Uji Efektivitas Ekstrak Batang Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) Pada Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Sebagai Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2025

Authors

  • Clariza Garda Sakti Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo
  • Yasnani Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo
  • Nurmaladewi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i4.364

Keywords:

Aedes aegypti, Batang Sereh Wangi, Cymbopogon nardus, DBD, Jentiksida, Mortalitas Jentik

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi karena virus Dengue yang dibawa oleh vektor nyamuk Aedes aegypti. Tanaman sereh wangi digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak atsiri. Minyak atsiri dapat digunakan sebagai Kandungan efektif membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti yang mengandung senyawa aktif seperti sitronelal dan geraniol. Data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2023 menunjukan bahwa terdapat sedikitnya 219 kasus DBD di wilayah tersebut dengan 4 orang diantaranya mengalami kematian.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Efektifitas Ekstrak Batang Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) pada Jentik Nyamuk Aedes aegypti sebagai Pengendalian Vektor Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 300 ekor jentik nyamuk yang diambil mengunakan teknik random sapling. Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat menggunakan metode probit, untuk menentukan nilai LC50 serta uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang sereh wangi memiliki kemampuan membunuh jentik Aedes aegypt dengan Rata-rata mortalitas jentik setelah 24 jam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 25% masing-masing sebesar 45%, 65%, dan 90%, sedangkan kontrol positif mencapai 98% dan kontrol negatif tidak menunjukkan kematian jentik.Kesimpulan pada penelitian ini bahwa ekstrak batang sereh wangi (Cymbopogon nardus) efektif sebagai jentiksida alami terhadap jentik nyamuk Aedes aegypti, dengan konsentrasi 25% .

References

Aprianto, F., Tosepu, R., Azim, L. O. L., Sety, L. O. M., Irma, & Rusliafa, J. (2025). Hubungan kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku keluarga terhadap kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2024. Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM), 4(2), 104–111.

As, N. L., Againts, I., Spp, C., Wulansari, I., Athaillah, F., Gani, F. A., & Azhar, A. (2023). Uji aktivitas ekstrak daun dan batang sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai insektisida terhadap nyamuk Culex spp. Jurnal Ilmia, 7(2), 26–35.

Asih, D. S., Winarso, A., & Kallau, N. H. G. (2021). Gambaran siklus hidup nyamuk Aedes sp. di Kota Kupang. Jurnal Veteriner Nusantara, 4(1), 1–13.

Dungus, F. (2024). Statistika Terapan (Buku).

Giroth, S. J., Bernadus, J. B. B., & Sorisi, A. M. H. (2021). Uji efikasi ekstrak tanaman sereh (Cymbopogon citratus) terhadap tingkat mortalitas jentik nyamuk Aedes sp. Jurnal E-Biomedik, 9(1), 13–20. https://doi.org/10.35790/ebm.v9i1.31716

Indriasari, C., Budiawan, A., Puradewa, L., Kirana, B. C., Purwanto, A., Cahyani, E. D., & Imawati, M. F. (2023). Pelatihan pembuatan minyak esensial sereh (Cymbopogon nardus) menggunakan teknologi sederhana. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1–8.

Internal, K., Daya, D. A. N., Telur, A., & Ras, A. (2022). Pengaruh perendaman telur menggunakan ekstrak batang sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap kualitas internal dan daya awet telur ayam ras. Jurnal 02, 44–53.

Makkiah, M., Salaki, C. L., & Assa, B. (2022). Efektivitas ekstrak sereh wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai jentiksida nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Bios Logos, 10(1), 1–7. https://doi.org/10.35799/jbl.10.1.2020.27977

Manurung, N., & Medan, U. I. (2023). Pembinaan masyarakat tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 83–87.

Of, J., & Education, B. (2023). Pengaruh ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap pertumbuhan jentik nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Biologi Education, 3, 33–40.

Ridha, A., Zahrah, A., Ratnasari, N. D., Dianti, W., Sunnah, I., Susilo, J., & Karminingtyas, S. R. (2025). Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui program pengabdian kepada masyarakat di SDN Candirejo 02. Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 204–213.

Ridha, M., Yudhastuti, R., Notobroto, H., Hidajat, M., Diyanah, K., Jassey, B., & Rahmah, G. (2025). A systematic review of insecticide resistance in Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) and implications for Dengue control in Indonesia. Veterinary World, 18, 658 - 672. https://doi.org/10.14202/vetworld.2025.658-672.

Riduwan. (2023). Kerangka Teori penelitian. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 2(1), 160–166.

Sabara , Z., Hafid, M., Saleh, A., Alisyahbana, T., Safutra, N., & Nusran, M. (2021). DESIGN OF THE MANAGEMENT MODEL OF URBAN HOUSEHOLDS SOLID WASTE GENERATION. Journal of Industrial Engineering and Management, 6, 63-69. https://doi.org/10.33536/jiem.v6i1.886.

Sabira, Z., Jabal, A. R., Ratnasari, A., Toemon, A., & Hanasia. (2024). Identification of Aedes aegypti and Aedes albopictus jentike in Pahandut District, Palangkaraya City. Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis, 1(1), 23–28.

WHO. (2023). Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2023. World Health Organization.

Zulharmita, Kasypiah, U., & Rivai, H. (2022). Pembuatan dan karakteristik ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Jurnal Farmasi Higea, 4(2), 147–157.

World Health Organization. (2022). Dengue — Bangladesh. Disease Outbreak News, WHO.

World Health Organization. (2023). Dengue — Global situation. Disease Outbreak News, WHO.

World Health Organization. (2024). Dengue — Global situation. Disease Outbreak News, WHO.

World Health Organization. (2024). Dengue upsurge (2023–present). WHO Emergency Situations.

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Sakti, C. G., Yasnani, & Nurmaladewi. (2026). Uji Efektivitas Ekstrak Batang Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) Pada Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Sebagai Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2025. JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(4), 1700–1711. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i4.364