Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Talang

Authors

  • Aditya Galang Ramadhan Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatanuniversitas Jambi
  • Fajrina Hidayati Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
  • Silvia Mawarti Perdana Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
  • Oka Lesmana Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.264

Keywords:

Tuberkulosis Paru, Kondisi Fisik Rumah, Kelembaban, Pencahayaan, Personal Hygiene.

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan Personal Hygiene dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang terdiri dari 23 kasus dan 23 kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran menggunakan lux meter, thermohygrometer, meteran, serta wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode Backward LR. analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pencahayaan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,039; OR=4,286; 95%CI=1,240–14,730) dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,018; OR=5,313; 95%CI=1,498–18,840). Sementara itu, luas ventilasi (p=0,429; OR=0,521), kepadatan hunian (p=0,343; OR=0,216), dan Personal Hygiene (p=0,167; OR=3,550) tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kelembaban rumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,010; OR=5,312; 95%CI=1,498–18,840). penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pencahayaan dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Kelembaban rumah merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan rumah, terutama menjaga kelembaban dan pencahayaan agar memenuhi standar kesehatan guna mencegah penularan tuberkulosis paru.

References

Agustina, E., & Azmiyannoor, M. (2023). Kejadian TB paru di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4(3), 2314–2322.

Aja, N., & Rahman, H. (2019). Penularan tuberkulosis paru dalam anggota keluarga di wilayah kerja Puskesmas Siko Kota Ternate. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 78–87.

Andas, A. M., Romantika, I. W., Bagus, I., & Antara, G. (2019). Faktor risiko kejadian tuberkulosis di Puskesmas Landono Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Kesehatan, 3(1).

Avy, A. H., Hutami, B. P., Alfalah, M. Z., & Febriyanti, S. (2024). Faktor risiko kejadian tuberkulosis paru di berbagai wilayah Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 61–65.

Baker, M., Das, D., Venugopal, K., & Howden-Chapman, P. (2008). Tuberculosis associated with household crowding in a developed country. Journal of Epidemiology & Community Health, 62(8), 715–721.

Bilindade, A., Probowati, W., & Putri, W. R. (2025). Perbandingan hasil pemeriksaan tuberkulosis metode GeneXpert dan Ziehl-Neelsen di rumah sakit. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 4(2), 639–650.

Carter, D. J., Glaziou, P., Lönnroth, K., & Siroka, A. (2023). Social determinants of tuberculosis. The Lancet Respiratory Medicine, 11(4), 367–378.

Centers for Disease Control and Prevention. (2024). What you need to know about tuberculosis. CDC. https://www.cdc.gov/tb/communication-resources/tuberculosis-fact-sheet.html

Chen, J., et al. (2025). Global trends and burdens of neglected tropical diseases and malaria from 1990 to 2021: A systematic analysis of the Global Burden of Disease Study 2021. The Lancet Infectious Diseases.

Dewi, N. R., Astuti, L., & Fajriyah, R. (2022). Hubungan kondisi lingkungan rumah dengan keberhasilan pengobatan tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 145–153.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. (2024). Profil kesehatan Provinsi Jambi tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Faradillah, S. (2022). Kondisi fisik rumah, perilaku keluarga dan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 856–860.

Haryono. (2021). Pengantar epidemiologi. Poltekkes Jogja Press.

Hidayat, A., Murti, B., Soedarsono, S., et al. (2022). Simple tuberculosis screening tool using signs, symptoms, and risk factors to reduce the missed opportunity in the older population. BMC Pulmonary Medicine, 22, Artikel 208.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelaksanaan pengobatan tuberkulosis resistan obat dengan regimen BPaL/M. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024a). Laporan program penanggulangan tuberkulosis tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024b). Studi inventori tuberkulosis Indonesia 2023–2024: Laporan hasil studi nasional. Kementerian Kesehatan RI.

Lönnroth, K., Jaramillo, E., Williams, B. G., Dye, C., & Raviglione, M. (2009). Drivers of tuberculosis epidemics: The role of risk factors and social determinants. Social Science & Medicine, 68(12), 2240–2246.

Musi, K., & Utara, R. (2020). Hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas: Studi literature review. CHMK Health Journal, 4(2), 140–148.

Neyrolles, O., & Quintana-Murci, L. (2009). Sexual inequality in tuberculosis. PLOS Medicine, 6(12), e1000199.

Pai, M., & Kasaeva, T. (2022). Tuberculosis: Progress, challenges, and the road ahead. The Lancet Respiratory Medicine, 10(11), 1011–1012.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2021). Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan tuberkulosis di Indonesia. PDPI.

Poltekkes Medan. (2017). Manifestasi klinis tuberculosis paru (Bab 2). Repositori Poltekkes Medan. https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/252/3/Bab%202.pdf

Putri, A. D., & Harahap, L. (2021). Analisis faktor lingkungan fisik rumah terhadap kejadian tuberkulosis paru di Kota Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(1), 77–85.

Putri, T., et al. (2024). Tantangan dan solusi terkini dalam penanggulangan tuberkulosis. Jurnal Kesehatan, 4(1), 40–46.

Restiana, S. A., et al. (2021). Analisis lingkungan fisik rumah sebagai faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di Indonesia (Dengan kajian sistematis). Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(2), 331–337.

Rifai, A., Susilowati, E., & Rahayu, P. (2022). Hubungan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Jaten. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 25–33.

Salsabilah, K. S. (2024). Hubungan lingkungan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat terhadap kejadian TB paru di Kedungmundu Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 621–627.

Safithri, F., et al. (2009). Diagnosis TB dewasa dan anak berdasarkan ISTC (International Standard for TB Care). Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, 1(1).

Steve, C. (2023). Symptoms, challenges and preventive management of tuberculosis. Applied Microbiology: Open Access, 9(3), Artikel 275.

Universitas Diponegoro. (2022). Pengaruh luas ventilasi dan kepadatan hunian terhadap kejadian TB paru di Surabaya. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(4), 7312–7318.

Universitas Dian Nuswantoro. (2024). Studi meta-analisis tentang hubungan ventilasi, kelembapan, pencahayaan dan kepadatan hunian dengan kejadian TB paru di Indonesia (2015–2020). Jurnal Kesehatan, 104–117.

Utari, N., Fahdhienie, F., & Santi, T. D. (2024). Hubungan faktor sosial ekonomi dan perilaku dengan kejadian tuberkulosis paru BTA (+) di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 12373–12380.

World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. World Health Organization.

World Health Organization. (2024a). Global tuberculosis report 2024. World Health Organization.

World Health Organization. (2024b). Tuberculosis. World Health Organization. https://www.who.int/health-topics/tuberculosis

Yakob, A., Alfiyani, L., Arya, A., Jaya, B., & Kewa, K. K. (2023). Edukasi pencegahan penularan tuberkulosis. Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Madiun, 14(2), 96–102.

Yayasan Kencana Indonesia. (2023a). Pencegahan dan pengendalian TBC di Indonesia. YKI4TBC. https://yki4tbc.org/

Yayasan Kencana Indonesia. (2023b). Pengobatan TBC-RO kini hanya 6 bulan saja! YKI4TBC. https://yki4tbc.org/pengobatan-tbc-ro-kini-hanya-6-bulan-saja/

Zaenab, S. (2024). Gambaran diagnosis TBC di Indonesia tahun 2020-2022. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 8(1).

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Ramadhan, A. G., Hidayati , F. ., Perdana, S. M. ., & Lesmana, O. (2026). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Talang . JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(3), 1250–1266. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.264