Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Kota Kendari

Authors

  • Salni Putri Universitas Mandala Waluya
  • Dedi Krismiadi Universitas Mandala Waluya
  • Sitti Masriwati Universitas Mandala Waluya

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i4.392

Keywords:

Stunting, BBLR, ASI Eksklusif, Pengetahuan Ibu, Balita

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian stunting antara lain riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), riwayat pemberian ASI eksklusif, dan pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan riwayat BBLR, riwayat ASI eksklusif, dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mata Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Mata sebanyak 65 balita, dengan sampel sebanyak 56 responden yang diperoleh menggunakan teknik proportional cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square pada tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 28 responden (50,0%) mengalami stunting dan 28 responden (50,0%) tidak mengalami stunting. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting (p = 0,051), terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p < 0,001), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,193). Penelitian ini menyimpulkan bahwa riwayat BBLR dan pengetahuan ibu tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mata Kota Kendari. Sebaliknya, riwayat pemberian ASI eksklusif berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting, sehingga pemberian ASI eksklusif perlu terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting, disertai pemantauan pertumbuhan balita dan edukasi gizi kepada ibu.

References

Agus Hendra Al Rahmad, et al. (2023). Gizi politeknik kesehatan kemenkes aceh 2023.

Akil, Mardiyah, Q., Arifuddin, KDjauhariah, Nulanda, M., Jafar, Muh. A., & Abdullah, R. P. I. (2023). Hubungan Status Gizi dan Riwayat BBLR terhadap Perkembangan Anak dengan Studi KPSP Dipuskesmas Maradekaya. 3(4), 308–318.

Alverina Vika Clara, A. D. D. (2025). Hubungan Antara Stunting Dengan Perkembangan Balita Usia 24–60 Bulan Pada Level Komunitas Posyandu. 5(1).

Anis Rahayu. (2020). Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Pada Balita Di Desa Karanganyar Wilayah Kerja Puskesmas Taman Sari.

Asi, P., Dan, E., & Yang, F. (2022). Pemberian Asi Eksklusif Dan Faktor Yang Memengaruhinya Di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X.

Beal, T. , T. A. , S. A. , I. D. , & N. L. M. (2021). Determinants of child stunting in low- and middle-income countries. Maternal & Child Nutrition, 17(1), e13044.

Dewi, R. , & Nurhayati, S. (2024). Hubungan riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 45–53.

DINKES Kota Kendari. (2024). Dinas Kesehatan Kota Kendari. (2024). Publikasi Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting Tingkat Kota Kendari Tahun 2024. Pemerintah Kota Kendari.

Diyanatul, M., Azizah, N., & Kulsum, U. (2026). Hubungan Pemberian Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Bayi Dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (Bblr). 5(9), 15–30.

Fariqy, M. I., & Graharti, R. (2025). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Malnutrisi. 9(1), 73–80.

Hafidiani, N., & Ria, S. S. (2024). Asuhan keperawatan pada bayi BBLR dengan penerapan terapi pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi prematur di ruang perinatologi RSUD kabupaten Tanggerang. 3(12), 39–46.

Handayani, S., Kapid, N. S., & Arisanti, N. (2022). Analisis Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Ibu dalam Pemenuhan Gizi Balita. 1(3), 164–178. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i3.1048

Hasanah, R., Aryani, F., & Effendi. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Balita. 5(November), 565–568. https://doi.org/10.36565/jak.v5i3.582

Hasanah, U. , Sari, D. P. , & Fitriani, N. (2022). Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 78–85.

Hossain, M. , Rahman, M. , & Islam, M. (2024). Low birth weight and childhood stunting in South Asia. Frontiers in Nutrition, 11, 1345678.

Kemenkes RI. (2023). Jurnal gizi ilmiah. 10.

Kemenkes RI. (2025). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198.

Khoiriyah, H., & Ismarwati, I. (2023). Faktor Kejadian Stunting Pada Balita?: Systematic Review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(01), 28–40. https://doi.org/10.33221/jikm.v12i01.1844

Khoirunnisa, A. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 Bulan di wilayah kerja puskesmas kluwut kabupaten brebes.

Khotimah, K., Satillah, S. A., Fitriani, V., Miranti, & Maulida. (2024). Analisis Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Ibu Menyusui dan Perkembangan Anak. 13(2), 254–266. https://doi.org/10.26877/paudia.v13i2.505

Kinyoki, D. K. , Osgood-Zimmerman, A. , & Bhattacharjee, N. V. ,. (2023). Mapping child stunting across Africa. Nature Communications, 14(1), 1185.

Laksono, A. D., Wulandari, R. D., Amaliah, N., & Wisnuwardani, R. W. (2022). Stunting among children under two years in Indonesia: Does maternal education matter? PLOS ONE, 17(7), e0271509. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0271509

Luadu, K., & Mahdang, P. A. (2025). Analisis Faktor Penyebab Balita Underweight Di Wilayah Kerja Puskesmas Tilongkabila. 6, 14110–14117.

Mahartiningsih1, I., Kundaryanti, R., & Suprihatin. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kejadian malnutrisi pada balita di Puskesmas Indong Halmahera Selatan Maluku Utara. 1(1), 24–37.

Najib, N., Giyarsih, S. R., Listyaningsih, U., & Nawawi, N. (2024). Impact sanitation, childbearing age, number of children, mother's age with the risk of stunting in children. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 20(2). https://doi.org/10.15294/kemas.v20i2.50327

Ningsih, M. P., & Sembiring, N. P. (2023). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Dan Pengetahuan Gizi Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Kelurahan Pujud Selatan. 19(12), 3841–3846.

Notoatmodjo, S. (2022). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurohmah, Fitriani, A., & Suwarni. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas. 15(1), 153–170.

Panjaitan, D. K. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di desa agamua distrik wesaput kabupaten jayawijaya provinsi papua.

Patonah, S. (2024). Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Malnutrisi pada Balita di Posyandu Dukuh Kendal Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro tahun 2024.

Putri, N. , Sari, R. , & Handayani, E. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita di Indonesia. Jurnal Keperawatan Soedirman, 20(1), 1–10.

Putri, R. A., Nugroho, B. S., Gizi, P. S., Masyarakat, F. K., Palu, U. M., & Forest, R. (2026). Pemodelan Prediktif Risiko Stunting Menggunakan Machine Learning Berbasis Data Sekunder Survei Nasional Pendekatan Eksploratif. 1(01), 1–10.

Rahayu, Y., & Putri. (2024). Analisis Determinan Pengetahuan Ibu terhadap Kejadian Gizi Kurang pada Balita’. 3(2), 262–275. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v3i2.3283

Rahmawati, E. , Kusuma, A. , & Lestari, P. (2023). Faktor risiko kejadian stunting pada balita di Kabupaten Banyumas. Media Gizi Indonesia, 18(1), 15–23.

S, P., Krismiadi, & Masriwati. (2025). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Malnutrisi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mata. 1(1), 76–90.

Suparman, R., Heriana, C., & Aleixo, D. D. (2026). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi. 5.

The, F., Hasan, M., Saputra, S. D., Khairun, U., & Korespondensi, P. (2023). Edukasi Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Puskesmas Gambesi. 5(2), 208–213.

Titaley, C. R. , A. I. , H. D. , M. A. , & D. M. J. et al. (2021). Socioeconomic factors associated with stunting among Indonesian children. BMC Public Health, 21(1), 1234.

(UNICEF) United Nations Children’s Fund. (2025). Joint child malnutrition estimates (JME) 2025 edition. UNICEF Data. https://data.unicef.org/resources/jme/.

Wahyuni, R., & Putri. (2024). Hubungan riwayat BBLR dengan status gizi anak balita.

WHO. (2023). WHO guideline on the prevention and management of wasting and nutritional oedema (acute malnutrition) in infants and children under 5 years.

WHO. (2024a). World Health Organization. (2024). World Health Organization. Levels and Trends in Child Malnutrition: Joint Child Malnutrition Estimates 2024. Geneva: WHO.

WHO. (2024b, March 1). Malnutrition. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition

WHO (World Health Organization). (2025). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates (JME): Key findings of the 2025 edition. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240112308.

Woldeamanuel, B. T. , Tesfaye, T. T. , & Desta, A. A. (2022). Risk factors for stunting among under-five children in Ethiopia. PLoS ONE, 17(4), e0266235.

World Health Organization (WHO). (2025). Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF-WHO-World Bank Joint Child Malnutrition Estimates 2025 Edition. Geneva: WHO.

Wulan, D., Rengganis, S., Rahmayani, F., Kedokteran, F., Lampung, U., Masyarakat, B. K., Kedokteran, F., Lampung, U., Ilmu, B., Saraf, P., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2023). Faktor Risiko Bayi Berat Lahir Rendah. 13, 136–140.

Yuliana, D. , Wahyuni, S. , & Kurniawan, R. (2025). Determinan stunting pada balita di kawasan pesisir Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(2), 115–123.

Yuliana, K., & Masriwati. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu dalam Pemenuhan Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mata. 5(2), 1795–1800.

Zulaikha, F., Pahrian, W., & Wahyuni, T. (2024). Hubungan pengetahuan gizi Ibu terhadap kejadia malnutrisi pada balita 1-3 tahun. 5(September), 8460–8468.

Zuliana, W., & Syahputri. (2023). Efektivitas Konseling Laktasi terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif. 2(10), 4279–4292.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Putri, S., Krismiadi, D. ., & Masriwati, S. . (2026). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Kota Kendari. JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(4), 2234–2251. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i4.392