Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Bayi Usia 2 – 6 Minggu Di Desa Rarang Kecamatan Terara Lombok Timur

Authors

  • Anita Prodi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu
  • Hasrun Ningsih Prodi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu
  • Eli Arsanah Prodi S1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i2.232

Keywords:

bu Menyusui, Pijat Oksitosin, Produksi ASI.

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal. Meskipun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif di Desa Rarang masih relatif rendah, yaitu sebesar 72,5%. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah ketidaklancaran produksi ASI pada masa awal menyusui, sehingga kebutuhan ASI bayi belum dapat terpenuhi secara optimal. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga membantu meningkatkan produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 2–6 minggu di Desa Rarang. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan two group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 36 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan sebanyak 18 responden dan kelompok kontrol sebanyak 18 responden. Kelompok perlakuan diberikan intervensi pijat oksitosin, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan hasil antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata volume ASI pada kelompok perlakuan meningkat secara signifikan dari 106,67 ml menjadi 132,67 ml (p<0,001). Pada kelompok kontrol, peningkatan volume ASI terjadi dari 105,83 ml menjadi 111,67 ml. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai post-test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p<0,001). Disimpulkan bahwa pijat oksitosin berpengaruh signifikan dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui dan lebih efektif dibandingkan tanpa intervensi.

References

A. Amalia. (2023). Air Susu Ibu dan Kandungan Gizi pada Bayi Usia 0–6 Bulan. Jakarta: Pustaka Kesehatan Ibu dan Anak.

Ayu, N. (2020). Kandungan Karbohidrat dalam ASI dan Hubungannya dengan Energi Bayi. Jurnal Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 5(2), 88–94. Diakses pada 17 September 2025.

Delima. (2016). Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Pengeluaran ASI pada Ibu Postpartum. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 5(1), 12–17. Diakses pada 21 September 2025.

Delima (2020). Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(4), 201–209. Diakses pada 22 September 2025.

Delima (2021). Proses Pembentukan ASI dan Pengaruh Hormon Prolaktin dan Oksitosin. Bandung: Universitas Padjadjaran Press. Diakses pada 15 November 2025.

Firmansyah, D., & Dede. (2022). Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi Penelitian: Literature Review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH), 1(2), 85–114. Diakses pada 15 November 2025.

Hamdani, & Sa’diyah, H. (2025). Konsep dasar penyusunan hipotesis dan kajian teori dalam penelitian. JLS, 2(2), 64–73. Diakses pada 15 November 2025.

Hidayah, N., Maulana, E., & Febriana, F. (2023). Pijat Oksitosin dalam Meningkatkan Produksi ASI. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(2), 257–262. Diakses pada 15 November 2025.

Hidayati, N., & Lestari, Y. D. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang ASI Eksklusif dengan Motivasi Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 175–182. Diakses pada 15 November 2025.

Herman, A., Sari, R. I., Sari, N. I., Devitasari, I., Kasanova, E., Alestari, R. O., Nuryanti, N., Sustiyani, E., Rudhiati, F., Fitriana, L. B., Oktarina, M., & Diandini, R. (2025). Asuhan dan Perawatan Bayi Baru Lahir. CV. EUREKA MEDIA AKSARA. Diakses pada 15 November 2025.

Heryana, A. (2024). Populasi dan Sampel: Kerangka Sample Size, Sampling Frame, dan Sample Inclusivity pada Penelitian Kuantitatif. Diakses pada 15 November 2025.

Indarti, I., & Cholisoh, H. (2023). Hubungan antara Pijat Oksitosin dengan Pengeluaran Kolostrum pada Ibu Post Partum. Journal of Midwifery Science, 7(1), 1–7.

Indriyanti, F. (2023). Efektivitas media papan pintar terhadap pemahaman konsep materi satuan waktu di sekolah dasar (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Nasional Pemberian ASI Eksklusif. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kurniawati, D., Hardiani, R. S., & Rahmawati, I. (2023). Air Susu Ibu (ASI). KHD Production. Diakses pada 15 November 2025.

Magdalena. (2020). Hubungan Pijat Oksitosin terhadap Frekuensi Menyusui pada Ibu Postpartum. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(2), 45–53. Diakses pada 12 September 2025.

Maryam, S., et al. (2023). Manfaat Pijat Oksitosin bagi Ibu Menyusui: Kajian Fisiologis dan Psikologis. Jurnal Kesehatan Perempuan, 9(3), 101–110. Diakses pada 6 Oktober 2025.

Mayangsari, D., Agustina, M., & Jamilah. (2023). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Post Partum di PMB Siti Aminah Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 14(2), 273–279. Diakses pada 6 Oktober 2025.

Munirah. (2021). Pentingnya ASI Eksklusif bagi Bayi 0–6 Bulan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(1), 32–38.

Muzayyana, M., & Saleh, S. N. H. (2025). Edukasi Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui. Jurnal Pengabdian Sisfokomtek, e-journal.sisfokomtek.org. Diakses pada 8 Oktober 2025.

Nurhidayati, I., Rahayuningsih, S., Rantetampang, I. E., & Damanik, M. (2024). Evidence Based: Kupas Tuntas ASI dan Menyusui. Fakultas Keperawatan Delihusada. Diakses pada 15 November 2025.

Nurhidayah, Maulana, E., & Febriana, F. (2023). Pijat Oksitosin dalam Meningkatkan Produksi ASI. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(2), 257–262. Diakses pada 15 November 2025.

Pilaria, E., & Sopiatun, R. (2017). Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Peningkatan Produksi ASI. Jurnal Kebidanan, 9(2), 89–97. Diakses pada 17 Oktober 2025.

Pitaloka, D. A., Yunaida, E. D., & Shalihah, F. (2024). Efektifitas Metode E-Laktasi Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Postpartum Tentang ASI Eksklusif. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 13(1), 49–57.

Pramita, R. (2020). Dampak Tidak Diberikan ASI Eksklusif terhadap Kesehatan Ibu dan Bayi. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 6(1), 44–51. Diakses pada 10 Oktober 2025.

Prafitri, L. D., Zuhana, N., & Ersila, W. (2021). Kelas Laktasi untuk Sukseskan ASI Eksklusif melalui NYUPIT (Penyuluhan dan Pijat Oksitosin). Abdi Geomedisains, 2(1), 35–43. Diakses pada 15 November 2025.

Rahayu, Z. A., et al. (2023). Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 15(1), 77–85. Diakses pada 4 Oktober 2025.

Safitri, D., Jamaluddin, J., & Duskri, M. (2025). Analisis variabel dan pola hubungannya dalam penelitian pendidikan (Kajian konseptual). Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 7462–7469. Diakses pada 15 November 2025.

Sagita, D., & Agustina, D. (2020). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Gunung Terang Bandar Lampung Tahun 2020. Diakses pada 19 September 2025.

Sari, P. F., et al. (2025). Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Menyusui 0–6 Bulan. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 13(1), 23–31. Diakses pada 8 Oktober 2025.

Siregar, R., et al. (2023). Tujuan dan Manfaat Pijat Oksitosin dalam Meningkatkan Produksi ASI. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 11(2), 64–71. Diakses pada 2 Oktober 2025.

Setiarini, A., Samosir, N. R., & Sitorus, R. H. (2022). Hubungan Lama Menyusui dan Frekuensi Menyusui dengan Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tuntungan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(3), 434–442. Diakses pada 15 November 2025.

Susianti, O. M., & Srifariyati. (2024). Perumusan Variabel Dan Indikator Dalam Penelitian Kuantitatif Kependidikan. Jurnal Pendidikan Rokania, 9(1), 18–30.

Talohanas, Y. M. D., Hastuti, T., Suharto, H. A., & Muslichmah, M. (2024). Perbandingan Pemberian Asi Dan Pemberian Susu Formula Terhadap Pertumbuhan Bayi Baru Lahir Di Rsud Merauke Tahun 2023. Journal Of Health Science Community, 4(4), 289–294. Diakses pada 15 November 2025.

Wulandari, S., & Nurlaela, E. (2021). Hubungan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Eksklusif: Literature Review. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan 2021, 1984–1995. Diakses pada 15 November 2025.

World Health Organization & United Nations Children's Fund (UNICEF). (2023). Global breastfeeding scorecard 2023: rates of breastfeeding increase around the world through improved protection and support (WHO Reference No. WHO/HEP/NFS/23.17). World Health Organization. Diakses pada 15 November 2025.

Zulaika, N., et al. (2020). Teknik Menyusui yang Benar dan Pengaruhnya terhadap Kelancaran ASI. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 8(2), 55–62. Diakses pada

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Anita, Ningsih, H. ., & Arsanah, E. . (2026). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Bayi Usia 2 – 6 Minggu Di Desa Rarang Kecamatan Terara Lombok Timur. JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(2), 381–396. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i2.232