Hubungan Preeklamsia Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat

Authors

  • Baiq Disnalia Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiah Mataram
  • Eka Faizaturrahmi Prodi S1 Pendidikan Bidan STIKes Hamzar Lombok Timur
  • Baiq Dika Fatmasari Prodi Profesi Bidan STIKes Hamzar Lombok Timur
  • Indriyani Makmun Prodi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiah Mataram

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.237

Keywords:

Preeklamsia, Asfiksia Neonatorum, Neonatus, Ibu

Abstract

Angka kematian neonatus masih tergolong tinggi dan menjadi masalah kesehatan baik secara global maupun nasional. Asfiksia neonatorum adalah salah satu penyebabnya tingginya angka kematian bayi baru lahir di Indonesia (27,0%). Di Kabupaten Lombok Barat, asfiksia neonatorum menjadi penyebab tertinggi kedua kasus kematian neonatal di Kabupaten Lombok Barat selama tahun 2020. Untuk mengetahui hubungan antara preeklamsia dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain case control. Populasi terjangkau untuk kelompok kasus dalam penelitian ini yaitu seluruh bayi baru lahir hidup dengan asfiksia neonatorum di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat Periode Januari sampai Oktober 2021 yang berjumlah 41 kasus, sedangkan populasi terjangkau untuk kelompok kontrol yaitu bayi bayi baru lahir hidup tidak asfiksia neonatorum di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat pada periode yang sama berjumlah 765 kasus. Pengambilan sampel kasus dengan teknik total sampling sejumlah 41 kasus, dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling sejumlah 41 kasus.  Data diambil dari register dan rekam medis pasien. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis dengan uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan preeklamsia dengan kejadian asfiksia neonatorum. Ada hubungan preeklamsia dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Awet Muda Narmada tahun 2021. Diharapkan ibu hamil lebih waspada terhadap terjadinya preeklamsia, dan bagi bidan lebih meningkatkan upaya skrining faktor risiko pada ibu hamil, terutama preeklamsia sehingga dapat mencegah terjadinya asfiksia neonatorum.

References

Cunningham, F. G. (2014). Obstetri Wiliams Vol. 2 edisi 21. Jakarta: EGC

Darwin,E.,Elfi,E.F.,Elvira,Dwitya.(2018). Endotel Fungsi dan Disfungsi. Padang ; Andalas University Press

Dhamayanti,M.,Widyastuti,Y.,Margono.(2018). Hubungan Preeklampsia dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Wonosari Tahun 2017. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat. (2020). Jumlah Kematian Neonatal, Bayi dan Balita Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020

Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2020). Jumlah Kematian Neonatal, Bayi dan Balita Provinsi NTB Tahun 2020

Fauziah, S.A. (2012). Asuhan Neonatus Risiko Tinggi Dan Kegawatan, Yogyakarta: Nuha Medika

Hastono,Sutanto Priyo. (2021). Analisis Data Pada Bidang Kesehatan. Depok : Rajawali Pers

Kasjono, S.H., Yasril.(2009). Teknik Sampling untuk Penelitian Kesehatan.Yogyakarta: Graha Ilmu

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir di Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Jakarta :

Kemenkes(2019). Profil Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kemenkes RI

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/214/2019 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Asfiksia

Kusumaningrum,Remita Y., Murti, Hanung B. & Prasetya, H. (2018). Low Birth, Prematurity, and Pre-Eclampsia as Risk Factors of Neonatal Asphyxia. Journal of Maternal and Child Health. Volume 4 : No 1, 2019 e-ISSN: 2549-0257

Marmi & Rahardjo,K. (2012). Asuhan Neonatus Bayi, Balita Dan Anak Prasekolah.Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Masturoh,I., Anggita T.,N. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI

Nauval, M., Tahang, Andi S.& Afna, Niky R.2019. Hubungan Preeklampsia dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Kota Mataram Tahun 2017. Jurnal Kedokteran Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. Volume 4 : No 1, 2018 p-ISSN: 2460-9749 e-ISSN: 2620-5890

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. (2016). Diagnosa dan Tata Laksana Preeklamsia.Jakarta : Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia

Rahmawati, S.(2014). Hubungan Preeklampsia dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2013. Unisa Digital Library.

RSUD Awet Muda Narmada. (2020). Data PONEK RSUD Awet Muda Narmada. Narmada : Tidak dipublikasikan

Saryono. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Mitra Cendikia

Sugiyono.(2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta

The World Bank. 2020. Neonatal Mortality Rate 2019.

Zanelli,A.S.(2018). Why do the American Academy of Pediatrics (AAP) and American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) advise against use of the terms perinatal asphyxia or birth asphyxia? . Medscape.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Baiq Disnalia, Faizaturrahmi, E., Fatmasari, B. D., & Makmun, I. . (2026). Hubungan Preeklamsia Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Awet Muda Narmada Kabupaten Lombok Barat. JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(3), 536–547. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.237