Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan KEK Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya

Authors

  • Susan Susanti Program Studi Kebidanan Program Magister STIKes Guna Bangsa Yogyakarta
  • Atik Badi’ah Program Studi Kebidanan Program Magister STIKes Guna Bangsa Yogyakarta
  • Blacius Dedi Program Studi Kebidanan Program Magister STIKes Guna Bangsa Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.253

Keywords:

KEK, Ibu Hamil, Usia, Paritas, Pola Konsumsi

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi KRONIS (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan, persalinan, serta bayi berat lahir rendah. Data di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir menunjukkan masih tingginya jumlah ibu hamil dengan KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir, dengan sampel sebanyak 82 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian KEK yang diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan KEK adalah pola konsumsi. Ibu hamil dengan pola konsumsi yang kurang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami KEK dibandingkan dengan ibu yang memiliki pola konsumsi baik. Simpulan: Penelitian ini adalah kejadian KEK pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi, dengan pola konsumsi sebagai faktor dominan. Diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi dan pemantauan status gizi secara rutin untuk menurunkan kejadian KEK.

References

Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Jakarta: Kencana.

Arisman. (2014). Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: EGC.

Arisman. (2019). Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: EGC.

Astuti. (2014). Buku ajar asuhan kebidanan ibu I (kehamilan). Yogyakarta: Rohima Press.

Bappenas. (2018). Rencana aksi nasional pangan dan gizi. Jakarta: Bappenas.

Dafiu. (2017). Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi kehamilan dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada kehamilan di Kota Yogyakarta tahun 2017. Skripsi, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2024.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2024). Profil kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2024.

Ervinawati, E., Wirda, A., & Nurlisis, N. (2019). Determinan kekurangan energi kronis (KEK) ibu hamil di Puskesmas Lubuk Muda. Jurnal Kesehatan Komunitas, 4(3), 120–125. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol4.Iss3.289

Febriyeni, F. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Jurnal Human Care, 2(3). https://doi.org/10.32883/hcj.v2i3.109

Hartati Bahar. (2017). Kondisi sosial budaya berpantang makanan dan implikasinya pada kejadian anemia ibu hamil. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Israq, I. (2017). Hubungan budaya makan dan pendapatan keluarga dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) dalam kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Nambo Kota Kendari (Karya ilmiah, Poltekkes Kemenkes Kendari).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Pedoman penanggulangan kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil kesehatan Indonesia tahun 2019. Jakarta: Kemenkes RI.

Kristiyanasari, W. (2012). Gizi ibu hamil. Yogyakarta: Nuha Medika.

Manuaba. (2014). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB untuk pendidikan bidan. Jakarta: EGC.

Miranty, E. A., (2019). Hubungan kejadian KEK pada saat hamil dengan kejadian stunting pada balita (Skripsi, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2014). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Novitasari, Y. D., Nugraheni, S. A., & Kartini, A. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 8(1), 242–250. DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2174

Nurjana, N. (2019). Determinan sosial budaya kejadian stunting pada suku Makassar (Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Rahmadan, F. D. (2019). Determinan kejadian KEK pada ibu hamil. Universitas Jember.

Sianturi. (2019). Perbaiki gizi secara bersama. Diakses dari http://www.gizi.net

Sulistyoningsih, H. (2019). Gizi untuk kesehatan ibu dan anak. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Teguh, N. A., Ni Putu Veny Kartika Sari, & I Made Sudarmaja. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Intisari Sains Medis, 10(3), 506–510. https://doi.org/10.15562/ism.v10i3.432

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

Susanti, S., Badi’ah, A. ., & Dedi, B. . (2026). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan KEK Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya. JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(3), 681–691. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.253