Identifikasi Bakteri Dengan Menggunakan Reaksi Uji Koefisien Venol
DOI:
https://doi.org/10.63265/jkti.v4i4.322Keywords:
identifikasi bakteri, koefisien fenol, desinfektan, mikrobiologi, antibakteri.Abstract
Identifikasi bakteri merupakan salah satu tahapan penting dalam bidang mikrobiologi untuk mengetahui karakteristik dan sensitivitas bakteri terhadap zat antimikroba. Salah satu metode yang digunakan adalah reaksi uji koefisien fenol, yaitu metode yang bertujuan untuk membandingkan efektivitas daya bunuh suatu desinfektan terhadap bakteri dengan fenol sebagai standar. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi respons bakteri melalui pengamatan pertumbuhan bakteri setelah diberikan perlakuan desinfektan pada konsentrasi dan waktu tertentu. Metode penelitian meliputi persiapan media, inokulasi bakteri, pemberian larutan fenol dan desinfektan uji, serta pengamatan pertumbuhan bakteri setelah inkubasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai koefisien fenol dapat digunakan sebagai indikator kemampuan desinfektan dalam menghambat atau membunuh bakteri. Semakin tinggi nilai koefisien fenol, maka semakin efektif daya antibakteri desinfektan tersebut dibandingkan fenol. Reaksi uji koefisien fenol dapat digunakan sebagai metode identifikasi dan evaluasi efektivitas desinfektan terhadap pertumbuhan bakteri.
References
Azhari, N. P., Budiarti, L. Y., & Kaidah, S. (2022). Perbandingan daya antibakteri kombinasi ekstrak Eichhornia crassipes dan Pistia stratiotes terhadap Salmonella typhi dan Pseudomonas aeruginosa: Tinjauan terhadap nilai koefisien fenol dan jumlah koloni bakteri uji.
Holderman, M. V., de Queljoe, E., & Rondonuwu, S. B. (2017). Identifikasi bakteri pada pegangan eskalator di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Manado. Jurnal Ilmiah Sains, 17(1).
Kusumaningsih, P. (2021). Evaluation on methods for identification of Vibrio sp.: Kawakawa (Euthynnus affinis) brining shredded and chitosan addition as preservative. BioLink: Jurnal Biologi Lingkungan, Industri dan Kesehatan, 8(1). https://doi.org/10.31289/biolink.v8i1.5011
Maulida, K. Z. R., & Lisdiana, L. (2024). Identifikasi secara fenotipik dan genomik isolat bakteri potensial pendegradasi herbisida glifosat dari rhizosfer cabai rawit [Phenotypic and genomic identification of glyphosate-herbicide degrading bacterial isolate from the rhizosphere of chilli pepper]. LenteraBio, 13(2), 253–261. LenteraBio
Muhammad, A., & Agustiningtyas, I. (2024). Perbandingan efektivitas hand sanitizer terhadap Escherichia coli ATCC 35218 dan Staphylococcus aureus ATCC 2593. Indonesian Journal of Laboratory, 7(3). https://doi.org/10.22146/ijl.v7i3.87119
Putri, N. N., Chiuman, L., Ginting, C. N., & Girsang, E. (2021). Effectiveness test of black cumin seeds (Nigella sativa) extract on the growth of Klebsiella pneumoniae and Pseudomonas aeruginosa bacteria. BioLink: Jurnal Biologi Lingkungan, Industri dan Kesehatan, 7(2). https://doi.org/10.31289/biolink.v7i2.3702
Rahmah, W. N., Sartika, F., & Madureni, Y. E. S. (n.d.). Identifikasi bakteri pada nutrient agar plate di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya [Identification of bacteria on nutrient agar plate at the Universitas Muhammadiyah Palangkaraya’s Microbiology Laboratory]. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology.
Ratnah, St., Hatimah, H., & Rusdiaman. (2022). Uji koefisien fenol sediaan desinfektan lantai ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi [Phenol coefficient test of papaya leaf extract floor disinfectant preparations (Carica papaya L.) against the growth of Salmonella typhi].
Ratnasari, T. A., & Rakhmawati, A. (2024). Isolasi dan identifikasi bakteri tanah sekitar limbah masker medis dari Mangrove Wana Tirta, Kulon Progo, Yogyakarta. Jurnal Sains Dasar, 13(2). https://doi.org/10.21831/jsd.v13i2.7022
Ridwan, F. M., Wahyuni, Y., Solihat, M. F., & Dermawan, A. (2024). Pengaruh disinfektan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 6538, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, dan Bacillus subtilis ATCC 6633 [Effect of disinfectants on the growth of Staphylococcus aureus ATCC 6538, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, and Bacillus subtilis ATCC 6633]. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 16(2).
Salsabila, G., Budiarti, L. Y., & Khatimah, H. (n.d.). Nilai koefisien fenol dan jumlah koloni bakteri Escherichia coli pada perlakuan ekstrak kombinasi kulit buah Citrus aurantifolia Swingle dan Citrus hystrix DC.
Sari, W., Astari, C., & Hurria. (2023). Perbandingan hasil uji efektivitas beberapa desinfektan terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli [Comparison of effectiveness test result of several disinfectants on the growth of Escherichia coli] Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 5(3), 528–534. https://doi.org/10.36590/jika.v5i3.508
Wardani, S. K., Mu’arofah, B., Permatasari, S. F., & Anjani, N. W. S. (2025). Identifikasi bakteri gram positif dan gram negatif pada pasien tuberculosis dengan metode kultur darah di RS Jombang [Identification of gram positive and gram negative bacteria in tuberculosis patients using blood culture method at Jombang Hospital]. Wiyata, 12(1), 100. https://doi.org/10.56710/wiyata.v12i1.990.
Widiatmo, T. A., Istiqomah, S. H., & Mulyaningsih, T. (2024). The effectiveness of starfruit (Averrhoa bilimbi L.) as a hand sanitizer to reduce the bacteria on hand of food handlers. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 18(3). https://doi.org/10.26630/rj.v18i3.4564.
Yuniati, N. I., & Khasanah, N. A. H. (2024). Perbandingan koefisien fenol desinfektan berbasis benzalkonium klorida, sodium hipoklorit, dan pine oil terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan dan Science, 20(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Suharyanisa, Widya Fitri, Julia Susanti, Yanti Musyawarah, Betharina br Tarigan, Nuranti Rumela, Yessica Naya Celia Manalu, Siti Dinda Mahfira, Nadya Rahmayana, Gressia Purnama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







