Analisis Faktor Lingkungan Pada Balita Stunting Dengan Riwayat Malaria Di Puskesmas Kimi

Authors

  • Josi Petrosina Tetelepta Poltekkes Kemenkes Jayapura
  • Mulyanti Poltekkes Kemenkes Jayapura
  • Ester Poltekkes Kemenkes Jayapura

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.231

Keywords:

Lingkungan, Malaria, Stunting

Abstract

Stunting dan malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada wilayah endemis, termasuk Kabupaten Nabire, Papua. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang memadai diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko infeksi malaria dan gangguan pertumbuhan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian stunting pada balita yang memiliki riwayat malaria di wilayah kerja Puskesmas Kimi. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Kelompok kasus terdiri atas balita stunting yang memiliki riwayat malaria dalam satu tahun terakhir, sedangkan kelompok kontrol merupakan balita dengan status gizi normal dan tanpa riwayat malaria. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kondisi lingkungan rumah, serta penelusuran data kesehatan. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa karakteristik lingkungan fisik rumah berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita yang memiliki riwayat malaria (p<0,05). Faktor yang terbukti berasosiasi meliputi tipe bangunan rumah, jenis lantai, penggunaan kawat kasa pada ventilasi, kondisi lingkungan di dalam rumah, serta kondisi lingkungan sekitar rumah yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan tempat tinggal memiliki peran penting dalam meningkatkan paparan terhadap malaria yang selanjutnya dapat memengaruhi status kesehatan dan pertumbuhan anak. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan berpotensi meningkatkan risiko stunting melalui peningkatan kejadian malaria dan penyakit infeksi lainnya. Oleh karena itu, upaya penanggulangan stunting di daerah endemis malaria perlu diintegrasikan dengan perbaikan kualitas perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, pengendalian vektor, serta edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

References

Adzura, Y., Yulia, R., & Fathmawati. (2023). Analisis faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Ogan Ilir. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI).

Aliljaman, T. S. (2024). Data kader malaria: 86 persen kasus malaria 2023 dialami usia di atas lima tahun. Dalam Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Perdhaki SSR Yapukepa, Sentani. https://jubi.id/penkes/2024/masalah-stunting-tidak-akan-selesai-jika-malaria-belum-teratasi/

Amalina, A., Ratnawati, L., & Bumi, C. (2023). Hubungan kualitas air konsumsi, higiene, dan sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting: Studi case control pada balita stunting di Kabupaten Lumajang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 85–93. https://doi.org/10.14710/jkli.22.1.85-93

Azizah, R., Razak, R., Budiastuti, A., & Septiawati, D. (2023). Hubungan faktor lingkungan fisik terhadap kejadian stunting pada balita di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 6(12), 2579–2587. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i12.4334

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku saku hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2024). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Bappenas.

Ditiaharman, M., Nengyanti, & Sitorus, R. J. (2025). Analysis of the determinants of families at risk of stunting in Ogan Komering Ilir and Lahat Regencies. Sriwijaya Journal of Environment.

Fatria, A., Priadi, A., Apriyanti, E., Suwandi, F. R. S., Artanti, G. D., Ramadanti, T., & Alhamda, S. (2025). Faktor-faktor kesehatan lingkungan yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Indonesia: Sebuah kajian literatur. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 6(1), 112–126. https://doi.org/10.55448/atc67v68

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1928/2022 tentang pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2023). Data SSGI 2022: Prevalensi stunting Papua, Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Pegunungan kategori sangat tinggi. Kemenko PMK. https://kemenkopmk.go.id

Lestari, M. E. P., & Siwiendrayanti, A. (2021). Kontribusi kondisi fisik lingkungan rumah dengan kejadian diare dan hubungannya terhadap kejadian stunting. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(3), 355–361.

Madayanti, S., Raharjo, M., & Purwanto, H. (2022). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di wilayah Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(3), 358–365. https://doi.org/10.14710/jkli.21.3.358-365

Ni’mah, K., & Muniroh, L. (2015). Hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan ibu dan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita keluarga miskin. Media Gizi Indonesia, 10(1), 84–90. https://doi.org/10.20473/mgi.v10i1.84-90

Nisa, D. M. K., & Sukesi, T. W. (2022). Hubungan antara kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(3), 350–357. https://doi.org/10.14710/jkli.21.3.350-357

Nugraheni, S. A., Muis, S. F., & Rahfiludin, Z. (2023). Hubungan stunting dengan anemia, morbiditas dan perkembangan anak usia batita di Puskesmas Kebondalem Pemalang. Media Gizi Indonesia, 18(1), 35–43. https://doi.org/10.20473/mgi.v18i1.35-43

Nurhayani, S. (2025). Hubungan antara pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paringin Selatan tahun 2023. Jurnal Ilmu Gizi dan Kesehatan, 1(1), 28–38. https://doi.org/10.65369/vba5ps30

Rahma, C. A. A., Razak, R., & Septiawati, D. (2023). Analisis spasial kasus stunting berdasarkan fasilitas kesehatan dan korelasi faktor risiko lingkungan pada balita di Kabupaten Ogan Ilir. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI).

Rosidin, U., Hendrawati, H., Amira, I., & Senjaya, S. (2024). Pendidikan kesehatan tentang pentingnya kebersihan sanitasi lingkungan dalam pencegahan stunting. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(8), 3413–3425. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i8.15372

Sahiddin, M., Ishak, H., Arsin, A. A., & Pramestiyani, M. (2024). Impact of early-life malaria exposure on childhood stunting: A case-control study in high endemic malaria area, Papua, Indonesia. Narra Journal, 4(3), e1451. https://doi.org/10.52225/narra.v4i3.1451

Sahiddin, M., Ishak, H., Arsin, A. A., & Pramestiyani, M. (2024). Edukasi pencegahan stunting dan malaria. Journal of Community Development, 1(2025). https://comdev.pubmedia.id/index.php/comdev/article/view/1761

Salami, A. J., et al. (2022). Impact of housing quality on malaria vector density and transmission risk. Journal of Environmental Health Science and Engineering.

Siregar, C. (2023, June 12). Stunting di Papua masih tinggi. Dinas Kesehatan Provinsi Papua. https://jubi.id/penkes/2023/stunting-di-papua-masih-tinggi/

Sugiri, S., Nurhidayah, E., & Rahmawati, D. (2024). Tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dan upaya pencegahannya pada balita. Jurnal Kesehatan Ibu dan Family Nutrition, 5(1), 1–10.

Tarigan, N., Razak, R., Budiastuti, A., & Septiawati, D. (2023). Hubungan personal hygiene ibu dengan kasus stunting di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi dan Kesehatan, 4(3), 320–328. https://doi.org/10.51849/j-p3k.v4i3.232

Tahanora, F., Muskita, M., & Madiuw, D. (2023). Faktor risiko stunting pada anak usia 6–24 bulan di wilayah pesisir Kabupaten Nabire (Tesis, Institut Pertanian Bogor). Repository IPB. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124668

UNICEF, WHO, & World Bank Group. (2023). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2023 edition. World Health Organization.

Utari, L. F. (2022). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Secanggang Kabupaten Langkat (Skripsi). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Wahyuni, W., & Zulaikha, F. (2024). Hubungan antara anemia dan indeks masa tubuh ibu hamil terhadap kejadian stunting pada anak: Literature review. Caring: Jurnal Keperawatan, 13(1), 15–23. https://doi.org/10.29238/caring.v13i1.1870

Wati, N., & Satriyandari, Y. (2024). Hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita. Journal of Midwifery Care, 4(1), 45–53.

Widiyanto, A., Atmojo, J. T., & Darmayanti, A. T. (2022). Pengaruh sanitasi dan air minum terhadap stunting di Papua dan Papua Barat. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(3), 294–302. https://doi.org/10.33860/jik.v16i3.1470

World Health Organization. (2015). Stunting in a nutshell. World Health Organization. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell

World Health Organization. (2021). WHO housing and health guidelines. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-06-23

How to Cite

Tetelepta, J. P., Mulyanti, & Ester. (2026). Analisis Faktor Lingkungan Pada Balita Stunting Dengan Riwayat Malaria Di Puskesmas Kimi . JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(3), 478–493. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i3.231