Hubungan Lama Hari Rawat Dengan Kualitas Hidup Pasien Sindroma Koroner Akut Di Ruang ICVCU RS Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita

Authors

  • Setiyarto Universitas Yatsi Madani
  • M. Martono Diel Universitas Yatsi Madani
  • Ida Faridah Universitas Yatsi Madani

DOI:

https://doi.org/10.63265/jkti.v4i2.201

Keywords:

Sindroma Koroner Akut, lama rawat inap, kualitas hidup, ICVCU, SAQ-7

Abstract

Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan kondisi kardiovaskular yang memerlukan penanganan intensif dan sering kali membutuhkan lama rawat inap yang bervariasi, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama hari rawat dengan kualitas hidup pasien Sindroma Koroner Akut di ruang Intensive Cardio Vascular Care Unit (ICVCU). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Populasi penelitian berjumlah 142 pasien SKA dalam tiga bulan terakhir, dan berdasarkan perhitungan rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak 114 responden. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden, lembar observasi lama hari rawat, serta kuesioner kualitas hidup menggunakan Seattle Angina Questionnaire-7 (SAQ-7) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani lama rawat inap selama 3–5 hari dan memiliki kualitas hidup dalam kategori tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama hari rawat dengan kualitas hidup pasien SKA. Semakin lama pasien dirawat di ruang ICVCU, maka kualitas hidup pasien cenderung menurun. Oleh karena itu, pengelolaan lama rawat inap yang optimal diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien SKA.

References

Ameen, D., Kynoch, K., & Khalil, H. (2024). Experiences and challenges of acute coronary syndrome patients in care provision: A qualitative systematic review. Systematic Reviews, 13(1), 184. https://doi.org/10.1186/s13643-024-02578-1

Chan, P. S., Jones, P. G., Arnold, S. V., & Spertus, J. A. (2014). Development and validation of a short version of the Seattle Angina Questionnaire. Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, 7(5), 640–647. https://doi.org/10.1161/CIRCOUTCOMES.114.000967

Hosizah, & Mariyati, Y. (2018). Sistem informasi kesehatan II. Kementerian Kesehatan RI.

Imam, H., & Jitpanya, C. (2022). Factors related to health-related quality of life in patients with acute coronary syndrome in West Java, Indonesia: A correlational study. Belitung Nursing Journal, 8(4), 349–356. https://doi.org/10.33546/bnj.1247

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil kesehatan Indonesia tahun 2019. Kementerian Kesehatan RI.

Kwok, C. S., Walsh, M. N., Volgman, A., Alasnag, M., Martin, G. P., Barker, D., & Mamas, M. A. (2019). Discharge against medical advice after hospitalisation for acute myocardial infarction. Heart, 105(9), 695–701. https://doi.org/10.1136/heartjnl-2018-313671

Li, H., Wang, Y., & Yu, Y. (2026). Impact of continuous home care on quality of life and depression status in patients with acute coronary syndrome. Frontiers in Cardiovascular Medicine, 13, 1–10. https://doi.org/10.3389/fcvm.2026.1700557

Licordari, R., Costa, F., Garcia-Ruiz, V., Mamas, M. A., Marquis-Gravel, G., de la Torre Hernandez, J. M., Gomez Doblas, J. J., Jimenez-Navarro, M., Rodriguez-Capitan, J., Urbano-Carrillo, C., Ortega-Paz, L., Piccolo, R., Versace, A. G., Di Bella, G., Andò, G., Angiolillo, D. J., Valgimigli, M., & Micari, A. (2024). The evolving field of acute coronary syndrome management: A critical appraisal of the 2023 European Society of Cardiology guidelines for the management of acute coronary syndrome. Journal of Clinical Medicine, 13(7), Article 1885. https://doi.org/10.3390/jcm13071885

Marwasari, M. T., Adhika, O. A., & Kwee, L. (2025). Quality of life assessment of acute coronary syndrome patients post-percutaneous coronary intervention at Immanuel Hospital Bandung. Sound of Health Journal, 1(3), 9–14.

Ningrum, M. J. (2019). Identifikasi kualitas hidup pada pasien acute coronary syndrome dengan pendekatan Seattle Angina Questionnaire di Rumah Sakit Umum Daerah Wates periode Maret–Juni 2019. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 4(3), 1–21. https://media.neliti.com/media/publications/112355

Nuraeni, A. (2016). Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien dengan penyakit jantung koroner. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 4(2), 107–116. https://doi.org/10.24198/jkp.v4n2.1

Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan (4th ed.). Salemba Medika.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. (2018). Pedoman tata laksana sindrom koroner akut. PERKI.

Purnama, A. (2020). Edukasi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang terdiagnosa penyakit jantung koroner. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10(2), 66–71.

Rahmat, B., Priyambodo, S., Sari, D. P., Susani, Y. P., & Agung, A. (2020). Gambaran kualitas hidup penderita penyakit jantung koroner pasca serangan jantung. Jurnal Kedokteran, 9(2), 90–99.

Rosidawati, I., & Hodijah, S. (2019). Hubungan antara lama rawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang intensive care. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, 7(1), 33–38.

Salsabila, I. Y., Mu’ti, A., & Rajibsman. (2024). Hubungan status gizi dengan lama rawat inap pada pasien sindrom koroner akut. Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan, 9(1), 33–40. https://doi.org/10.35728/jmkik.v9i1.1166

Seetharam, S. P., Shankar, V., Udupa, K., Anjanappa, R., & Reddy, N. (2023). Quality of life assessment in the first episode of acute coronary syndrome. Journal of Clinical and Translational Research, 9(4), 265–271.

Singh, N. (2019). Predicting hospital length of stay in intensive care unit. Value in Health Regional Issues, 20, 477–483.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisa data.

Sumarni, E., & Mulyani. (2020). Edukasi kesehatan melalui penerapan discharge planning terhadap kualitas hidup pada pasien sindrom koroner akut. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practices, 3(2), 1–7.

Tiku, R. M. R., Arsita, E., & Oktavia, E. (2025). Prediktor mortalitas pasien sindrom koroner akut di Rumah Sakit X Jakarta periode September 2023–2024. JMedScientiae, 4(2), 126–130.

Wardin, R. N., Nurachmah, E., & Yona, S. (2024). Effectiveness of early cardiac rehabilitation in improving quality of life for acute coronary syndrome patients. Indonesian Journal of Global Health Research, 6, 837–844.

Wicaksana, I. N. A. N., & Noviyani, R. (2025). Tinjauan sistematis hubungan tingkat mortalitas pada pasien sindrom koroner akut. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9, 23428–23440.

Widianawati, E., & Pratiwi, N. (2023). Analisis efisiensi bangsal ICU/ICCU dua rumah sakit Jawa Tengah berdasarkan standar Depkes dan Barber Johnson. Hang Tuah Medical Journal, 21, 1–10.

Widiyanti, A., & Lestari, R. (2025). Implementasi alur klinis sindrom koroner akut di Rumah Sakit Jantung Tasikmalaya. Jurnal Riset Kedokteran, 151–160.

Yesiloz, A., Sanchez, S., Mesrar, H., Chrusciel, J., Dacunka, M., Raoul, F., Simon, G., Metz, D., & Chapoutot, L. (2024). Patients hospitalized in the ICU for acute coronary syndrome from 2012 to 2021: A single-center retrospective study. Annales de Cardiologie et d’Angéiologie, 73(5), Article 101799. https://doi.org/10.1016/j.ancard.2024.101799

Downloads

Published

2026-04-26

How to Cite

Setiyarto, Diel, M. M. ., & Faridah, I. (2026). Hubungan Lama Hari Rawat Dengan Kualitas Hidup Pasien Sindroma Koroner Akut Di Ruang ICVCU RS Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita. JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA, 4(2), 150–165. https://doi.org/10.63265/jkti.v4i2.201

Issue

Section

Articles