Hubungan Antara Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Indeks Massa Tubuh Pada Remaja

Authors

  • Sunarto Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Retno Sri Lestari Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Ismail Ibrahim Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Tajuddin Abdullah Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Saharia Rowa Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Ratnasari Dewi Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Makassar

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i2.288

Keywords:

Makanan Cepat Saji, Indeks Massa Tubuh (IMT), Remaja, Status Gizi, Obesitas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan indeks massa tubuh (BMI) di kalangan siswa SMP Negeri 26 Makassar. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan. Penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas satu yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah siswa berusia 12–15 tahun yang setuju untuk berpartisipasi, sedangkan kriteria eksklusi meliputi mereka yang memiliki kondisi medis yang memengaruhi berat badan, seperti gangguan endokrin. Data konsumsi makanan cepat saji dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan tinggi dan berat badan diukur dengan stadiometer dan timbangan digital untuk menghitung BMI. Analisis statistik dilakukan untuk menguji korelasi antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan kategori BMI (kurang berat badan, normal, kelebihan berat badan, obesitas). Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan BMI (p = 0,795, p > 0,05), menunjukkan bahwa konsumsi makanan cepat saji tidak berhubungan langsung dengan status BMI. Meskipun demikian, faktor lain seperti aktivitas fisik, kebiasaan makan secara keseluruhan, genetika, dan gaya hidup dapat memengaruhi variasi BMI. Meskipun tidak ada korelasi langsung, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan tetap menjadi perhatian karena kandungan kalori, lemak, gula, dan natriumnya yang tinggi dikombinasikan dengan kadar serat yang rendah, yang berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi jika dikombinasikan dengan perilaku tidak sehat. Studi ini menekankan pentingnya pencegahan obesitas dini pada remaja untuk mengurangi risiko penyakit kronis di masa depan seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular.

References

Al-Haifi, A. R., Bumaryoum, N. Y., Al-Awadhi, B. A., Alammar, F. A., Ashkanani, R. H., & Al-Hazzaa, H. M. (2023). The influence of gender, media, and internet usage on adolescents’ fast food perception and fluid intake. Journal of Health, Population and Nutrition, 42(1), 77.

Asikin, A. M., Alimuddin, H., & Alam, N. (2025). Hubungan Konsumsi Fast Food dengan Obesitas pada Remaja di SMA Negeri 5 Makassar.

Blundell-Birtill, P., & Hetherington, M. M. (2019). Determinants of Portion Size in Children and Adolescents: Insights from the UK National Diet and Nutrition Survey Rolling Programme (2008–2016). Nutrients, 11(12), 2957. https://doi.org/10.3390/nu11122957

Du, M., Wang, L., Martín-Calvo, N., Dhana, K., Khandpur, N., Rossato, S. L., Steele, E. M., Fung, T. T., Chavarro, J. E., & Sun, Q. (2024). Ultraprocessed food intake and body mass index change among youths: a prospective cohort study. The American Journal of Clinical Nutrition, 120(4), 836–845.

Febriani, D., & Sudarti, T. (2019). Fast food as drivers for overweight and obesity among urban school children at Jakarta, Indonesia. Jurnal Gizi Dan Pangan, 14(2), 99–106. https://doi.org/10.25182/jgp.2019.14.2.99-106

Huang, Z., Tian, Z., Cui, J., Wang, G., & Chen, J. (2024). Prevalence of overweight/obesity, and associated factors among adolescents aged 12 ? 15 in Shandong Province, China: A cross-sectional study. Preventive Medicine Reports, 45, 102831. https://doi.org/10.1016/j.pmedr.2024.102831

Jakobsen, D. D., Brader, L., & Bruun, J. M. (2023). Association between Food, Beverages and Overweight/Obesity in Children and Adolescents—A Systematic Review and Meta-Analysis of Observational Studies. Nutrients, 15(3), 764. https://doi.org/10.3390/nu15030764

Mescoloto, S. B., Pongiluppi, G., & Domene, S. M. Á. (2024). Ultra-processed food consumption and children and adolescents’ health. Jornal de Pediatria, 100, S18–S30.

Permatasari, N. M. I. (2024). Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di Indonesia: Kajian Pustaka. Archive Community Health (Arc. Com. Health); Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2).

Petridi, E., Karatzi, K., Magriplis, E., Charidemou, E., Philippou, E., & Zampelas, A. (2024). The impact of ultra-processed foods on obesity and cardiometabolic comorbidities in children and adolescents: a systematic review. Nutrition Reviews, 82(7), 913–928.

Rinanta F, A., & Nurrahima, A. (2015). Factors Affecting Fast Food Consumption Behavior In Students Of Nursing Faculty Of Medicine Diponegoro University.

Suaib, F., Lestari, R. S., Ipa, A., & Maghfirah, R. (2023). Tingkat Konsumsi Fast Food Dan Status Gizi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 18(2), 213–218. https://doi.org/10.32382/medkes.v18i2.139

Widyawati, W. (2020, January 24). Gizi saat Remaja Tentukan Kualitas Keturunan.

Yusni, Y., & Meutia, F. (2019). Anthropometry analysis of nutritional indicators in Indonesian adolescents. Journal of Taibah University Medical Sciences, 14(5), 460–465. https://doi.org/10.1016/j.jtumed.2019.07.001

Downloads

Published

2026-04-27

How to Cite

Sunarto, Lestari, R. S. ., Ibrahim, I., Abdullah, T. ., Rowa, S., & Dewi, R. . (2026). Hubungan Antara Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Indeks Massa Tubuh Pada Remaja. JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(2), 435–446. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i2.288