Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keracunan Makanan Pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Di SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025

Authors

  • Suci Putriana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo
  • Hariati Lestari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo
  • Nurhijrianti Akib Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i4.340

Keywords:

Jenis Makanan, Keracunan Makanan, Kebiasaan Mencuci Tangan, Pengetahuan

Abstract

Keracunan makanan merupakan masalah kesehatan yang serius dan perlu segera ditangani untuk mencegah penyebaran lebih lanjut serta menghindari kejadian serupa di masa depan. Gejala penyakit akibat makanan dapat berkisar dari ringan, seperti mual, muntah, nyeri perut, sakit kepala, diare, dehidrasi, dan rasa lemas, hingga kondisi yang lebih parah dan berisiko mengancam nyawa. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui  faktor yang berhubungan dengan kejadian keracunan makanan pada program makanan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik  dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025 berjumlah 279 orang dengan jumlah sampel 100 responden yang ditentukan dengan rumus slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner , kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-Square menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan (p value 0,024) dan jenis makanan (p value  0,011) dengan kejadian keracunan makanan. Dan hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan mencuci tangan (p value 1,000) dengan kejadian keracunan makanan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa faktor Pengetahuan dan jenis makanan berhubungan dengan kejadian keracunan makanan pada siswa SMA Negeri 7 Baubau tahun 2025.

References

Akita, A., & Gunawan, R. (2025). Kontaminan Pangan ( Mikroba , Kimia , Fisik ) dan Risiko Kesehatan di. September.

Alzhrani, W. F. (2024). Pengetahuan , Sikap , dan Praktek Keamanan Pangan Penangan Makanan Restoran di Kota Jeddah , Arab Saudi.

Andi Gita Novianti, & Seprianus parrangan. (2022). 1053-Research Results-1965-1-10-20220826. Jurnal Teknologi Informasi, volume 10(1), 2.

Aqiilah, N., Alya, R., Mulyati, M., & Marsita, J. (2024). Pengetahuan higiene sanitasi makanan dengan keamanan pangan di desa wisata kabupaten cianjur jawa barat. 9(3), 154–163.

Ardhana, E., Azzahra, F., Novianti, V., Al-irsyad, M., Malang, U. N., No, J. S., & Java, E. (2023). Hubungan antara Pribadi kebersihan dan Sanitasi Lingkungan hingga Kehadiran Bakteri Escherichia coli dalam Makanan. 2999.

Ari, I. P., & Pranata, Y. (2022). No Title.

Batubulan, S. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Dengan Penerapan Personal Hygiene Penjamah Makanan Tahun 2021. 11(2), 79–89.

Damayanti1, A., & Zairinayati. (2026). Analisis Pengetahuan Dan Perilaku Penjamah Makanan Terhadap Implementasi Higiene Dan Sanitasi Di Instalasi Gizi Rsud Palembang Bari. Jurnal Kesehatan Lingkungan Univ. Halu Oleo, 7(1), 12–18.

Dwi, N., Moridu, F., & Novarina, V. (2025). Tinjauan Kualitas dan Kesesuaian Gizi Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) pada Anak Sekolah Dasar di Kota Gorontalo Quality and Nutritional Adequacy Review of the Free School Meal Program. 17(3), 315–325.

Ernawati, Y., Info, A., Handlers, F., Tips, H., & Poisoning, F. (2026). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Keperawatan Optimal. 3(1), 1–5.

Febria, D., Lestari, R. R., Hardianti, S., & Septia, L. (2025). Sosialisasi Keamanan Pangan?: Mengenal Kandungan Zat Kimia Berbahaya pada Jajanan Di Sekolah Dasar Pahlawan Tuanku Tambusai. 4(3), 462–466

Fitriana, N. F. (2021). Gambaran pengetahuan pertolongan pertama keracunan makanan. 2(September), 173–178.

Hidajah, A. C., Febriyanti, F., & Faisal, D. R. (2021). Faktor Risiko KLB Keracunan Makanan Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Kesehatan, 14(2), 65–70. https://doi.org/10.32763/juke.v14i2.381

Ikrila, Bagoes Widjanarko, Fauzi Muh, Dwi Sutiningsih, Z. C. (2025). Analisis Epidemiologi dan Penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Makanan di Puskesmas Ngombol: Studi Kasus Keracunan Makanan Akibat Staphylococcus aureus. 10(1), 34–43.

Kevin Andreas Halomoan Tambunan, Ridha Nababan, Rimma Anisa Siagian, Roslin Naiborhu, Sintia Harianti, & Jamaludin Jamaludin. (2025). Tinjauan Kritis Tentang Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Produktivitas Belajar Siswa. Katalis Pendidikan?: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Matematika, 2(2), 21–31. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1428

Liyana Hamidah Az Zahraa, & Irma Hanifatu Sa’adah. (2025). Gambaran Faktor Risiko Dan Karakteristik Kejadian Luar Biasa (KLB). Gambaran Faktor Risiko Dan Karakteristik Kejadian Luar Biasa (Klb) Keracunan Pangan Jawa Timur Tahun 2024, Volume 6, 4143–4155. https://journal.universitaspahlawan.ac.id

Novyianti, S. F. (2024). Studi Korelasi Personal Hygiene Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Kota Surakarta. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 5, 132–139. https://journal.aiska-university.ac.id/index.php/asjn/article/download/1564/745/7479

Nurjanah, S., Wafiyah, Q., Rahayu, W. P., & Nurwitri, C. C. (2021). Titik Kritis Keamanan Pangan pada Tahap Pengolahan dan Penyajian Beberapa Jenis Minuman Es Critical Points of Food Safety during Processing and Serving of Various Iced Beverages. 8(2), 80–87. https://doi.org/10.29244/jmpi.2021.8.2.80

Ramu, P., Osman, M., Azira, N., Mutalib, A., Aljaberi, M. A., Lee, K., Lin, C., & Hamat, R. A. (2023). Validity and Reliability of a Questionnaire on the Knowledge , Attitudes , Perceptions and Practices toward Food Poisoning among Malaysian Secondary School Students?: A Pilot Study. 1–18.

Raya Marcela, Karfika Suci Ramadhani, Muhammad Fiqri Alwi, & Usiono Usiono. (2023). Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Makanan. Jurnal Anestesi, 2(1), 41–51.

Regency, T., Firdaus, M., Vebrian, G., & Pratiwi, A. (2021). Nusantara Hasana Journal. 1(7), 7–14.

Rif’iy, Q., Suratni, Lestari, W., & Muhammad, S. (2025). Indonesian journal of intellectual publication iji publication. 5(2), 130–137.

Ritonga, S. H., Zebua, H., Sagara, B., & Pratiwi, D. (2024). Pendidikan Kesehatan Tentang P3k Keracunan Makanan DI Fakultas Kesehatan , Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa ( JPMA ) Volume 6 No . 1 April 2024. 6(1), 4–7.

Sd, D. I., & Huta, N. (2023). Kata Kunci?: gizi, makanan, penyuluhan 217. 5(3), 217–223.

Siregar, N., Damanik, D. W., Julianto, J., & Pasaribu, Y. A. (2025). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Keluarga dalam Penanganan Pertama Keracunan Makanan di Huta III Desa Tanjung Pasir Kabupaten Simalungun. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 10(1), 8–15. https://doi.org/10.51143/jksi.v10i1.631

Sulistiyorini, D., Rokhmiati, E., Purnamasari, W., Masyarakat, S. K., Kesehatan, F. I., Maju, U. I., Keperawatan, S., Keperawatan, F. I., & Maju, U. I. (2025). Edukasi keamanan pangan jajanan anak sekolah dengan pola sah menggunakan model biopsikosial. 7(2).

Trisno Aji, W. (2025). Makan Bergizi Gratis di Era Prabowo-Gibran: Solusi untuk Rakyat atau Beban Baru? Naafi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2). https://doi.org/10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i2.134

Vina Nursinta, M. H. M. E. S. (2024). Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Perawat Dengan Kepatuhan Mencuci Tangan Di Rumah Sakit Xyz. 2, 271–280.

Wahana, H. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Keracunan Makanan Di Kecamatan Aluh-Aluh. 1(2), 123–129.

Wahyunda, S., & Hasrianto, N. (2026). Pengaruh Edukasi Higiene Sanitasi terhadap Pengetahuan , Sikap , dan Praktik Pengelola Kantin Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya.

Waluyo Surryanto Djoko. (2025). Kebijakan Makanan Bergizi Gratis: Tinjauan EkonomiPolitik Dalam Kesejahteraan Dan Ketahanan Pangan. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 12 NO 1, 144–151.

Wati, L., & Wulandari, R. (2025). Zat berbahaya pada makanan. 2(5).

widya astutik, Yasnani, F. (2025). UNIV . HALU OLEO. 5(4), 19–25.

Wijayanti, E. (2026). Analisis Tren dan Faktor Resiko Keracunan Pangan di Indonesia Tahun 2022-2024. 3(3), 206–216.

Wiritanaya, S., Wati, N., & Yanuarti, R. (2024). Edukasi Cara Mencuci Tangan Yang Baik dan Benar Di Sekolah Dasar Negri 67 Kota Bengkulu. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 5(1), 61–65. https://doi.org/10.35311/jmpm.v5i1.395

Yuniati, Novitry, F., & Heryanto, E. (2024). Faktor yang Berhubungan dengan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan di Kantin Sekolah. Lentera Perawat, 5(1), 87–96. https://doi.org/10.52235/lp.v5i1.286

Yuria Dwi Astuti, Tri Sumarni, A. S. S. (2024). Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi terjadinya keracunan makanan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pengetahuan yang baik memungkinkan siswa memahami penyebab, gejala, serta langkah-langkah pencegahan kera. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(June), 912–923. https://repository.umgo.ac.id/602/1/Jurnal Treziani Nurfadila Sopyan.pdf

Zainurridha, Y. A. (2025). Pengetahuan sebagai Faktor Dominan bagi Perilaku Mencuci Tangan pada Anak Luluk Ul Mukaromah. 16(10), 259–262

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Putriana, S., Lestari, H. ., & Akib, N. . (2026). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keracunan Makanan Pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Di SMA Negeri 7 Baubau Tahun 2025. JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(4), 1652–1663. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i4.340