Determinan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri
DOI:
https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.244Keywords:
Demam Berdarah Dengue (DBD),tempat penampungan air (TPA), Angka Bebas Jentik (ABJ), faktor lingkungan.Abstract
Rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) menunjukkan tingginya potensi penyebaran nyamuk dan risiko kejadian DBD. Berdasarkan observasi awal di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri ditemukan adanya jentik nyamuk pada sebagian besar rumah yang diperiksa serta adanya kasus positif DBD di wilayah tersebut.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan pendekatan kuantitatif.Populasi penelitian sebanyak 7.723 rumah tangga, dengan sampel 121 rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran lingkungan, dan wawancara terstruktur menggunakan lembar observasi.. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05), serta besar hubungan dinilai menggunakan Prevalence Ratio (PR). hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa hanya variabel warna TPA yang memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p=0,00; PR=3,31; 95%CI=1,40–2,47), sedangkan variabel lain seperti letak TPA (p=0,80; PR=1,01), sumber air (p=0,70; PR=1,10), jumlah TPA (p=0,75; PR=1,10), suhu TPA (p=0,08; PR=1,45), kelembaban (p=0,99; PR=1,01), dan pH air (p=0,50; PR=0,76) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya warna TPA yang memiliki hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti.
References
Abubakar, N. A., Sulaeman, U., Lingkungan, P. K., Masyarakat, F. K., & Indonesia, U. M. (2026). Hubungan Kondisi Lingkungan Terhadap Keberadaan Jentik Aedes aegypti Di Kelurahan Antang Kota Makassar. 7(1), 1–11.
Arisjulyanto, D., Dewi, N., Mesa, K., Istiyanto, F., & Agustina, N. S. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Pencegahan Malaria pada Anak di Kampung Turu Wilayah Kerja Puskesmas Serui Kota. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 2(4).
Ashari, I., Kurrohman, T., Aba, M., Surjati, E., & Efendi, E. (2023). Keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD). Holistik Jurnal Kesehatan, 17(1), 23–29. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i1.9257
Babalola, T. E., Danlami Babalola, A., & Goroti, A. V. (2022). Development of an IoT Based Water Quality Monitoring Device for Domestic Fish Ponds. ABUAD Journal of Engineering Research and Development. https://doi.org/10.53982/ajerd
Chahaya, I., Tumanggor, W. R. E., Sutami, B. D., & Tsabitha, A. (2023). Determinasi Lingkungan dan Perilaku terhadap Keberadaan Jentik Aedes spp. JITKT.
Cruz, M.R., Sprinz, E., Rosset, I., & Goldani, L., Teixeira, M. G. (2010). Dengue and Primeri Care?: a tale of two cities. Bulletin of WHO. 88, 244.
Daswito, R., Cahyadi, N. A., & Pitriyanti, L. (2024). PH, suhu air, dan perilaku pemberantasan sarang nyamuk terhadap keberadaan jentik nyamuk Aedes sp di Tembesi Lama, Kota Batam. Tropical Public Health Journal, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.32734/trophico.v4i1.15796
Dharmamuthuraja, D., Rohini, P. D., M, I. L., & Isvaran, K. (2023). Determinants of Aedes mosquito larval ecology in a heterogeneous urban environment- a longitudinal study in Bengaluru, India. 1–22. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0011702
Dwiyanti, F., Kurniawan, B., Lisiswanti, R., Mutiara, H., pH Air Terhadap Pertumbuhan Jentik Nyamuk Aedes aegypti, H., Kedokteran, F., Lampung, U., Parasitologi, B., Pendidikan Dokter, B., & Jl Raden Saleh III, A. (2023a). Hubungan pH Air terhadap Pertumbuhan Jentik Nyamuk Aedes aegypti.
Dwiyanti, F., Kurniawan, B., Lisiswanti, R., Mutiara, H., pH Air Terhadap Pertumbuhan Jentik Nyamuk Aedes aegypti, H., Kedokteran, F., Lampung, U., Parasitologi, B., Pendidikan Dokter, B., & Jl Raden Saleh III, A. (2023b). Relationship between water pH and the growth of Aedes aegypti mosquito larvae (in Bahasa). Medula, 13(3), 158–163.
Free, L., Abj, R., Kerten, I. N., & Surakarta, V. (2025). Hubungan perilaku masyarakat dan karakteristik tempat penampungan air (tpa) dengan angka bebas jentik (abj). 4, 914–924.
Gafur, A., & Jastam, M. S. (2015). Al - Sihah?: Public Health Science Journal Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Ae- des eegypti di Kelurahan Batua Kota Makassar Tahun 2015. 7, 50–62.
Girsang, V. I., Tumangger, D. L., Tarigan, F. L., & Harianja, E. S. (2020). Determinan Jentik Nyamuk DBD di Kelurahan Dwikora. Jurnal TEKESNOS, 2(2), 110–121.
Herath, J. M. M. K., Silva, W. A. P. P. De, Weeraratne, T. C., & Karunaratne, S. H. P. P. (2024). Breeding Habitat Preference of the Dengue Vector Mosquitoes Aedes aegypti and Aedes albopictus from Urban , Semiurban , and Rural Areas in Kurunegala District , Sri Lanka. 2024. https://doi.org/10.1155/2024/4123543
Izhar, M. D., & Syukri, M. (2022). Jenis Rumah dan Suhu Udara Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Kota Jambi. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 7(2), 183. https://doi.org/10.35842/formil.v7i2.438
Jannah, A. M., Susilawaty, A., Satrianegara, M. F., & Saleh, M. (2021). Hubungan Lingkungan Fisik dengan Keberadaan Jentik Aedes sp. di Keluruhan Balleanging Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Higiene, 7(2), 65–71.
Khaidir, K., Zara, N., & Ikhsan, R. (2022). Gambaran Penyakit Demam Berdarah Dengue di Poliklinik Umum Puskesmas Muara Batu Aceh Utara. GALENICAL?: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 1(1), 44. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v1i1.7909
Kinansi, R. R., & Pujiyanti, A. (2020). Pengaruh Karakteristik Tempat Penampungan Air Terhadap Densitas Larva Aedes sp . dan Risiko Penyebaran Demam Berdarah Dengue di Daerah Endemis di Indonesia. 1–20.
Nurmalasari, Wiwik Eko Pertiwi, S. B. (2021). Karakteristik Tempat Penampungan Air Bersih dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti. 2(2), 9–17.
Penelitian, B., & Pengembangan, D. A. N. (2021). Terakreditasi Peringkat 2 Kemenristek Dikti Nomor 30/E/KPT/2018. 17(16).
Resti, N. . (2022). Melihat Penyebab Penyakit Melalui Segitiga Epidemiologi.
Seid, M., Aklilu, E., & Animut, A. (2024). Spatio ? temporal occurrence and habitat characteristics of Aedes aegypti ( Diptera?: Culicidae ) larvae in Southern Afar region , Ethiopia. Tropical Medicine and Health. https://doi.org/10.1186/s41182-024-00612-5
Sihombing, N. H., Soedjadi, T. T. B., Syaputri, D., Manalu, S. M. H., & Apsari, D. A. (2024). Analysis of Distribution Patterns of Environmental Risk Factors with Malaria Incidents in the Working Area of the Tanjung Tiram Community Health Center, Batu Bara Regency. Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health, 6(1), 358. https://doi.org/10.30829/contagion.v6i1.17839
Susanti, S., & Suharyo, S. (2017). Hubungan Lingkungan Fisik Dengan Keberadaan Jentik Aedes Pada Area Bervegetasi Pohon Pisang. Unnes Journal of Public Health, 6(4), 271–276. https://doi.org/10.15294/ujph.v6i4.15236
Susmaneli, H., Hidayati, U., Agnesia, Y., Masyarakat, P. K., & Kesehatan, F. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk edes aegypti the Factors That Associated with The Density of Aedes aegypti Larvae (Vol. 34, Issue 2).
Susmaneli, H., Hidayati, U., Agnesia, Y., Masyarakat, P. K., Kesehatan, F., & Tuah, U. H. (2024). Faktor-faktro Yang Berhubungan Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti. 34(2), 356–367.
Thomas C. Timmreck, P. (2001). EPIDEMIOLOGI?: Suatu Pengantar (P. Widyastuti, SKM (ed.); 2nd ed.).
Torres, P. F. F., Baldinotti, H. da S., Costa, D. A. da, Miranda, C. M. de, & Cardoso, A. F. (2022). Influence of pH, light, food concentration and temperature in Aedes aegypti Linnaeus (Diptera: Culicidae) larval development. EntomoBrasilis, 15, e999. https://doi.org/10.12741/ebrasilis.v15.e999
V. I. Girsang, D. L. Tumangger, F. L. Tarigan, and E. S. H. (2020). Determinan Jentik Nyamuk DBD di Kelurahan Dwikora. J. TEKESNOS.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Al’ Fajri, Fajrina Hidayati , Helmi Suryani Nasutio

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







