0,70; PR=1,10), jumlah TPA (p=0,75; PR=1,10), suhu TPA (p=0,08; PR=1,45), kelembaban (p=0,99; PR=1,01), dan pH air (p=0,50; PR=0,76) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya warna TPA yang memiliki hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Al’ Fajri, Fajrina Hidayati , Helmi Suryani Nasutio https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/242 Hubungan Kesadaran Lingkungan Dengan Kepatuhan Mahasiswa Dalam Membuang Sampah Pada Tempatnya Di Wilayah Kampus Universitas Halu Oleo 2026-05-31T18:13:35+08:00 Siti Rabbani Karimuna rabbanikarimuna@gmail.com Gracia Indri gracia@gmail.com Inun inun@gmail.com Nurzana nurzana@gmail.com Ocin ocin@gmail.com <p>Kebersihan lingkungan kampus merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana akademik yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Namun, perilaku membuang sampah sembarangan masih sering ditemukan sehingga mencerminkan rendahnya kesadaran lingkungan dan kepatuhan mahasiswa dalam menjaga kebersihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesadaran lingkungan dengan kepatuhan mahasiswa dalam membuang sampah pada tempatnya di Kampus Universitas Halu Oleo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 32 mahasiswa yang dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (81%), berusia 20 tahun (37%), dan berasal dari semester 6 (63%). Sebagian besar responden memiliki tingkat kesadaran lingkungan yang sangat baik (72%), kepatuhan membuang sampah pada tempatnya yang sangat baik (78%), serta menilai faktor lingkungan kampus berperan dalam mendukung pengelolaan sampah (53%). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik cenderung memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dalam membuang sampah pada tempatnya. Kesimpulannya, kesadaran lingkungan berperan penting dalam membentuk perilaku mahasiswa untuk menjaga kebersihan kampus. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lingkungan yang berkelanjutan, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, serta penguatan kebijakan kampus guna meningkatkan budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa.</p> 2026-06-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Siti Rabbani Karimuna, Gracia Indri, Inun, Nurzana, Ocin https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/241 Pengaruh Edukasi Kesehatan Dengan Media Video Dan Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Tentang Bahaya Konsumsi Minuman Manis 2026-05-31T18:12:49+08:00 Wa Ode Elsa Marfi elsamarfi0903@gmail.com Ruslan Majid majid@gmail.com Nurhijrianti Akib nurhi@gmail.com <p>Minuman manis merupakan minuman yang mengandung kadar gula tinggi dan apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi minuman manis pada anak sekolah masih cukup tinggi sehingga diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terkait bahaya konsumsi minuman manis. Salah satu metode edukasi yang dapat digunakan yaitu melalui media video dan leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang bahaya konsumsi minuman manis di SD Negeri 6 Raha. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>quasy eksperimen</em> dengan pendekatan <em>two group pretest and posttest design</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri 6 Raha sebanyak 160 siswa, dengan sampel sebanyak 114 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 57 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>proportionate random sampling</em>. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa tentang bahaya konsumsi minuman manis.</p> 2026-06-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Wa Ode Elsa Marfi, Ruslan Majid, Nurhijrianti Akib https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/240 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Penggilingan Padi Di UD Sinar Swastika Kabupaten Konawe 2026-06-01T20:48:59+08:00 Elsa Kristi elsachristyy@gmail.com Hariati Lestari lestari@gmail.com Irma Yunawati irmayunawati@gmail.com <p>Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak terjadi pada pekerja sektor informal, termasuk pada pekerja penggilingan padi yang memiliki risiko tinggi akibat aktivitas fisik berulang dan beban kerja berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja penggilingan padi di UD Sinar Swastika Kabupaten Konawe tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) serta instrumen untuk mengukur indeks massa tubuh, kebiasaan olahraga, masa kerja, beban kerja, durasi kerja, dan aktivitas berulang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs kategori tinggi (62,5%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa beban kerja memiliki hubungan signifikan dengan keluhan MSDs (p &lt; 0,05), sedangkan indeks massa tubuh, kebiasaan olahraga, masa kerja, durasi kerja, dan aktivitas berulang tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p &gt; 0,05). Disimpulkan bahwa beban kerja merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan keluhan MSDs. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian beban kerja melalui penerapan ergonomi dan peningkatan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk mengurangi risiko MSDs pada pekerja.</p> 2026-06-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Elsa Kristi, Hariati Lestari, Irma Yunawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/239 Efektivitas Pijat Oksitosin Dengan Fennel Essential Oil Dan Clary Sage Essential Oil Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Postpartum Normal 2026-05-31T18:12:04+08:00 Ratna Nurindah Sari ratna.ina2287@gmail.co Cipta Pramana cipta@gmail.com Siti Maimunah maimunah@gmail.com <p>Produksi ASI yang kurang mengakibatkan ASI eksklusif tidak tercapai dan ASI tidak diberikan kepada bayi. Peningkatan produksi ASI dapat dilakukan secara metode tunggal atau dapat dilakukan dengan kombinasi. Pijat dan <em>essential oil</em> merupakan salah satu metode kombinasi seperti pijat oksitosin dengan <em>fennel essential oil</em> dan <em>clary sage essential oil.</em> Jenis penelitian ini <em>quasy experiment </em>dengan rancangan <em>pretest-posttest with group design. </em>Populasi penelitian ibu <em>postpartum</em> normal pada bulan September-November 2025 di Wilayah Kerja Puskesmas Krobokan sebanyak 40 orang. Teknik <em>purposive</em> <em>sampling</em> dengan sampel sebanyak 42 orang yang terdiri dari 14 orang kelompok intervensi 1, 14 orang kelompok intervensi 2 dan 14 orang kelompok kontrol. Analisis data meliputi univariat berupa distribusi frekuensi, analisis bivariat melalui uji <em>paired T-test</em> dan analisis multivariat menggunakan uji MANOVA. Ada pengaruh pijat oksitosin dengan <em>fennel essential oil</em> terhadap produksi ASI ibu postpartum normal (<em>p-value</em> 0,000), dimana pretest produksi ASI sebesar 29,64 ml dan posttest ebesar 96,07 ml, sehingga diperoleh peningkatan rata-rata produksi ASI sebesar 66,43 ml. Ada pengaruh pijat oksitosin dengan <em>Clary sage essential oil</em> terhadap produksi ASI ibu postpartum normal (<em>p-value</em> 0,000), dimana pretest produksi ASI sebesar 30,0 ml dan posttest ebesar 81,79 ml, sehingga diperoleh peningkatan rata-rata produksi ASI sebesar 51,79 ml. &nbsp;Pijat oksitosin dengan <em>fennel essential oil</em> lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan pijat oksitosin dengan <em>clary sage essential oil</em> maupun pijat oksitosin saja</p> 2026-06-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Ratna Nurindah Sari, Cipta Pramana, Siti Maimunah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/238 Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Dampak Vape Dengan Sikap Mahasiswa Kesehatan Terhadap Penggunaan Vape Di STIKES Widyagama Husada Malang 2026-05-31T18:10:27+08:00 Ivan Brian Putranto ivanbrian15@gmail.com Wira Daramatasia wira@gmail.com Rahmaniah Ramadhani rahmania@gmail.com <p>Penggunaan vape semakin meningkat pada kalangan remaja dan mahasiswa, termasuk mahasiswa kesehatan yang seharusnya memiliki pemahaman lebih baik mengenai dampak kesehatan penggunaan vape. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan vape pada mahasiswa kesehatan di STIKES Widyagama Husada Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Somers’ d. Hasil penelitian menunjukkan kategori pengetahuan yang dominan adalah kategori baik (41,5%) dan sikap tidak mendukung terhadap penggunaan vape (70,2%). Hasil uji Somers’ d menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan vape (p=0,045) dengan koefisien korelasi sebesar -0,146 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sangat lemah. Semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa, maka sikap terhadap penggunaan vape cenderung semakin tidak mendukung. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dapat mendukung terbentuknya sikap yang tidak mendukung terhadap penggunaan vape sehingga diperlukan edukasi kesehatan yang lebih komprehensif mengenai bahaya vape pada mahasiswa kesehatan</p> 2026-06-26T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Ivan Brian Putranto, Wira Daramatasia, Rahmaniah Ramadhani https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/237 Hubungan Preeklamsia Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat 2026-05-31T18:09:55+08:00 Baiq Disnalia baiqdisnalia89@gmail.com Eka Faizaturrahmi faisakakak@gmail.com Baiq Dika Fatmasari baiqdikafatmasari11@gmail.com Indriyani Makmun mkamu@Gmail.com <p>Angka kematian neonatus masih tergolong tinggi dan menjadi masalah kesehatan baik secara global maupun nasional. Asfiksia neonatorum adalah salah satu penyebabnya tingginya angka kematian bayi baru lahir di Indonesia (27,0%). Di Kabupaten Lombok Barat, asfiksia neonatorum menjadi penyebab tertinggi kedua kasus kematian neonatal di Kabupaten Lombok Barat selama tahun 2020. Untuk mengetahui hubungan antara preeklamsia dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain <em>case control</em>. Populasi terjangkau untuk kelompok kasus dalam penelitian ini yaitu seluruh bayi baru lahir hidup dengan asfiksia neonatorum di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat Periode Januari sampai Oktober 2021 yang berjumlah 41 kasus, sedangkan populasi terjangkau untuk kelompok kontrol yaitu bayi bayi baru lahir hidup tidak asfiksia neonatorum di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat pada periode yang sama berjumlah 765 kasus. Pengambilan sampel kasus dengan teknik <em>total sampling</em> sejumlah 41 kasus, dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik <em>simple random sampling</em> sejumlah 41 kasus.&nbsp; Data diambil dari register dan rekam medis pasien. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil analisis dengan uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p &lt; 0,05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan preeklamsia dengan kejadian asfiksia neonatorum. Ada hubungan preeklamsia dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Awet Muda Narmada tahun 2021. Diharapkan ibu hamil lebih waspada terhadap terjadinya preeklamsia, dan bagi bidan lebih meningkatkan upaya skrining faktor risiko pada ibu hamil, terutama preeklamsia sehingga dapat mencegah terjadinya asfiksia neonatorum.</p> 2026-06-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Baiq Disnalia, Eka Faizaturrahmi, Baiq Dika Fatmasari, Indriyani Makmun https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/248 Analysis of the Relationship Between Noise Level and Work Stress Among Textile Workers at PT X 2026-06-17T22:46:32+08:00 Warda Yussy Rha warda_yrha@staff.uns.ac.id Sumardiyono sumardiyono@staff.uns.ac.id Lusi Ismayenti lusiismayenti@staff.uns.ac.id Maria Paskanita Widjanarti maria.paskanita@staff.uns.ac.id Seviana Rinawati sev1ana_er@staff.uns.ac.id Tutug Bolet Atmojo tu29hiperkes@staff.uns.ac.id Farhana Syahrotun Nisa Suratna farhanasyahrotun@staff.uns.ac.id Jordan Syah Gustav jordansyahgustav@staff.uns.ac.id Bekti Utomo mr.bektiutomo@staff.uns.ac.id <p><em>Technological advances and increasing job demands have made work stress a major concern in modern industrial environments. Noise is one of the physical workplace factors that may contribute to work stress. This study aimed to analyze the relationship between noise exposure and work stress among workers in the spinning department of PT X. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 80 workers selected through purposive sampling. Noise levels were measured using a sound level meter, while work stress data were collected through a standardized questionnaire. </em><em>Data were analyzed using the Chi-Square test.</em><em>Most respondents were over 35 years old (80%) and female (54%). The highest noise level was recorded in the spinning room (102.17 dBA), while the fiber preparation room had the lowest level (84.07 dBA). Most workers experienced mild work stress (86.25%), whereas 13.75% reported moderate to high stress. The Chi-Square test showed no statistically significant relationship between noise and work stress (p = 0.074). However, the Likelihood Ratio test indicated a significant positive trend (p = 0.021). These findings suggest that excessive noise exposure may increase work stress and highlight the need for effective noise control, hearing protection, and stress management programs in the workplace.</em></p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Warda Yussy Rha, Sumardiyono, Lusi Ismayenti, Maria Paskanita Widjanarti, Seviana Rinawati, Tutug Bolet Atmojo , Farhana Syahrotun Nisa Suratna, Jordan Syah Gustav, Bekti Utomo https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/230 Hubungan Kepatuhan Melakukan ANC Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Pringgarata 2026-05-17T16:44:24+08:00 Hulfa Ahadian Haryanti hulfaahadian62@gmail.com Elly Sustiyani ellysustiyani10@gmail.com Hasrun Ningsih hasru@gmail.com Mustika Ayu Lestari mustika@gmail.com Rasmi Sinatin rasmisinatin@gmail.com <p>Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan AKI di Indonesia mencapai 183 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2023, walaupun terjadi kecendrungan penurunan angka kematian ibu masih di perlukan upaya dalam percepatan penurunan AKI untuk mencapai target SDGS. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui hubungan kepatuhan melakukan Antenatal Care terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III di wilayah kerja Puskesmas pringgarata. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em> yang di lakukan di Puskesmas Pringgarata pada november-Januari 2026, dengan populasi semua ibu hamil primigravida trimester III yang berjumlah 40 ibu hamil yang di pilih menggunakan tehnik <em>total sampling. </em>Pengambilan data di lakukan secara langsung menggunakan kuesioner PRAQ-R2 untuk mengukur tingkat kecemasan dan pengambilan secara langsung di buku KIA hasil pemeriksaan kemudian di analisis secara univariat dan bivariat. Analisis Bivariat menunjukkan terdapat hubungan hubungan yang signifikan antara kepatuhan melakukan <em>Antenatal Care</em> dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah Kerja Puskesmas pringgarata (p value =0,001).</p> 2026-06-23T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Hulfa Ahadian Haryanti, Elly Sustiyani, Hasrun Ningsih, Mustika Ayu Lestari, Rasmi Sinatin https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/228 Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Kunjungan Ulang Pasien Rawat Jalan 2026-05-15T08:31:01+08:00 Rosmawati rosmardanis1@gmail.com Laode Muhamad Sety setyuho@gmail.com Fikki Prasettya fikki85@gmail.com <p>Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam menentukan kepuasan pasien dan minat kunjungan ulang. Penurunan jumlah kunjungan ulang pasien rawat jalan menunjukkan adanya permasalahan dalam mutu pelayanan yang perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Sandi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 283 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi 960 pasien kunjungan ulang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berdasarkan dimensi SERVQUAL yaitu tangible, reliability, responsiveness, empathy, dan assurance. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berminat melakukan kunjungan ulang (76,7%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara bukti fisik (p = 0,537), daya tanggap (p = 1,000), dan jaminan (p = 1,000) dengan minat kunjungan ulang. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara kehandalan (p = 0,000) dan empati (p = 0,001) dengan minat kunjungan ulang pasien. Kehandalan dan empati petugas kesehatan merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan minat kunjungan ulang pasien, sedangkan bukti fisik, daya tanggap, dan jaminan tidak berhubungan signifikan.</p> 2026-06-26T00:00:00+08:00 Copyright (c) https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/227 Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Audio Visual Terhadap Motivasi, Dukungan Teman Sebaya Dan Perilaku Merokok 2026-06-17T22:48:02+08:00 Yeni yeni042004@gmail.com Siti Rabbani Karimuna yeni0420@gmail.com Zainab Hikmawati zainabhikmawati210@uho.ac.id <p>Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya motivasi serta kurangnya dukungan positif dari teman sebaya. Edukasi kesehatan melalui media audio visual dinilai efektif karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya rokok.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui media audio visual terhadap motivasi, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok pada siswa SMPN 12 kendari tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 796 siswa dengan sampel sebanyak 89 responden yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan <em>uji Paired Sample T-Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata motivasi meningkat dari 18,18 menjadi 28,75, dukungan teman sebaya meningkat dari 19,72 menjadi 27,93, serta perilaku merokok meningkat dari 19,30 menjadi 29,47 setelah diberikan intervensi. Hasil uji statistik diperoleh nilai <em>(p-value</em> = 0,000) (&lt;0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh edukasi kesehatan melalui media audio visual terhadap motivasi, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok pada siswa SMPN 12 Kendari Tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan melalui media audio visual efektif dalam meningkatkan motivasi, dukungan teman sebaya, dan perubahan perilaku merokok pada siswa.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-06-23T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Yeni, Siti Rabbani Karimuna, Zainab Hikmawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/224 Hubungan Pengawasan Kerja Dan Disiplin Kerja Karyawan Pada Rumah Sakit Daerah Di Kabupaten Lamongan: Studi Korelasional 2026-05-13T07:01:28+08:00 Puan Maharani Hardiyanti maharanipuan170@gmail.com Muhamad Ganda Saputra muhamah@gmail.com Nahardian Vica Rahmawati Rahmawati@gmail.com <p>Disiplin kerja merupakan aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan kepatuhan karyawan terhadap aturan dan tidak terlepas dari peran pengawasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui hubungan pengawasan kerja dan disiplin kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>simple random sampling</em>, dengan jumlah responden sebanyak 130 orang. Variabel independen adalah pengawasan kerja dan variabel dependen adalah disiplin kerja. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil didapatkan hampir setengahnya karyawan menilai pengawasan kerja cukup sebanyak 57 orang (43,8 %), pengawasan kerja kurang sebanyak 55 orang (42,8%) dan sebagian kecil karyawan menilai pengawasan kerja baik sebanyak 18 orang (13,8%) sebagian besar karyawan menilai disiplin kerja cukup sebanyak 82 orang (63,1 %) hampir setengahnya karyawan menilai disiplin kerja baik sebanyak 48 orang (36,9%) dan tidak ada karyawan yang menilai disiplin kerja kurang (0%) analisis menggunakan program SPSS 21.0 <em>For</em> Windows menggunakan uji Spearman Rank Correlation dengan nilai a=0,05 diperoleh nilai p=0,000 artinya ada hubungan pengawasan kerja dan disiplin kerja karyawan. Kesimpulan penelitian ini adalah Semakin baik pengawasan kerja, maka semakin baik pula tingkat disiplin kerja karyawan.</p> 2026-06-04T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Puan Maharani Hardiyanti, Muhamad Ganda Saputra, Nahardian Vica Rahmawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/221 Edukasi Penanganan dan Pencegahan Anemia Ringan pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pemenang Kabupaten Lombok Utara 2026-05-11T15:05:27+08:00 Elly Sustiyani ellysustiyani10@gmail.com Fahriana anafahriana3@gmail.com Nurul Faizah nurul@gmail.com <p>Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Anemia dalam kehamilan dapat meningkatkan risiko perdarahan postpartum, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, serta komplikasi lainnya pada ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan komunitas pada ibu hamil trimester II dengan anemia ringan di Dusun Bentek, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan meliputi pengkajian, analisis data, penentuan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. “R” usia 32 tahun G1P0A0H0 usia kehamilan 27 minggu dengan kadar hemoglobin 9,0 g/dL. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa ibu mengalami anemia ringan disertai kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan pemenuhan nutrisi selama kehamilan. Asuhan yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, konseling gizi, pemberian tablet tambah darah, pemantauan kehamilan, serta kolaborasi dengan petugas gizi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang ditandai dengan peningkatan kadar hemoglobin menjadi 10,9 g/dL pada kunjungan ulang. Dengan demikian, asuhan kebidanan komunitas yang diberikan efektif dalam membantu mengatasi anemia ringan pada ibu hamil trimester II serta meningkatkan kesehatan ibu dan janin.</p> 2026-06-04T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Elly Sustiyani, Fahriana, Nurul Faizah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/220 Edukasi Pencegahan Masalah Gizi Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil di Desa Pemenang Timur Kabupaten Lombok Utara 2026-05-10T09:50:36+08:00 Elly Sustiyani ellysustiyani10@gmail.com Lia Ilam Asya liailhami96@gmail.com Nurul Faizah nurul@gmail.com <p>Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai gizi selama kehamilan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. “S”, khususnya Ny. “B” dengan masalah KEK di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, evaluasi, dan catatan perkembangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Ny. “B” usia kehamilan 28–29 minggu mengalami KEK dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) 21 cm, berat badan 49 kg, serta kurangnya pengetahuan tentang gizi ibu hamil. Intervensi yang diberikan berupa edukasi mengenai KEK, gizi seimbang, konsumsi makanan tambahan, tablet tambah darah, dan istirahat yang cukup. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu dan keluarga serta perbaikan status gizi ibu yang ditandai dengan peningkatan berat badan menjadi 53 kg dan LILA menjadi 24 cm. Asuhan kebidanan komunitas yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman keluarga dan membantu perbaikan status gizi ibu hamil dengan KEK.</p> 2026-06-04T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Elly Sustiyani, Lia Ilam Asya, Nurul Faizah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/218 Pemetaan Sebaran Kasus Demam Berdarah Dengue menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Cirebon Tahun 2025 2026-05-06T18:01:39+08:00 Akhmad Fatkhul Anam akhmadf34@gmail.com Bhakti Aryani Bhaktiaryani13@gmail.com Totok Subianto totok.subyan@gmail.com Elfi elfirosse2@gmail.com <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat, yang mengalami fluktuasi jumlah kasus setiap tahun. Tingginya kepadatan penduduk, mobilitas masyarakat, dan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan vektor nyamuk <em>Aedes aegypti</em> berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran kasus DBD di Kota Cirebon tahun 2025 menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em> serta memanfaatkan data sekunder kasus DBD tahun 2025 yang diperoleh dari instansi terkait. Data dianalisis dan divisualisasikan menggunakan aplikasi QGIS berdasarkan jumlah kasus, kepadatan penduduk, usia, dan jenis kelamin penderita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kasus DBD berbeda pada setiap kecamatan, dengan Kecamatan Harjamukti sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, sedangkan Kecamatan Pekalipan memiliki jumlah kasus terendah. Pola persebaran kasus secara spasial cenderung mengelompok pada wilayah yang berdekatan. Kepadatan penduduk tidak menunjukkan hubungan yang konsisten terhadap jumlah kasus DBD. Kelompok usia 5–14 tahun merupakan kelompok paling dominan terdampak, dan jumlah penderita laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Oleh karena itu, upaya pengendalian DBD perlu difokuskan pada wilayah berisiko tinggi dengan memperhatikan faktor lingkungan dan kelompok rentan masyarakat.</p> 2026-06-04T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Akhmad Fatkhul Anam, Bhakti Aryani , Totok Subianto, Elfi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/217 Perlindungan dan Keamanan Privasi Data Pasien pada Sistem Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Studi Literatur 2026-05-07T08:08:00+08:00 Fadilah Nazuhra 24.fadilah.nazuhra@poltekindonusa.ac.id Sinta Novratilova sintanovralitova@poltekindonusa.ac.id Diska Fajar Aprilia 24.diska.fajaraprilia@poltekindonusa.ac.id Firda Ganis Pramudita 24.firda.ganispramudita@poltekindonusa.ac.id Kirainina Violanti Putri 24.kirainina.violantiputri@poltekindonusa.ac.id Maya Mbengi Bangar 24.maya.mbengibangar@poltekindonusa.ac.id Leonora sadengberd Yomaki 24.leonora.sadengberdyomaki@poltekindonusa.ac.id <p>Transformasi digital di sektor kesehatan, khususnya melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) dan telemedicine, telah membawa perubahan signifikan dalam efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, muncul persoalan serius terkait perlindungan privasi dan keamanan data pasien, interoperabilitas sistem, serta kepastian hukum yang masih belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan RME dalam layanan kesehatan, mengidentifikasi permasalahan keamanan dan perlindungan data pasien, serta menganalisis kepastian hukum dalam layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, dibatasi pada publikasi tahun 2022–2026. Dari 8.780 artikel yang ditemukan, proses seleksi bertahap menghasilkan 3 artikel final yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interoperabilitas RME di Indonesia masih terhambat oleh ketidaksesuaian standar data, keterbatasan infrastruktur, dan regulasi yang belum memadai. Penerapan teknologi mutakhir seperti blockchain, cloud computing, dan kecerdasan buatan terbukti mampu meningkatkan keamanan dan efisiensi pengelolaan data pasien. Sementara itu, regulasi telemedicine yang ada belum terintegrasi secara komprehensif dan belum mampu memberikan kepastian hukum yang memadai bagi tenaga kesehatan maupun pasien. Kesimpulannya, diperlukan harmonisasi regulasi, standardisasi data nasional, peningkatan infrastruktur, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia agar ekosistem kesehatan digital Indonesia dapat berkembang secara aman, terintegrasi, dan berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.</p> 2026-06-04T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Fadilah Nazuhra, Sinta Novratilova, Diska Fajar Aprilia, Firda Ganis Pramudita, Kirainina Violanti Putri, Maya Mbengi Bangar, Leonora sadengberd Yomaki https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/258 Penyakit Ginjal Kronik Stadium Akhir Akibat Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol dengan Berbagai Komplikasi Multisistem pada Wanita Usia 52 di RSPAL Dr. Ramelan 2026-06-10T15:30:07+08:00 Carens Sintha Iralin De Ivanka Carensiralin12@gmail.com Farah Andrawinari Zakihanis Zaynul farahandrawinari@gmail.com Ida Ayu NSL Govinda idaayugovinda@gmail.com Muhammad Katsar Mumtaza Kautsarphotography@gmail.com Relda Djunieteg Wulandari relda.djunieteg@gmail.com Muhammad Fathi Ilmawan mfathiilmawan@gmail.com Ketut Edy Sudiarta drketutjournal@gmail.com <p>Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kronis, seperti neuropati diabetik, penyakit kardiovaskular, dan penyakit ginjal kronis hingga end-stage renal disease (ESRD). Komplikasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan angka morbiditas, mortalitas, serta penurunan kualitas hidup pasien. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis dan penatalaksanaan pasien DMT2 tidak terkontrol dengan komplikasi multisistem. Dilaporkan seorang wanita berusia 52 tahun dengan riwayat DMT2 tidak terkontrol yang datang dengan keluhan lemas, mual, dan muntah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hiperglikemia berat dengan kadar glukosa darah sewaktu 650 mg/dL, disertai gangguan fungsi ginjal, anemia, dan gangguan elektrolit. Pemeriksaan ultrasonografi abdomen menunjukkan adanya kolesistitis. Pasien didiagnosis dengan DMT2 tidak terkontrol disertai komplikasi hiperglikemia berat, neuropati diabetik, end-stage chronic kidney disease, dan kolesistitis. Penatalaksanaan dilakukan melalui pemberian terapi cairan, insulin, antibiotik, koreksi elektrolit, serta terapi suportif lainnya. Selama perawatan, kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan secara bertahap. Kasus ini menegaskan bahwa pengendalian glikemik yang optimal, pemantauan rutin, serta penatalaksanaan komprehensif sangat penting dalam mencegah progresivitas komplikasi kronis dan multisistem pada pasien DMT2.</p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Carens Sintha Iralin De Ivanka, Farah Andrawinari Zakihanis Zaynul, Ida Ayu NSL Govinda, Muhammad Katsar Mumtaza, Relda Djunieteg Wulandari, Muhammad Fathi Ilmawan, Ketut Edy Sudiarta https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/268 Analisis Daya Terima, Kandungan Zat Gizi, Dan Indeks Glikemik Cookies Tepung Ubi Jalar Ungu Dan Rumput Laut Sebagai Terapi Diet Pada Penderita Diabetes Melitus 2026-06-17T01:32:59+08:00 Citra Enjelita citraenjelita@Gmail.com Lisnawaty lisna@gmail.com Syefira Salsabila salsa@gmail.com <p>Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi glukosa dalam darah. Penyakit ini dapat terjadi akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin. Kekurangan insulin, atau ketidakmampuan sel untuk meresponsnya, menyebabkan kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia), yang merupakan indikator klinis diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima, kandungan zat gizi, dan nilai indeks glikemik Cookies berbahan dasar tepung ubi jalar ungu dan rumput laut sebagai pangan alternatif bagi penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan&nbsp; quasi experimental dengan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 kali pengulangan. yaitu P1 (60 g tepung ubi jalar ungu : 40 g tepung rumput laut), P2 (65 g : 35 g), dan P3 (70 g : 30 g). Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis tidak terlatih menggunakan metode hedonik. Analisis kandungan gizi meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat, sedangkan indeks glikemik dihitung menggunakan metode <em>incremental area under the curve</em> (iAUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 merupakan formulasi terbaik dan paling disukai panelis pada atribut warna, rasa, tekstur, dan kerenyahan. Hasil analisis kandungan gizi Cookies per 100 gram pada perlakuan P3 diperoleh kadar air 4,73%, kadar abu 3,25%, protein 6,71%, lemak 12,80%, dan karbohidrat 61,13%. Cookies juga memiliki kadar gula total sebesar 16,11%, kadar pati 36,2%, dan <em>available carbohydrate</em> sebesar 55,93%. Nilai rata-rata indeks glikemik Cookies sebesar 21,5 dan termasuk kategori indeks glikemik rendah.</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Citra Enjelita, Lisnawaty, Syefira Salsabila https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/267 Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Pekerja Pembuat Batu Bata Di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat Tahun 2026 2026-06-17T01:27:34+08:00 Karamoi karamoi@gmail.com Arum Dian Pratiwi arum@gmail.com La Ode Ahmad Saktiansyah Saktiansyah@gmail.com <p><em>Low Back Pain </em>(LBP) secara terminologi medis, merupakan gejala ketidaknyamanan yang dialami oleh seseorang akibat nyeri pada punggung bagian bawah. Kabupaten Muna Barat menempati <em>urutan</em> ke 11 dari 15 Kabupaten setelah kabupaten Kolaka Utara tertinggi di Sulawesi Tenggara yang menunjukan prevalensi <em>Low Back Pain</em> (LBP). Berdasarkan diagnosis dokter, penduduk umur ?15 tahun mengalami penyakit <em>Low Back Pain</em> (LBP) sebesar 2,15% dari 440 jiwa yang mengalami gangguan kesehatan.Tujuan dari peneliti ini adalah untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan <em>Low Back Pain</em> pada Pekerja Pembuat Batu Bata di Kecamatan Kusambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Cross Sectional </em>dengan jumlah sampel sebanyak 125 orang yang diambil menggunakan teknik <em>Alokasi Propostional.</em> Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat menggunakan metode <em>chi-square. </em>Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara usia dengan keluhan LBP (<em>p-value</em>=0,000), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan keluhan LBP (<em>p-value</em>=0,276), ada hubungan antara posisi kerja dengan keluhan LBP (<em>p-value</em>=0,000), tidak ada hubungan antara durasi kerja dengan keluhan LBP (<em>p-value</em>=0,648), ada hubungan antara beban kerja dengan keluhan LBP (<em>p-value</em>=0,012).Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor yang berhubungan dengan keluhan <em>low back pain</em> yaitu variabel usia, posisi kerja dan beban kerja, sedangkan varibel jenis kelamin dan durasi kerja tidak berhubungan.</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Karamoi, Arum Dian Pratiwi, La Ode Ahmad Saktiansyah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/264 Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Talang 2026-06-13T11:13:54+08:00 Aditya Galang Ramadhan andigalangtirta@gmail.com Fajrina Hidayati hshsh@gmail.com Silvia Mawarti Perdana silviaperdana@gmail.com Oka Lesmana okalesmana@gmail.com <p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan <em>Personal Hygiene</em> dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang terdiri dari 23 kasus dan 23 kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran menggunakan lux meter, thermohygrometer, meteran, serta wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode Backward LR. analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pencahayaan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,039; OR=4,286; 95%CI=1,240–14,730) dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,018; OR=5,313; 95%CI=1,498–18,840). Sementara itu, luas ventilasi (p=0,429; OR=0,521), kepadatan hunian (p=0,343; OR=0,216), dan <em>Personal Hygiene</em> (p=0,167; OR=3,550) tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kelembaban rumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,010; OR=5,312; 95%CI=1,498–18,840). penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pencahayaan dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Kelembaban rumah merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan rumah, terutama menjaga kelembaban dan pencahayaan agar memenuhi standar kesehatan guna mencegah penularan tuberkulosis paru.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Aditya Galang Ramadhan, Fajrina Hidayati , Silvia Mawarti Perdana, Oka Lesmana https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/263 Perbedaan Persepsi Kualitas Pelayanan Berdasarkan Sumber Pembiayaan Kesehatan Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Panembahan Senopati Bantul 2026-06-12T12:12:43+08:00 Tia Aggeng Kirana tiaaggeng@almaata.ac.id Fatma Siti Fatimah Fatimah fatima@gmail.com Raden Jaka Sarwadhamana jaka.sarwadhamana@almaata.ac.id Imram Radne Rimba Putri imran@gmail.com Afifah Aulia afifah@gmail.com Yhona Paramanitya yhona@gmail.com <p>Hasil survey Indeks Kepuasan Peserta BPJS Kesehatan pada pasien rawat jalan sebesar 81%, sedangkan indeks kepuasan pasien berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit pada unit rawat jalan seharusnya ? 90%. Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang mereka terima. Kualitas pelayanan dikatakan baik adalah jika mampu memenuhi harapan dari pasien sebagai pelanggannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan persepsi kualitas pelayanan berdasarkan sumber pembiayaan kesehatan pada pasien rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien umum, pasien BPJS dan pasien asuransi komersial unit rawat jalan RSUD Panembahan Senopati. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 orang yang diambil menggunakan <em>non probability sampling</em> dengan teknik <em>accidental sampling</em>. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2023. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner kualitas pelayanan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik <em>Kruskal Wallis</em> dan dilanjutkan dengan <em>Pos-Hoc Test</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan berdasarkan sumber pembiayaan kesehatan pasien rawat jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul dimana p <em>value</em> 0,000 (p&lt;0,05). Ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan pada pasien BPJS dengan pasien umum (p=0,000), ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan pada pasien BPJS dengan pasien asuransi pihak ke-3/komersial (p=0,000), dan tidak ada perbedaan persepsi kualitas pelayanan pada pasien umum dengan pasien asuransi pihak ke-3/komersial (p=0,172).</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Tia Aggeng Kirana, Fatma Siti Fatimah Fatimah, Raden Jaka Sarwadhamana, Imram Radne Rimba Putri, Afifah Aulia, Yhona Paramanitya https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/262 Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bandotan (Ageratum conyzoides L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli 2026-06-12T12:11:32+08:00 Anita Nur Husna itanita0609@gmail.com Irwandi irwandi@unimudasorong.ac.id Angga Bayu Budiyanto anggabayubudiyanto@unimudasorong.ac.id <p>Antibakteri merupakan molekul senyawa yang mampu mencegah membasmih bakteri. Bahan antibakteri seringkali ditemukan dalam makhluk hidup sebagai metabolit sekunder. Bandotan (<em>A. conyzoides</em>) digunakan sebagai obat alternatif karna mengandung senyawa fitokimia yang dapat memperlambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak bandotan (<em>A. conyzoides</em>) dan ekstrak etanol bandotan (<em>A. conyzoides</em>) memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>S. aureus</em> dan bakteri <em>E. Coli.</em> Metode dalam penelitian ini menggunakan metode cakram disk dengan variasi konsentrasi 25% dan 50%. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan ANOVA (<em>Analisis Varians</em>) untuk mengetahui perbedaan rata-rata antar data, analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji LSD (<em>least significant difference</em>). Hasil dalam penelitian ini mendapatkan zona hambat disekitar kertas cakram sesuai dengan sesuai dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan pada bakteri <em>S. aureus</em> pada konsentrasi 25% dan 50% dengan nilai rata-rata 3,9 mm dan 2,3 mm kategori lemah dan bakteri <em>E. coli</em> pada konsentrasi 25% dan 50% dengan nilai rata-rata 1,1 mm dan 4,9 mm kategori lemah. Pada analisis data menunjukan bahwa kontrol positif berbeda signifikan (P ?0,05) dengan konsentrasi 25% dan konsentrasi 50% ekstrak etanol bandotan sehingga pada konsentrasi tersebut belum efektif dalam menghambat pertembuhan bakteri <em>S. aureus</em> dan <em>E.coli</em></p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Anita Nur Husna, Irwandi, Angga Bayu Budiyanto https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/261 Pengaruh Mutu Pelayanan terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Dr. Soetarto (DKT) Yogyakarta 2026-06-12T12:10:58+08:00 Nurul Ima Alfiah ARS nurulimaalfiah@almaata.ac.id Raden Jaka Sarwadhamana jaka.sarwadhamana@almaata.ac.id Imram Radne Rimba Putri imarm@gmail.com Fatma Siti Fatimah fatima@gmail.com Tifany Hayuning Ratri tifanihayuning@gmail.com Rara Aulia Salsabila salsabila@Gmaiil.com <p>Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepuasan pasien dan mendorong terjadinya kunjungan ulang pada fasilitas pelayanan kesehatan. Pasien yang merasa puas terhadap pelayanan yang diterima cenderung memiliki loyalitas yang lebih tinggi dan berkeinginan untuk kembali menggunakan layanan kesehatan yang sama. Namun, berdasarkan data kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dr. Soetarto (DKT) Yogyakarta, terjadi penurunan jumlah kunjungan pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021. Karena hal tersebut maka perlu adanya evaluasi tentang pengaruh mutu pelayanan terhadap minat kunjungan ulang. Tujuan penelian untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan kesehatan terhadap minat kunjungan ulang pasien Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Dr. Soetarto (DKT) Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik. Teknik sampling menggunakan <em>accidental sampling</em> yang berjumlah 120 pasien rawat jalan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji regresi logistik. Hasil dari uji regresi logistik didapatkan nilai p <em>value</em> sebesar 0,123 (p &gt;0,05), dengan nilai R <em>Square</em> sebesar 2,8% dan mempunyai nilai <em>Odd Ratio</em> sebesar 1,846. Mutu pelayanan terhadap minat kunjungan ulang dalam kategori tinggi sebanyak 47 (74,6%) responden sedangkan dalam kategori rendah sebanyak 22 (38,6%) responden. Sehingga dapat disimpulkan tidak adanya pengaruh mutu pelayanan kesehatan terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS DKT Yogyakarta. Rumah sakit perlu meningkatkan mutu pelayanan khususnya pada indikator <em>tangible</em> (bukti fisik) agar dapat meningkatkan minat kunjungan ulang.</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Nurul Ima Alfiah ARS, Raden Jaka Sarwadhamana, Imram Radne Rimba Putri, Fatma Siti Fatimah, Tifany Hayuning Ratri, Rara Aulia Salsabila https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/260 Pengaruh Konsumsi Makanan Manis Dan Gaya Hidup Remaja Terhadap Risiko Diabetes Melitus Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama 2026-06-10T15:32:08+08:00 Irfan Sazali Nasution rahmayantilubis363@gmail.com Ade Febriyanti Tambunan feriam@gmail.com Fatima Zahro fatima@gmail.com Meikesya Munthe meikesya@gmail.com Rahma Yanti Lubis lubis@gmail.com Sartika ramadani srg sartika@gmail.com <p><em>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 kini mulai mengancam kelompok usia remaja akibat pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kebiasaan konsumsi makanan manis dan gaya hidup sedentari yang berisiko memicu diabetes melitus pada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (siswa) dan informan triangulasi (pengelola kantin dan guru UKS), serta diobservasi melalui lingkungan pangan sekolah. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola perilaku harian. Hasil eksplorasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran riil mengenai faktor sosiokultural dan lingkungan sekolah yang membentuk preferensi pangan tidak sehat pada remaja sebagai dasar intervensi preventif.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Irfan Sazali Nasution, Ade Febriyanti Tambunan, Fatima Zahro, Meikesya Munthe, Rahma Yanti Lubis, Sartika ramadani srg https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/259 Hubungan Beban Kerja Pada Aktivitas Manual Handling Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders di Gudang AB 2026-06-10T15:31:14+08:00 Dimas Sandika dimasandikawork@gmail.com Septia Dwi Cahyani septiani@gmail.com Tiwi Yuniastuti yuni@gmail.com <p><em>Manual handling is still commonly performed across all occupational sectors, particularly by workers in production and warehouse roles. This situation indicates that warehouse workers face a relatively high physical workload due to manual handling activities, which can potentially lead to musculoskeletal disorders (MSDs). This study aims to analyze the relationship between workload in manual handling activities and MSD complaints using the recommended weight limit (RWL) method at Warehouse AB. This study employs a cross-sectional design and total sampling, with a population of 29 workers in the goods lifting and transport section at Warehouse AB.</em> <em>The independent variables examined in this study included workload, age, and body mass index (BMI). The dependent variable in this study was MSD complaints. This study was conducted through observation, measurement, and interviews.</em> <em>The measurement results will be analyzed using IBM SPSS Statistics 27 software with Spearman’s rank correlation test. The results of the correlation test indicate that there is no association between workload, age, and BMI in manual handling activities and MSD complaints. Relevant parties are encouraged to implement the use of back supports and carts as a form of early prevention against MSD complaints.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Dimas Sandika, Septia Dwi Cahyani, Tiwi Yuniastuti https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/216 Analisis Komparatif Nilai Rasio Neutrofil-limfosit (NLR) Berdasarkan Tingkat Keparahan Lesi Radiologis pada Pasien Tuberkulosis Paru 2026-05-05T11:47:42+08:00 Kartika Wardani arumkartika77@gmail.com Riska Yolanda Febiaocti riska@gmail.com Septiana Bintang Maharani maharani@gmail.com Fina Lanahdial Husna finahusna@gmail.com <p>Penyakit Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit yang menyerang pada organ pernapasan dan dapat menular melalui droplet, disebabkan oleh <em>Mycobacterium tuberculosis </em>(<em>M. tuberculosis</em>). Kadar serum NLR jauh lebih rendah pada pasien yang menderita tuberculosis paru dibandingkan dengan pasien pneumonia komunitas yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Berdasarkan Uraian di atas, maka akan dilakukan peneltian mengenai gambaran nilai <em>Neutrophil-Limposit-Ratio</em> (NLR) terhadap tingkat keparahan pasien tuberculosis paru. Rumusan masalah: Bagaimana gambaran nilai <em>Neutrophil-Limposit-Ratio</em> (NLR) terhadap tingkat keparahan pasien tuberculosis paru? Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran nilai <em>Neutrophil-Limposit-Ratio</em> (NLR) terhadap tingkat keparahan pasien tuberculosis paru<em>.</em> Hasil peneltian ini diharapkan dapat menjadi referensi dasar ilmiah pengembangan pengetahuan tentang pemeriksaan TBC paru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan <em>cross sectional </em>yang melibatkan responden TBC paru di R.S Paru Jember. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan secara statistic antara nilai NLR rata-rata pada pasien TB Paru dengan tingkat keparahan (lesi paru pada hasil rontgen) sedang dan berat dimana dari uji Mann-Whitney menunjukkan nilai sig.&gt;0,05.</p> 2026-06-04T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Kartika Wardani, Riska Yolanda Febiaocti, Septiana Bintang Maharani, Fina Lanahdial Husna https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/257 Pengaruh Herbal Compres Ball Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III 2026-06-10T15:28:23+08:00 Pudji Widyastuti pudjiwidy@gmail.com Qomariyah qomariyah@gmail.com Kristina Maharani kristinamaharani@gmail.com <p>Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum pada ibu hamil, terutama trimester III, akibat perubahan fisiologis, peningkatan beban janin, dan relaksasi ligamen panggul. Intervensi non-farmakologis, seperti herbal kompres ball, dianggap efektif dan aman untuk menurunkan nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh herbal compres ball terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Quasi Experimental Design, rancangan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 35 ibu hamil trimester III di Semarang Barat dipilih dengan purposive sampling. Data nyeri dikumpulkan menggunakan kuesioner skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan signifikan nyeri pretest dan posttest. Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri sedang sebanyak 29 orang (82,9%), sedangkan setelah intervensi, mayoritas mengalami nyeri ringan sebanyak 29 orang (82,9%) dan sebagian kecil tidak merasakan nyeri 2 orang (5,7%). Uji Wilcoxon menunjukkan Z = -5,014; p = 0,000, menandakan adanya penurunan nyeri yang signifikan setelah intervensi herbal compres ball. Herbal kompres ball efektif menurunkan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Intervensi ini dapat menjadi metode non-farmakologis yang aman, praktis, dan efektif.</p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Pudji Widyastuti, Qomariyah, Kristina Maharani https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/256 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Smelting PT. Antam (Persero) Tbk UBPN Kolaka 2026-06-10T15:25:43+08:00 Gracia Esti Putri graciaputri442@gmail.com Arum Dian Pratiwi arum@gmail.com Jusniar Rusli Afa jurnia@gmail.com <p>Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja, khususnya pada lingkungan kerja <em>smelting</em> dengan suhu tinggi dan aktivitas fisik berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu lama kerja, paparan panas, beban kerja, keluhan subjektif gangguan pernapasan, dan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) dengan variabel terikat yaitu kelelahan kerja pada pekerja <em>smelting</em> PT. Antam (Persero) Tbk. UBPN Kolaka Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja <em>smelting</em> sebanyak 120 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan alat ukur <em>fatique</em> <em>Reaction Timer</em> SLS-L77. Berdasarkan hasil uji normalitas, data penelitian tidak berdistribusi normal sehingga analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Spearman’s rho</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama kerja dengan kelelahan kerja dengan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,049 dan nilai korelasi <em>(r)</em> sebesar 0,180 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat lemah. Sementara itu, paparan panas memiliki nilai <em>p-value</em> 0,669 dan nilai korelasi <em>(r)</em> 0,039, beban kerja memiliki nilai <em>p-value</em> 0,363 dan nilai korelasi <em>(r)</em> -0,073, keluhan subjektif gangguan pernapasan memiliki nilai <em>p-value</em> 0,596 dan nilai korelasi <em>(r)</em> 0,049, serta MSDs memiliki nilai <em>p-value</em> 0,807 dan nilai korelasi (r) 0,023, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Disimpulkan bahwa lama kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja <em>smelting</em> PT. Antam (Persero) Tbk. UBPN Kolaka Tahun 2026</p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Gracia Esti Putri, Arum Dian Pratiwi, Jusniar Rusli Afa https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/255 Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Game Edukasi Ular Tangga Terhadap Peningkatan Perilaku Dalam Mengkonsumsi Jajanan Sehat 2026-06-10T15:15:08+08:00 Nur Haliza nurhaliza0484@gmail.com Sartiah Yusran sartiah@gmail.com Hartati Bahar hartati@gmail.com <p>Tingginya kebiasaan mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan siswa dalam memilih jajanan yang sehat dan aman. Kondisi ini menyebabkan anak berisiko mengonsumsi makanan yang tidak higienis, mengandung bahan berbahaya, serta terkontaminasi mikroba yang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti diare, mual, muntah, hingga keracunan pangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media <em>game</em> edukasi ular tangga terhadap peningkatan perilaku dalam mengonsumsi jajanan sehat. &nbsp;Penelitian ini menggunakan desain Pra Eksperimental (Pre-Experimental) melalui pendekatan one group pre test post test design. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan media permainan ular tangga edukatif, kemudian Data dianalisis menggunakan uji parsial (uji t). Hasil penelitian Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel pengetahuan dan sikap memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000, sedangkan tindakan sebesar 0,001, dimana seluruh nilai Sig. &lt; 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media game edukasi ular tangga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, dan tindakan siswa dalam mengonsumsi jajanan sehat di SDN 96 Kendari. Media permainan edukatif terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, interaktif, dan partisipatif sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran</p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Nur Haliza, Sartiah Yusran, Hartati Bahar https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/254 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Wakobhalu 2026-06-10T15:24:11+08:00 Siti Selfia sitiselfia233@gmail.com Yasnani yasnani@gmail.com Fithria fithria@Gmail.com <p>Tuberkulosis&nbsp; (TB)&nbsp; menjadi penyebab kematian terbesar kedua setelah penyakit kardiovaskuler dan infeksi saluran pernapasan nomor satu yang paling umum di Indonesia dan dunia. Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri <em>Mycobacterium Tuberculosis</em>. Secara global, sekitar 1,25 juta orang meninggal akibat TB pada tahun 2023. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penyebab terjadinya penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas wakobhalu tahun 2026.<strong>:</strong> Metodologi penelitian cross-sectional digunakan dalam bentuk studi kuantitatif. Data dianalisis dengan menggunakan uji <em>chi-square. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung di Puskesmas Wakobhaku. Dan sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang positif TB yang berjumlah 32 dan pasien yang negatif TB yang berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>purposive sampling,</em> yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Instrumen penelitian yang di gunakan yaitu lembar informan konset, lembar kuisioner, alat tulis, alat dokumentasi, dan komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel pengetahuan memiliki nilai signifikan 0,001, variabel pekerjaan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000, variabel kebiasaan merokok memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000, variabel lingkungan rumah&nbsp; memiliki nilai signifikansi sebesar 0,006 dan&nbsp; variabel riwayat kontak dengan penderita memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan, pekerjaan, lingkungan rumah dan riwayat kontak dengan penderita dengan penyebab terjadinya TB, serta tidak ada hubungan kebiasaan merokok dengan terjadinya TB di area Wilayah Kerja Puskemas Wakobhalu tahun 2026.</p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Siti Selfia, Yasnani, Fithria https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/253 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan KEK Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya 2026-06-10T15:12:13+08:00 Susan Susanti susansusanti120888@gmail.com Atik Badi’ah atika@gmail.com Blacius Dedi blacius@gmail.com <p>Latar Belakang: Kekurangan Energi KRONIS (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan, persalinan, serta bayi berat lahir rendah. Data di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir menunjukkan masih tingginya jumlah ibu hamil dengan KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir, dengan sampel sebanyak 82 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian KEK yang diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan KEK adalah pola konsumsi. Ibu hamil dengan pola konsumsi yang kurang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami KEK dibandingkan dengan ibu yang memiliki pola konsumsi baik. Simpulan: Penelitian ini adalah kejadian KEK pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi, dengan pola konsumsi sebagai faktor dominan. Diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi dan pemantauan status gizi secara rutin untuk menurunkan kejadian KEK.</p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Susan Susanti, Atik Badi’ah, Blacius Dedi https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/252 Efektifitas Aplikasi Mobile E-Kabe Dalam Pelayanan Keluarga Berencana Di Desa Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya 2026-06-07T10:46:56+08:00 Annisa Rahmidini annisarahmidini@gmail.com Chanty Yunie Hartiningrum harti@gmail.com <p>Indonesia masih menghadapi tantangan demografi berupa jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 257 juta jiwa. Di sisi lain, penggunaan smartphone telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, ditandai dengan peningkatan pengguna yang terus terjadi setiap tahun. Data dari Statista menunjukkan bahwa pada Oktober 2017, sekitar 75% pengguna smartphone di Indonesia menggunakan perangkat berbasis Android. Berdasarkan data integrasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan KTP elektronik Kabupaten Tasikmalaya per Juni 2019, Kecamatan Cigalontang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua setelah Karangnunggal, yaitu sebanyak 74.140 jiwa atau 4,14% dari total penduduk Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 1.791.881 jiwa. Jumlah tersebut terdiri atas 37.998 laki-laki (4,17%) dan 36.142 perempuan (4,10%). Dalam program Keluarga Berencana (KB), metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntik 300 PUS sebesar 41,10% dan suntik 150 PUS sebesar 20,55%, dengan jumlah peserta aktif mencapai 506 akseptor atau sekitar 69% dari total 730 akseptor KB. Hasil Focus Group Discussion (FGD) bersama bidan dan akseptor KB menunjukkan masih sering terjadi keterlambatan maupun kelalaian dalam konsumsi pil KB serta jadwal kunjungan ulang suntik, sehingga diperlukan media atau sistem pengingat yang dapat membantu meningkatkan kepatuhan akseptor. &nbsp;Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas aplikasi mobile “e-KABE” sebagai sarana pendukung pelayanan Keluarga Berencana di Desa Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, pada tahun 2021.</p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Annisa Rahmidini, Chanty Yunie Hartiningrum https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/251 Hubungan Antara Kepuasan Kerja Perawat Dengan Pelaksanaan Protokol Keselamatan Pasien Di Ruang Rawat Inap Di Puskesmas Batu 2026-06-10T15:22:48+08:00 Yulsan Rengki Kaha yulsanrengkikaha@gmail.com Frengki Apryanto frengki@gmail.com Angernani Trias angernani@gmail.com <p>Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan dan menjadi indikator penting dalam menilai kualitas layanan di fasilitas kesehatan. Survei awal di Puskesmas Batu menunjukkan masih terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan protokol keselamatan pasien, terutama pada kondisi beban kerja tinggi dan keterbatasan jumlah tenaga keperawatan Mengetahui hubungan antara kepuasan kerja perawat dengan pelaksanaan protokol keselamatan pasien di ruang rawat inap di Puskesmas Batu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara kepuasan kerja perawat dengan pelaksanaan. Analisis bivariat dilakukan untuk menguji hubungan antara kepuasan kerja perawat dan pelaksanaan protokol keselamatan pasien menggunakan uji Somers’ d karena kedua variabel berskala ordinal. Hasil Analisis Korelasi Somers’d dengan hasil Nilai korelasi sebesar 0,865 menunjukkan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja perawat, maka semakin tinggi pula kepatuhan perawat dalam menerapkan protokol keselamatan pasien. Nilai signifikansi p = 0,000 menegaskan bahwa hubungan tersebut bermakna secara statistik. Semakin tinggi kepuasan kerja perawat, maka semakin tinggi pula kepatuhan mereka dalam melaksanakan protokol keselamatan pasien. Seluruh perawat yang berada pada kategori puas (100%) menunjukkan kepatuhan penuh.</p> 2026-06-28T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Yulsan Rengki Kaha, Frengki Apryanto, Angernani Trias https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/250 Gambaran Klinis dan Tata Laksana Bell’s Palsy Perifer Sinistra pada Pasien Anak Usia 3 Tahun : Case Report 2026-06-03T12:04:04+08:00 Cici Pratama rantiningsihsumarni@gmail.com Gunawan Septa Dinata gunawan@gmail.com <p><em>Bell’s palsy</em> merupakan kelumpuhan <em>perifer nervus fasialis</em> (N VII) yang bersifat akut dan umumnya idiopatik. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan kasus tentang gambaran klinis dan tata laksana <em>Bell’s palsy perifer sinistra</em> pada pasien anak usia 3 tahun. Jenis penelitian ini penelitian studi kasus melaporkan kasus Pasien datang dengan keluhan wajah asimetris sejak dua hari sebelum pemeriksaan, ditandai dengan sudut mulut kiri menurun, kesulitan menutup mata kiri (<em>lagoftalmus</em>), serta gangguan saat makan dan minum. Tidak ditemukan riwayat trauma, infeksi sistemik, maupun kelainan neurologis lain. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum baik dengan tanda vital dalam batas normal. Status neurologis menunjukkan <em>parese nervus fasialis sinistra</em> tipe <em>lower motor neuron</em>, ditandai ketidakmampuan mengerutkan dahi kiri, lipatan nasolabial menghilang, dan senyum asimetris, tanpa keterlibatan saraf kranialis lainnya. Diagnosis ditegakkan sebagai <em>Bell’s palsy perifer sinistra </em>dengan diagnosis banding <em>stroke iskemik</em> dan <em>sindrom Ramsay Hunt</em>. Penatalaksanaan meliputi pemberian kortikosteroid (prednison), vitamin B kompleks, serta edukasi latihan otot wajah. Evaluasi lanjutan menunjukkan perbaikan bertahap dan pasien sembuh total dalam 14 hari tanpa komplikasi. Kasus ini menegaskan pentingnya diagnosis dini dan terapi adekuat pada <em>Bell’s palsy</em> anak untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan fungsi saraf fasialis.</p> 2026-06-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Cici Pratama, Gunawan Septa Dinata