https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/issue/feed JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA 2026-08-05T15:52:27+08:00 Dyto Arisjulyanto institutelarpa@gmail.com Open Journal Systems <div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia</li> <li><strong>Initials </strong>: jkti</li> <li><strong>Frequency </strong>: January, April, June, and September</li> <li><strong>Online ISSN </strong>: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230121380956732" target="_blank" rel="noopener">2986-6332</a></li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6026263/?view=iprs">Dr. Agus Supinganto, S.Kep.,Ns.,M.Kes</a></li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: 10.63265</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: PT. LARPA JAYA PUBLISHER</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia </strong>is a national online journal that publishes research results and community service outcomesrelated to the health sector including : Medicine, Midwifery, Nursing, Public Health, Biostatistics and epidemiology, Health administration and policy, Environmental health, Occupational health and safety, Health promotion, Maternal and child health - Reproductive health, Nutrition, Mental health nursing, Pharmacy dan Labor Health, Labor Health &amp; Pharmacy, Health Law, Medical Laboratory Technology. This journal is published 1 year 4 times (<strong>January, April, June, and September</strong>).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia </strong> has been accredited by Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi starting in 2023 with an <a href="https://drive.google.com/file/d/1pD5WJrv9l2ffcrrEqx2sMMFtM_Zc1ARK/view" target="_blank" rel="noopener" data-sider-select-id="e0d8b80f-0f6a-4bbf-82b5-e428a639fc2f">Accreditation Letter Number: 286/DST/C3/HM.01.00/2026</a> and indexed by Sinta 5</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Indexed By :</strong></p> <table> <tbody> <tr> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/sinta-logo.png" alt="" width="200" height="72" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154025.png" alt="" width="200" height="78" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154039.png" alt="" width="200" height="79" /></p> </td> </tr> <tr> <td width="200"><a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/30958"><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154049.png" alt="" width="200" height="78" /></a></td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot-2026-04-08-154056.png" alt="" width="212" height="80" /></p> </td> <td width="200"> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"><strong>Journal Sponsors and Partners :</strong></p> <table> <tbody> <tr> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/apji-logo-1655715626.png" alt="" width="300" height="132" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/logo-017.jpg" alt="" width="300" height="113" /></p> </td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/doi-by-apji.jpg" alt="" width="300" height="112" /></p> </td> </tr> <tr> <td width="200"><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/logo-2.png" alt="" width="300" height="184" /></td> <td width="200"> <p><img src="https://journal.larpainstitute.com/public/site/images/larpainstitute/screenshot---11-27-2020---3-35-14-pm-removebg-preview.png" alt="" width="147" height="159" /></p> </td> <td width="200"> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/308 Stres dan Hubungan dengan Ketidakaturan Siklus Menstuasi: Narrative Literature Review 2026-06-30T23:18:45+08:00 Endah Khamelia endkhamelia@gmail.com Dewi Purnamawati dewi.purnamawati@umj.ac.id <p>Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang banyak dialami perempuan usia reproduktif dan berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, khususnya keteraturan siklus menstruasi. Paparan stres yang berkepanjangan dapat mengganggu regulasi hormonal melalui mekanisme neuroendokrin sehingga memicu gangguan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres dan ketidakteraturan siklus menstruasi pada perempuan usia reproduktif berdasarkan hasil penelitian ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> terhadap artikel ilmiah periode 2020–2026 yang diperoleh melalui basis data PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci <em>stress, menstrual irregularity, HPA axis, cortisol,</em> dan <em>reproductive health</em>. Sebanyak 100 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan hubungan signifikan antara tingkat stres dan gangguan siklus menstruasi. Stres dapat mengaktifkan sumbu Hipotalamus–Pituitari–Adrenal (HPA) yang meningkatkan kadar kortisol sehingga mengganggu keseimbangan hormon reproduksi seperti GnRH, FSH, LH, estrogen, dan progesteron. Kesimpulannya, stres berperan penting terhadap ketidakteraturan menstruasi, sehingga pengelolaan stres diperlukan untuk menjaga kesehatan reproduksi perempuan.</p> 2026-07-23T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Endah Khamelia, Dewi Purnamawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/321 Determinan Gangguan Kesehatan Kronis Akibat Paparan Pestisida pada Petani Indonesia: Systematic Literature Review 2026-07-13T19:12:15+08:00 Muhammad Miftah Farid muhammad.miftahf@student.umj.ac.id Dewi Purnamawati dewi.purnamawati@umj.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Paparan pestisida kronis pada petani Indonesia merupakan masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko berbagai penyakit kronis akibat akumulasi pajanan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik paparan spesifikasi, menganalisis determinan gangguan kesehatan kronis, serta mengusulkan efektivitas pencegahannya. Penelitian menggunakan metode </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Systematic Literature Review</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran artikel dilakukan berdasarkan data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dinilai menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan disintesis secara tematik. Sebanyak 18 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa spesies organofosfat merupakan jenis yang paling banyak digunakan dan secara konsisten berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan endokrin, metabolik, respirasi, kardiovaskular, dan neurobehavioral. Risiko tersebut dipengaruhi oleh masa kerja yang panjang, durasi penyemprotan yang tinggi, praktik pencampuran pestisida, rendahnya kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, serta higiene personal yang kurang baik. Sebaliknya, intervensi pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja terbukti meningkatkan perilaku kerja aman petani. Paparan kontaminasi kronis merupakan determinan multifaktorial gangguan kesehatan kronis pada petani Indonesia sehingga diperlukan penguatan program keselamatan dan kesehatan kerja melalui skrining kesehatan berkala, edukasi berkelanjutan, dan peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri.</span></span></p> 2026-07-23T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Miftah Farid, Dewi Purnamawati https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/322 Identifikasi Bakteri Dengan Menggunakan Reaksi Uji Koefisien Venol 2026-07-13T19:11:36+08:00 Suharyanisa SUHARYANISA@GMAIL.COM Widya Fitri widya@Gmail.com Julia Susanti julia@gmail.com Yanti Musyawarah yanti@Gmail.com Betharina br Tarigan targan@gmil.com Nuranti Rumela Rumela@gmail.com Yessica Naya Celia Manalu nayamanalu4@gmail.com Siti Dinda Mahfira Mahfira@gmail.com Nadya Rahmayana Rahmayana@gmail.com Gressia Purnama Purnama@gmail.com <p>Identifikasi bakteri merupakan salah satu tahapan penting dalam bidang mikrobiologi untuk mengetahui karakteristik dan sensitivitas bakteri terhadap zat antimikroba. Salah satu metode yang digunakan adalah reaksi uji koefisien fenol, yaitu metode yang bertujuan untuk membandingkan efektivitas daya bunuh suatu desinfektan terhadap bakteri dengan fenol sebagai standar. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi respons bakteri melalui pengamatan pertumbuhan bakteri setelah diberikan perlakuan desinfektan pada konsentrasi dan waktu tertentu. Metode penelitian meliputi persiapan media, inokulasi bakteri, pemberian larutan fenol dan desinfektan uji, serta pengamatan pertumbuhan bakteri setelah inkubasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai koefisien fenol dapat digunakan sebagai indikator kemampuan desinfektan dalam menghambat atau membunuh bakteri. Semakin tinggi nilai koefisien fenol, maka semakin efektif daya antibakteri desinfektan tersebut dibandingkan fenol. Reaksi uji koefisien fenol dapat digunakan sebagai metode identifikasi dan evaluasi efektivitas desinfektan terhadap pertumbuhan bakteri.</p> 2026-07-23T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Suharyanisa, Widya Fitri, Julia Susanti, Yanti Musyawarah, Betharina br Tarigan, Nuranti Rumela, Yessica Naya Celia Manalu, Siti Dinda Mahfira, Nadya Rahmayana, Gressia Purnama https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/324 Sustainable In Silico Discovery of Antihypertensive Agents from Papuan Red Fruit Compounds 2026-07-13T19:10:55+08:00 Mitsla Chusnica Aulia As’ar m.aulia@unipa.ac.id Siti Syahral Ain s.ain@unipa.ac.id Wisnu Gandhi Triwibowo w.triwibowo@unipa.ac.id Nabil Athoillah kaknabil2007@gmail.com <p><em>Hypertension remains a leading cause of cardiovascular morbidity and mortality worldwide, while the long-term use of angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEIs) is often associated with adverse effects, drug resistance, and high treatment costs, highlighting the need for safe and affordable natural alternatives. Pandanus conoideus (red fruit), an endemic Papuan plant rich in carotenoids, tocopherols, unsaturated fatty acids, and phenolic compounds, has demonstrated antioxidant and vasoprotective properties that may inhibit ACE activity. This study aimed to evaluate the ACE inhibitory potential of major carotenoids from P. conoideus using an in silico approach. Molecular docking and pharmacokinetic analyses were performed using BIOVIA Discovery Studio, AutoDockTools, and AutoDock Vina to prepare molecular structures, simulate ligand–receptor interactions, and visualize binding conformations. The results showed that ?-carotene, lutein, and capsanthin exhibited stronger binding affinities toward ACE (?8.4 to ?8.7 kcal/mol) than the reference drug captopril (?5.7 kcal/mol). Whereas captopril primarily formed hydrogen bonds with Arg522, carotenoids were stabilized mainly through hydrophobic and van der Waals interactions within the ACE catalytic pocket. Capsanthin demonstrated the most favorable binding configuration by forming additional hydrogen bonds with Phe102 and Gln120, suggesting greater binding stability. These findings indicate that carotenoids from Pandanus conoideus, particularly capsanthin, have promising potential as natural ACE inhibitors and warrant further in vitro and in vivo investigations to validate their antihypertensive efficacy and safety</em></p> 2026-07-23T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Mitsla Chusnica Aulia As’ar, Siti Syahral Ain, Wisnu Gandhi Triwibowo, Nabil Athoillah https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/340 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keracunan Makanan Pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Di SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025 2026-07-29T14:44:48+08:00 Suci Putriana suciputrian12@gmail.com Hariati Lestari hariatiu@gmail.com Nurhijrianti Akib nurrhijrianti@gmail.com <p>Keracunan makanan merupakan masalah kesehatan yang serius dan perlu segera ditangani untuk mencegah penyebaran lebih lanjut serta menghindari kejadian serupa di masa depan. Gejala penyakit akibat makanan dapat berkisar dari ringan, seperti mual, muntah, nyeri perut, sakit kepala, diare, dehidrasi, dan rasa lemas, hingga kondisi yang lebih parah dan berisiko mengancam nyawa. Penelitian ini bertujuan <strong>&nbsp;</strong>untuk mengetahui&nbsp; faktor yang berhubungan dengan kejadian keracunan makanan pada program makanan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik&nbsp; dengan desain <em>cross sectional. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025 berjumlah 279 orang dengan jumlah sampel 100 responden yang ditentukan dengan rumus slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Stratified Random Sampling</em>. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner , kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-Square menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dan <em>Fisher Exact Test </em>menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan (<em>p value </em>0,024) dan jenis makanan (<em>p value </em>&nbsp;0,011) dengan kejadian keracunan makanan. Dan hasil uji <em>Fisher Exact Test </em>menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan mencuci tangan (<em>p value </em>1,000) dengan kejadian keracunan makanan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa faktor Pengetahuan dan jenis makanan berhubungan dengan kejadian keracunan makanan pada siswa SMA Negeri 7 Baubau tahun 2025.</p> 2026-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Suci Putriana, Hariati Lestari, Nurhijrianti Akib https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/354 Analisis Perbedaan Pemberian Esktrak Pisang Kepok Mengkal (Musa Paradasiaca L.) Dan Sagu (Metroxylon Sp.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit BALB/c 2026-08-05T15:52:27+08:00 Chusnul Fharadilla Gaha fharadilachusnul@gmail.com Lisnawaty Lisnawaty@gmail.com Paridah paridah@gmail.com <p>Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu upaya pengendalian kadar glukosa darah dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal yang mengandung pati resisten dan serat, seperti pisang kepok mengkal <em>(Musa paradisiaca L.)</em> dan sagu <em>(Metroxylon sp.).</em> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh pemberian ekstrak pisang kepok mengkal dan ekstrak sagu terhadap kadar glukosa darah pada mencit BALB/c. Penelitian ini merupakan <em>true experimental</em> dengan rancangan <em>control group design</em> menggunakan 28 ekor mencit BALB/c jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kelompok ekstrak pisang kepok mengkal, dan kelompok ekstrak sagu. Analisis data menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan Post-Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok (p&lt;0,05). Pemberian ekstrak pisang kepok mengkal menurunkan kadar glukosa darah sebesar 141,7 mg/dL, sedangkan ekstrak sagu menurunkan kadar glukosa darah sebesar 187,7 mg/dL. Hasil uji Post-Hoc LSD menunjukkan ekstrak sagu memberikan penurunan kadar glukosa darah yang lebih besar dibandingkan ekstrak pisang kepok mengkal. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh pemberian ekstrak pisang kepok mengkal dan ekstrak sagu terhadap kadar glukosa darah pada mencit BALB/c.</p> 2026-08-05T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Chusnul Fharadilla Gaha, Lisnawaty, Paridah