Efektivitas Kompres Hangat dalam Menangani Hipertermi Di Rumah Sakit Umum Daerah Serui Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.63265/jkti.v4i2.304Keywords:
Malaria, Hipertermi, Kompres Hangat, Asuhan Keperawatan, Studi KasusAbstract
Malaria merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah timur seperti Papua, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen. Salah satu manifestasi klinis malaria adalah hipertermi yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi. Selain terapi farmakologis, kompres hangat merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh melalui mekanisme pelepasan panas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kompres hangat dalam mengatasi hipertermi pada pasien malaria melalui pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di RSUD Serui pada tahun 2025. Intervensi berupa kompres hangat pada dahi dan ketiak diberikan selama 10–15 menit, satu kali sehari selama dua hari, disertai perawatan standar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada hari pertama pasien masih mengalami hipertermi dengan suhu tubuh 38,2°C sehingga intervensi dilanjutkan. Pada hari kedua suhu tubuh menurun menjadi 37,0°C, keluhan demam berkurang, dan masalah hipertermi dinyatakan teratasi. Selama pemberian intervensi tidak ditemukan efek samping pada kulit maupun gangguan hemodinamik. Temuan ini menunjukkan bahwa kompres hangat efektif membantu menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan kenyamanan pasien sebagai terapi pendamping dalam asuhan keperawatan pasien malaria. Meskipun demikian, hasil penelitian ini masih terbatas pada satu kasus sehingga diperlukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengonfirmasi efektivitas, keamanan, dan protokol pemberian kompres hangat yang optimal.
References
Andriyani, S., & Setyowati, H. (2020). Penerapan regulasi suhu tubuh dan kompres hangat pada pasien dewasa dengan masalah keperawatan hipertermi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 16(2), 85–92.
Ardianson, T., Yohanes, G., Loritta, Y., & Yenny. (2020). Pengaruh kompres hangat terhadap suhu tubuh pada pasien hipertermi di RS PGI Cikini. Keperawatan Cikini, 1(2), 48.
Arisjulyanto, D., Kusuma, A. H., Lestari, D. P., Suharmanto, & Ilmidin. (2025). Pengaruh penyuluhan menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, 3(3), 174–181.
Aritonang, D. B., Sinaga, E. M., & Ambarwati, N. F. (2020). Penyuluhan tentang malaria di Desa Bintang Meriah Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia, 1(1), 129–138.
Aung, P. L., Win, K. M., & Pumpaibool, T. (2022). Malaria preventive practices among people residing in different malaria-endemic settings in a township of Myanmar: A mixed-methods study. Tropical Medicine and Infectious Disease, 7(11), Article 353. https://doi.org/10.3390/tropicalmed7110353
Dalimunthe, R., & Lubis, M. (2021). Analisis patofisiologi demam dan manajemen keperawatan berbasis SIKI pada pasien infeksi bakteri sistemik. Jurnal Keperawatan Klinis dan Kemandirian, 9(1), 44–53.
Dentika, F. S., & Arniyanti, A. (2023). Efektivitas kompres hangat dalam penurunan suhu tubuh pada bayi dengan demam. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 78–83.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2024. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Papua Tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Papua.
Duguma, T., Wudineh, D., Assefa, A., Fisseha, N., & Muleta, D. (2023). Malaria prevalence and associated factors among symptomatic children aged under five years attending Sheko District Health Center, Southwest Ethiopia: A cross-sectional study. PLoS ONE, 18(12), e0295237. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0295237
Fadhilah, N., & Nuraini, T. (2022). Efektivitas pemberian antipiretik paracetamol kombinasi terapi non-farmakologis terhadap penurunan suhu tubuh pasien hipertermi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(3), 198–207.
Hidayat, R., & Pratama, A. (2019). Manajemen termoregulasi: Monitoring suhu tubuh kontinu pada pasien dengan demam tinggi di ruang rawat inap. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 7(2), 112–120.
Kusuma, H., & Wijaya, S. (2020). Pengaruh lingkungan fisik ruangan sejuk terhadap penurunan suhu tubuh klien dengan demam di wilayah tropis. Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale, 13(1), 30–37.
Lestari, A. F., Triana, N. Y., & Murniati. (2022). Asuhan keperawatan pada pasien dengan hipertermia. Journal of Management Nursing, 2(2), 67–74.
Lestari, P., & Wulandari, S. (2021). Aplikasi asuhan keperawatan hipertermi berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI di rumah sakit umum daerah. Jurnal Riset Keperawatan Nasional, 5(2), 145–156.
Mofu, R. M. (2022). Lingkungan biologi, perilaku, dan status gizi dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Hamadi. Jurnal Ilmiah Obsgin, 14(1), 153–164. https://stikes-nhm.e-journal.id/OBJ/index
Mujahidah, S. A., Sari, E. A., & Pebrianti, S. (2025). Hyperthermia in a patient with relapse malaria: A case report. Nursing Case Insight Journal, 3(2), 53–60.
Mulyadi, A., & Rahayu, D. (2022). Hubungan tingkat kepatuhan tirah baring (bed rest) dengan kecepatan penurunan suhu tubuh pada pasien demam tropis. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13(2), 310–318.
Nasution, S. Z., & Harahap, R. (2020). Analisis faktor patogen kuman terhadap set point hipotalamus pada pasien infeksi saluran cerna dengan gejala hipertermi. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(2), 177–184.
Nugroho, T., & Utami, P. (2021). Efektivitas intervensi mandiri keperawatan dalam mengatasi masalah hipertermi pada pasien rawat inap dewasa. Jurnal Cakrawala Keperawatan, 12(1), 58–67.
Nuryanti, E., Hidayati, W., & Santoso, A. (2021). Pengelolaan hipertermia pada pasien dengue hemorrhagic fever melalui intervensi tepid water sponge. Jurnal Keperawatan.
Oktaviana, P., Prajayanti, E. D., & Ratrinaningsih, S. (2025). Efficacy of warm water compress and aloe vera therapy for fever management in preschoolers: A study at Cempaka High Care Unit, Dr. Moewardi Hospital. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 5(1), 39–47. https://doi.org/10.58545/jkki.v5i1.490
Purba, J., & Siregar, M. (2023). Studi kasus penatalaksanaan manajemen hipertermi pada pasien infeksi dengan pendekatan 3S (SDKI, SLKI, SIKI). Jurnal Inovasi Proses Keperawatan, 11(1), 22–31.
Ramadhan, F., & Sari, N. (2021). Peran terapi kolaboratif antipiretik dalam menurunkan demam tinggi pada klien dewasa dengan suspek infeksi bakteri. Jurnal Farmasi Klinis Indonesia, 10(4), 289–298.
Santoso, B., & Amin, M. (2020). Patofisiologi pirogen endogen dan aplikasi asuhan keperawatan gangguan termoregulasi. Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, 7(3), 142–151.
Setyawan, D., & Handayani, T. (2022). Evaluasi luaran keperawatan termoregulasi membaik pada pasien dewasa dengan masalah hipertermi di puskesmas wilayah endemis. Jurnal Keperawatan Komunitas, 7(1), 89–97.
Sidik, N. K., Asrina, A., & Syam, N. (2022). Perilaku pencarian pengobatan penyakit malaria pada masyarakat Kampung Muari Kecamatan Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan. Window of Public Health Journal, 3(4), 761–770.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia: Definisi dan indikator diagnostik (Edisi 1). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia (Edisi 1). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2019). Standar luaran keperawatan Indonesia (Edisi 1). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Wati, L., & Ginting, R. (2023). Modifikasi lingkungan fisik dan istirahat tidur dalam mengoptimalkan penurunan suhu tubuh pasien hipertermi. Jurnal Keperawatan Berbasis Bukti, 4(2), 104–113.
Wilujeng, N., et al. (2025). Efektivitas tepid water sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien hipertermia. Jurnal Keperawatan Modern.
World Health Organization. (2023). World malaria report 2023. World Health Organization.
Yolanda, R., et al. (2023). Diagnosis dan penatalaksanaan hipertermia pada pasien infeksi. Jurnal Keperawatan Indonesia.
Yusuf, M., & Amalia, R. (2021). Efektivitas pemantauan tanda vital dan manajemen cairan dalam mengatasi masalah hipertermi akibat proses infeksi. Jurnal Publikasi Keperawatan Indonesia, 8(2), 121–129
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jhon Rambo Aronggear, Nofita Dewi Kok Mesa, Meksi N. Hetharia, Dedy Arisjulyanto, Yudi Hadi Prayitno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







