Pengaruh Terapi Relaksasi Nafas Dalam Dengan Masalah Nyeri Akut Pada Pasien Dispepsia Di Rumah Sakit Umum Daerah Serui Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.63265/jkti.v4i2.265Keywords:
Dispepsia, Nyeri Akut, Relaksasi Napas Dalam, Asuhan Keperawatan, Studi Kasus.Abstract
Dispepsia merupakan salah satu gangguan gastrointestinal bagian atas yang ditandai oleh keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman pada area epigastrium. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kenyamanan, keterbatasan aktivitas, serta terganggunya proses pemulihan pasien. Selain pengobatan farmakologis, penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan efektivitas perawatan. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah teknik relaksasi napas dalam, yang berperan dalam menciptakan keadaan relaksasi fisiologis dan menurunkan persepsi nyeri melalui stimulasi pelepasan endorfin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik relaksasi napas dalam dalam mengatasi nyeri akut pada pasien dengan dispepsia di Ruang Interna RSUD Serui. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada seorang pasien yang didiagnosis dispepsia dan mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, serta telaah dokumentasi. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan berdasarkan tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri epigastrium dengan intensitas sedang (skala 5), bersifat menusuk, berlangsung sekitar 15 detik, dan muncul secara intermiten. Setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam, terjadi penurunan intensitas nyeri yang disertai peningkatan kenyamanan dan kemampuan pasien dalam melakukan teknik tersebut secara mandiri. Evaluasi setelah 8 jam menunjukkan adanya perbaikan pada masalah keperawatan nyeri akut. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi napas dalam merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diaplikasikan untuk membantu mengurangi nyeri akut pada pasien dispepsia.
References
Alzani, M., Lestari, W., Ervan, E., & Dahrizal, D. (2022). Asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan rasa nyaman nyeri pada pasien dispepsia di RS Bhayangkara Kota Bengkulu tahun 2022 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Bengkulu).
Andarnanti, C. (2021). Asuhan keperawatan keluarga gangguan pemenuhan kebutuhan rasa nyaman nyeri pada keluarga Tn. S khususnya Ny. P dengan dispepsia di Kotagajah Lampung Tengah tahun 2021 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
Cindy, C. A., Rahmanisa, R., Napitupulu, S., Happy, T. A., & Sari, R. D. P. (2025). Review literature: Relationship of food intake and the incidence of dyspepsia syndrome in medical students. Medical Profession Journal of Lampung, 15(1), 37–41.
Damayanti, D., & Handayani, S. (2023). Efektivitas teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan nyeri. Jurnal Keperawatan Klinis, 6(2), 45–52.
Febriyanti, F. (2025). Efektivitas penggunaan obat golongan PPI dan kualitas hidup pasien rawat inap pada penyakit gastritis di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya (Doctoral dissertation, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya).
Fitriani, S., Hasanah, U., & Kurniawan, D. (2021). Implementasi asuhan keperawatan berbasis eviden. Jurnal Keperawatan Profesional, 4(2), 55–62.
Gultom, D. D. R., Ramadhian, M. R., Lusina, S. E., & Darwis, I. (2024). Analisis klinis dispepsia pada pasien kolelitiasis: Studi literatur. Medical Profession Journal of Lampung, 14(9), 1767–1770.
Herman, H., & Lau, S. H. A. (2020). Faktor risiko kejadian dispepsia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(2), 1094–1100.
Hidayat, A., & Kusuma, W. (2020). Pendekatan holistik dalam manajemen nyeri pasien. Jurnal Kesehatan Holistik, 7(1), 1–9.
Mardiana Setiawati, S. M. (2022). Asuhan keperawatan dengan gangguan rasa nyaman nyeri akut pada kasus dispepsia terhadap Ny. I di ruang penyakit dalam RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tanggal 21–23 Februari 2022 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
Marliza, H., Hainil, S., Mayefis, D., & Sammulia, S. F. (2022). Aplikasi video edukasi “dispepsia” melalui media sosial. J. Abdimas: Community Health, 3(1), 1–7.
Nindi NS, S. A. L. S. A. B. I. L. A. (2021). Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan aman nyaman pada kasus dispepsia terhadap Tn. S di ruang penyakit dalam RSUD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tanggal 11–13 Maret 2021 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
Nugroho, N. A. F., Nugroho, A. E., & Probosuseno, P. (2021). Efektivitas kombinasi terapi prokinetik dengan proton pump inhibitor (PPI) pada pasien dispepsia. Majalah Farmaseutik, 21(3), 258–268.
Nugroho, H., Santoso, B., & Wijaya, T. (2022). Efektivitas antasida dalam menurunkan nyeri gastritis. Jurnal Farmasi Klinik, 9(1), 10–17.
Nurzanna, Z. S. (2024). Asuhan keperawatan gangguan kebutuhan rasa nyaman (nyeri) pada pasien dispepsia di ruang Siger RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2024 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang).
Paneo, S. A. R., Zakariyati, Z., & Putri, P. (2023). Penerapan terapi guided imagery dalam pemenuhan kebutuhan kenyamanan (nyeri) pada keluarga dengan gastritis. Jawara (Jurnal Ilmiah Keperawatan), 4(3), 1–9.
Pangestu, A. E., Sukmana, Y. F., Handyka, H., Ramadhany, Z. D., Aji, A. P., Agustin, V., & Lestari, M. (2024). Sistem pakar diagnosa penyakit lambung dengan metode forward chaining. Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika, 5(2), 415–423.
PPNI. (2023). Standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Pratama, R., Yuliana, D., & Saputra, H. (2022). Peran komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan pasien. Jurnal Keperawatan Komunitas, 6(1), 40–47.
Rahmawati, N., & Lestari, D. (2020). Penggunaan Numeric Rating Scale dalam pengkajian nyeri. Jurnal Ilmu Keperawatan, 8(2), 78–84.
Rosyad, I. H. (2024). Asuhan keperawatan gangguan kebutuhan aman nyaman pada pasien dispepsia di ruang penyakit dalam A RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro tahun 2024 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang).
Salma, W. O., Kusnan, A., & Sudayasa, I. P. (2024). Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pembuatan produk obat luka. Indonesia Berdaya, 5(1), 187–194.
Saputra, M. L., Riyanta, A. B., & Purwantiningrum, H. (2021). Gambaran penggunaan obat antasida pada pasien dispepsia di Puskesmas Tarub (Doctoral dissertation, Politeknik Harapan Bersama Tegal).
Sari, A. D. (2021). Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan rasa nyaman pada kasus dispepsia terhadap Ny. K di ruang Fressia lantai 3 RSU Handayani Kotabumi Lampung Utara tanggal 8–10 Maret 2021 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
Sari, E. K., Hardy, F. R., Karima, U. Q., & Pristya, T. Y. R. (2021). Faktor risiko sindrom dispepsia pada remaja wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 9(3), 431–446.
Sitompul, F., Hidayat, D., Kurniaty, L., & Muraga, N. T. (2022). Profil pengobatan dispepsia pasien rawat inap di RSUD Budhi Asih periode Juli 2019–Juni 2020. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 21(3), 4–11.
Suhesti, D. B. C., Zoraya, S. I., Leonaviri, M., & Ruqayyah, S. (2025). Hubungan stres, aktivitas fisik, dan jenis makanan dan minuman iritatif dengan kejadian dispepsia fungsional pada remaja. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 2(3), 186–197.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2018). Standar diagnosis keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2018). Standar luaran keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Tumiwa, F., Pondaa, A., & Musak, R. (2023). Pengaruh pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap tingkat nyeri pada pasien sindroma dispepsia di IGD RSUD X. Gema Wiralodra, 14(1), 358–363.
Utami, H., Sarnianto, P., & Saadah, A. (2022). Analisis utilitas biaya pasien dispepsia BPJS dan non-BPJS kombinasi obat antasida ranitidin dengan lansoprazol. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(2), 352–361.
Zakiyah, W., Agustin, A. E., Fauziah, A., Sa’diyyah, N., & Mukti, G. I. (2021). Definisi, penyebab, klasifikasi, dan terapi sindrom dispepsia. Jurnal Health Sains, 2(7), 978–985.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yuspina Diana Piahei, Dedy Arisjulyanto, Putra Irianto Sanjaya Dirga, Nofita Dewi Kok Mesa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







